Pertandingan SMAN 16 Surabaya (Sixteen) dan SMAN 6 Surabaya (Smanam) berlangsung sengit hingga akhir. Sixteen akhirnya mengamankan kemenangan 32-29 pada pertandingan kedua Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 12 September 2026.
Siggi Errian Imanulloh menjadi salah satu pemain yang mendapat kesempatan bermain lebih lama. Forward Sixteen itu berada di lapangan selama 21 menit 49 detik dan menyumbangkan 8 poin serta 2 rebound. Salah satu momen yang diingatnya adalah ketika berhasil mencetak poin melalui pull-up jumper.
Namun, bagi Siggi, pertandingan tersebut bukan hanya tentang angka di papan skor. Ada hal lain yang terasa berbeda. Ia mulai lebih bisa menikmati permainan tanpa terlalu terbebani rasa gugup.
Baca juga: Capai Target, Muhammad Zahfran Berharap Bawa Buwitashakti ke Playoffs
Musim lalu, saat masih kelas X, Siggi sempat kaget ketika tiba-tiba mendapat kesempatan bermain di DBL. Ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan suasana pertandingan.
Hal serupa kembali dirasakannya pada Round 1 musim ini. Waktu bermainnya belum sampai 10 menit karena ia masih berusaha menemukan kenyamanan ketika berada di lapangan. Siggi mengaku terlalu banyak berpikir hingga permainan terasa kurang lepas.
"Kalau aku tuh memang biasanya kalau ikut suatu acara atau apa gitu memang harus adaptasi dulu. Walaupun aku sudah dari SD main basket, tetap saja kalau ada event seperti ini aku harus adaptasi lagi," jelasnya.
Kebiasaan tersebut sudah dirasakan Siggi sejak lama. Padahal, basket sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak kelas I SD.
Ketertarikannya bermula dari kebiasaan melihat kedua kakaknya bermain basket. Dari sana, Siggi mulai ikut mencoba dan perlahan menjadikan basket sebagai bidang yang ia sukai.
"Dulu kakak-kakak juga main basket. Jadi dari situ juga awalnya suka, terus jadi tertarik. Jadi dari kelas I SD sudah mulai suka basket," ceritanya.
Baca juga: Menit Bermain Naik, Abrisam Ahzam Bawa Pesan Kesembuhan untuk Rekan Setim!
Setelah mulai menyukai basket, Siggi lebih banyak belajar secara mandiri. Ia memanfaatkan YouTube untuk mempelajari berbagai gerakan dan menonton pertandingan NBA. Dari sana, ia juga memperhatikan cara pemain bergerak dan mencoba mempelajarinya.
Pengalamannya kemudian bertambah ketika SMP. Siggi sempat bermain di Junior DBL bersama SMPN 22 Surabaya sebelum melanjutkan perjalanannya bersama Sixteen saat SMA.
Meski sudah cukup lama bermain basket, suasana pertandingan tetap membutuhkan proses bagi Siggi. Ia merasa perlu waktu untuk benar-benar bisa menikmati permainan dan tidak terlalu memikirkan hal-hal di luar pertandingan.

Siggi Errian Imanulloh (nomor punggung 9), pemain SMAN 16 Surabaya (Sixteen), menggiring bola saat menghadapi SMAN 6 Surabaya (Smanam) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
"Jadi biasanya memang butuh waktu untuk bisa benar-benar enjoy sama permainannya," lanjutnya.
Karena itu, Siggi memiliki beberapa cara untuk membuat dirinya lebih nyaman sebelum pertandingan. Mendengarkan musik menjadi salah satunya. Saat pemanasan, ia juga berusaha bercanda dan tertawa bersama rekan-rekan setim.
Baca juga: Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers
Ada satu kebiasaan lain yang sudah dilakukan sejak SMP dan masih ia bawa sampai sekarang. Siggi terbiasa berteriak bersama teman-temannya sebelum pertandingan.
"Kalau aku teriak tuh kayak yang di dalam hati aku keluar. Jadi lebih plong saja. Dari SMP memang sudah sering begitu," tuturnya.
Teriakan tersebut membantunya membuat pikiran lebih ringan sebelum masuk ke lapangan. Ia juga tidak ingin suasana sebelum pertandingan terlalu tegang.
