Menjadi satu-satunya siswa kelas X di dalam tim tentu bukan hal yang mudah, terlebih bagi pemain yang baru beberapa bulan menginjak bangku SMA. Hal tersebut dirasakan Jordan Steve Bastian Saragih. Meski masih tergolong sebagai pemain baru, Jordan sudah mendapat kesempatan untuk membela SMAN 16 Surabaya (Sixteen) di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Sebelumnya, saat masih duduk di bangku SMP, Jordan membela SMP 3 Petra Surabaya di ajang Junior Exhibition Games Surabaya. Ia mengaku memilih melanjutkan pendidikan di SMP 3 Petra Surabaya setelah mendapat arahan dari orang tuanya.
Setelah lulus, Jordan kembali mencoba mewujudkan keinginannya untuk bersekolah di sekolah negeri. Pilihannya kemudian jatuh pada SMAN 16 Surabaya, terlebih reputasi tim basket sekolah tersebut juga dinilainya cukup baik.
Meski saat SMP ia telah merasakan atmosfer DBL Arena lewat liga Junior Exhibition Games Surabaya, Jordan mengaku ia tetap tidak bisa menyembunyikan perasaan gugupnya saat akhirnya debut di kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
"Atmosfernya di DBL ini beda banget. Terus suporternya banyak jadi lebih kerasa pressure-nya," cerita Jordan, Rabu, 16 September 2026.
Baca juga: Dari Voli ke Basket, Sasha Teruskan Jejak Sang Ayah
Namun, di pertandingan hari ini Jordan berhasil menepis perasaan grogi itu. Ia mengatakan hari ini ia bermain jauh lebih tenang dan bebas. Bermain selama 15 menit, Jordan menyumbangkan 2 poin dan 5 rebound. Perolehan itu turut mengantarkan putra Sixteen mengunci kemenangan atas SMAN 4 Sidoarjo dengan poin 51-4.
Jauh sebelum berlaga di DBL East Java-North 2026, Jordan sudah merasakan gugup saat mengikuti sesi latihan bersama tim. Performa para pemain yang lebih senior sempat membuatnya merasa ciut. Namun, alih-alih terus larut dalam rasa gugup, Jordan memilih mengamati pola permainan rekan-rekan setimnya untuk mempelajari banyak hal dari mereka.
"Sekarang lebih kenal cara mainnya dan dekat sama mereka jadi lebih tenang lah," ungkapnya.
Baca juga: Butuh Waktu untuk Nyaman, Siggi Temukan Cara Lepas di Lapangan
Sebagai pemain kelas X, Jordan mengaku tidak terlalu kesulitan untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya yang lebih senior. Meski begitu, ia tak mengelak bahwa proses tersebut tetap membutuhkan waktu. Perlahan, Jordan mulai terbiasa dengan lingkungan tim dan mampu membangun chemistry bersama para pemain lainnya.
"Dengan seringnya latihan bareng, banyak ngobrol sama kakak kelas jadi lebih mudah untuk adaptasi. Mereka juga sangat merangkul aku terutama Kak Siggi," beber Jordan.
Ditanya soal performanya hari ini, Jordan mengaku ia tidak begitu puas karena masih banyak hal yang seharusnya bisa ia lakukan. Ia menyebut saat hari ini, ia begitu banyak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
"Pertandingan mendatang aku akan lebih hustle dan push performaku," tuturnya.
Jordan pun selalu mengingat pesan orang tuanya untuk tidak bermain secara individu dan selalu membantu rekan setim. Baginya, kontribusi untuk Sixteen tidak selalu harus datang melalui poin.
Baca juga: Terjang Takdirmu, Cara Sixteenagers Kawal Sixteen
“Kalau tidak bisa kasih poin, setidaknya kasih assist atau rebound untuk Sixteen,” begitu pesan yang selalu ia pegang. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi Jordan bahwa sekecil apa pun kontribusinya, tetap berarti bagi perjuangan putra Sixteen.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)