"Jadi sebelum main biasanya aku memang suka teriak bareng teman-teman, biar pas masuk lapangan pikiran juga lebih enak dan nggak terlalu kepikiran," lanjut Siggi.
Selain berteriak, ia menikmati waktu pemanasan bersama teman-temannya dengan bercanda.
"Bukan cuma teriak, sama bercanda-canda sama anak-anak waktu pregame," tambahnya.
Baca juga: Emak-Emak Sixteen Bawa Semarak Merdeka di Tribun DBL
Kebiasaan itu kembali dilakukan Siggi sebelum menghadapi Smanam. Kali ini, ia mendapat kesempatan bermain lebih panjang dibandingkan Round 1. Kesempatan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ia mulai lebih nyaman berada di lapangan.
Meski begitu, Siggi masih memiliki beberapa catatan setelah pertandingan. Pertahanan dan ketenangan menjadi dua hal yang ingin diperbaikinya. Ia mengaku terkadang masih terburu-buru ketika membawa bola sehingga kehilangan penguasaan.
Catatan tersebut menjadi bagian dari proses latihan yang terus ia jalani. Bersama Sixteen, Siggi berlatih beberapa kali dalam sepekan. Di luar latihan tim, ia juga melakukan gym dan latihan tambahan secara individu, terutama untuk meningkatkan kemampuan tembakan jarak menengah.
Di tengah prosesnya sebagai pemain basket, dukungan keluarga juga tetap hadir. Ayahnya, Cak Suro atau Heri Suryono, merupakan pelawak asal Surabaya yang dikenal dengan lawakan khas Suroboyoan. Cak Suro juga dikenal sebagai sahabat sekaligus rekan panggung mendiang Eko Londo.
Baca juga: Tak Cuma Cetak Poin, Chiko Bawa Putra Sixteen Bermain Lebih Kompak
Menjelang pertandingan, sang ayah mengingatkan Siggi untuk tidak membiarkan rasa gugup menguasai dirinya.
"Berani lagi."
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi Siggi, terutama karena rasa tidak nyaman yang muncul sebelum pertandingan lebih banyak berasal dari pikirannya sendiri.
"Lebih ke diri sendiri sih yang bikin nggak enak. Terlalu banyak pikiran saja. Pikiran dalam artian terlalu mikirin deg-degan-nya, karena vibes dan segala macam," jelasnya.
Setelah pertandingan, obrolan tentang permainan juga tetap berlanjut ketika Siggi sudah berada di rumah. Namun, sang ayah tidak selalu memberikan komentar serius.
"Papa lebih ke komen saja, terus di rumah kayak dikomen cara mainku. Cuma kadang lebih ke bercanda," cerita Siggi.
Dari situ, Siggi terus belajar memahami dirinya sendiri ketika berada di lapangan. Ia tahu rasa gugup masih bisa muncul, tetapi sekarang sudah memiliki cara untuk membuat dirinya lebih nyaman.
Baca juga: DBL Super Teacher: Sir Fiu, Guru Bahasa Inggris yang Juga Manager Basket Sekolah
Teriakan bersama teman-teman, candaan saat pemanasan, hingga pesan sederhana dari sang ayah menjadi bagian dari persiapannya. Bukan untuk membuat rasa gugup hilang sepenuhnya, melainkan membantunya lebih berani ketika pertandingan dimulai.
Basket sudah menjadi bagian dari keseharian Siggi sejak kecil. Kini, ia ingin terus menjalani proses tersebut sambil memperbaiki hal-hal yang masih kurang dalam permainannya.
Kemenangan atas Smanam menjadi salah satu langkah dalam proses itu. Bukan hanya karena kemenangan yang diraih Sixteen, tetapi juga karena Siggi mendapat kesempatan untuk bermain lebih lama dan menikmati pertandingan dengan lebih nyaman.
Setelah pertandingan ini, masih ada hal-hal yang perlu ia perbaiki. Namun, Siggi memilih tidak terburu-buru. Ia ingin terus belajar membaca situasi di lapangan, menjaga ketenangan, dan merespons permainan dengan lebih baik.
"Step by step. Intinya harus read and react."
Baca juga: Lebih dari Sekedar Basket, Coach Sagita Jalani Misi Mulia untuk Sixteen
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Siggi Errian Imanulloh bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 16 Surabaya vs SMAN 6 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).