ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ini adalah cerita tentang sosok DBL Super Teacher. Tentang seorang guru bernama Arrofiu Putra.

Guru Bahasa Inggris asal SMAN 16 Surabaya itu merupakan salah satu dari puluhan guru yang mendaftar program baru DBL Indonesia, DBL Super Teacher.

Arrofiu bukan guru yang hanya beraktivitas di dalam kelas. Selama ini, ia lekat dengan berbagai kegiatan yang bertujuan mengembangkan kemampuan nonakademik anak didiknya. Salah satunya menjadi manajer tim basket SMAN 16 Surabaya selama lebih dari enam tahun.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan nonakademik menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi kehidupan nyata.

“Saya sudah menjadi guru bahasa Inggris delapan tahun di SMAN 16 Surabaya semenjak 2018. Tapi saya baru ikut menjadi manager tim itu di tahun 2020,” ujar Arrofiu.

Keterlibatan Arrofiu dengan tim basket SMAN 16 Surabaya bermula ketika seorang senior yang sebelumnya menangani tim tersebut pindah sekolah. Sang senior kemudian mengajaknya untuk melanjutkan tugas manajerial tim.

“Awalnya saya dulu cuma fotografer tim karena saya hobi fotografi. Nah, saat senior saya pindah sekolah, tugas manajerialnya diberikan pada saya. Dari sekolah dan dari pembina inti juga sudah mengiyakan untuk saya melanjutkan perjalanan itu,” tutur Arrofiu.


Arrofiu (kanan) bersama dengan Skuad Putri Sixteen Berhasil Mengamankan Posisi Fantasti Four di Gelaran Honda DBl with KFC 2022 lalu.

Baca Juga: Dari Lapangan Basket di Daerah 3T, Taufik Menemukan Makna Menjadi Super Teacher

Bukan tanpa bekal, Arrofiu sebenarnya sudah cukup akrab dengan basket. Saat SMP, ia pernah tergabung dalam ekstrakurikuler basket. Meski begitu, ketika pertama kali dipercaya menjadi manajer, ia tetap harus banyak belajar.

“Kesulitan awal masih tidak tahu tugas manager itu harus ngapain. Dari situlah kemudian saya banyak belajar hal-hal terkait teknis basket. Misalnya mencocokkan dan menganalisis statistik yang dimiliki tim dengan panitia. Tapi di sisi lain, saya juga punya tugas meyakinkan dan menjadi moral support bagi para pemain. Terutama saat mereka lagi off, mereka butuh orang untuk bicara. Jadi saya ambil peran di situ,” tambahnya.

Peran Arrofiu sebagai manajer sekaligus moral support perlahan membuahkan hasil. Sixteen, sebutan tim basket SMAN 16 Surabaya, berhasil membawa tim putri mengamankan posisi Fantastic Four di gelaran Honda DBL with Kopi Good Day musim 2022. Setahun kemudian, tim putra berhasil melangkah hingga Big Eight pada musim 2023.

Namun, kontribusi Arrofiu di ranah nonakademik tidak berhenti di basket. Ia juga menjadi pembina ekstrakurikuler fotografi, bisnis entrepreneur, dan English Club.


Arrofiu (kiri kedua) bersama Skuad Putra Sixteen Berhasil Mengamankan Posisi Big Eight di Gelaran Honda DBl with Kopi Good Day 2023

Kendati demikian, Sir Fiu, sapaan akrabnya, tak melupakan pentingnya mengintegrasikan kemampuan akademik dan nonakademik agar berjalan selaras. Dalam pembelajaran sehari-hari, ia menggunakan metode open discussion agar siswa tidak hanya terpaku pada buku dan papan tulis.

Menurutnya, Bahasa Inggris masih menjadi salah satu pelajaran yang cukup ditakuti oleh siswa di sekolah negeri. Karena itu, ia berusaha membangun keberanian siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris terlebih dahulu, sebelum menuntut mereka mencapai kesempurnaan.

“Saya menggabungkan akademik dan nonakademik melalui open discussion dan pemantik masalah di kehidupan sekitar. Bahasa Inggris itu sebenarnya tidak sulit, mereka hanya belum terbiasa. Kuncinya ada pada prinsip 'I expect you to perform, not perfect.' Berproses secara bertahap itu wajar, yang terpenting keberanian dan progress-nya nyata. Saya ingin mereka itu percaya diri dulu, mau perform dulu, selanjutnya bisa mengalir sambil practice,” ungkap Sir Fiu.

Ketika anak didiknya mengalami kesulitan dan didera keraguan, Sir Fiu punya cara tersendiri untuk mendekati mereka. Sebagai guru dari generasi yang relatif dekat dengan murid-muridnya, ia berusaha menempatkan diri bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai “teman” tempat mereka bercerita.

“Murid itu butuh juga curhat dan kadang mereka merasa curhat dengan teman sebayanya itu masih belum cukup. Jadi dari situ, peran saya bisa masuk. Sebagai orang yang lebih berpengalaman secara segi usia, mereka bisa ngobrol sama saya. Tentang bagaimana saat saya muda dulu. Kira-kira mereka mau apa nantinya.

Sir Fiu mencontohkan ketika seorang anak didiknya mengikuti kegiatan biasanya mereka masih ragu. Menurut Sir Fiu itu terjadi karena seringkali mereka ragu dengan dirinya sendiri.

"Biasanya mereka curhatnya itu, ‘Sir, kira-kira saya bisa nggak ya?’ Itu kan pertanyaan paling umum yang mereka sampaikan ke saya. ‘Sir, kira-kira saya worthy nggak ya ikut ini?’

“Saya merasa di situlah peran saya untuk bisa membimbing mereka dan untuk bisa meyakinkan mereka, ‘yes, you’re worthy for this,’ ‘you can do this,’ ‘you can get whatever you want’,” ujar Sir Fiu seraya tersenyum.


Potret Kedekatan Sir Fiu bersama dengan Anak Didiknya (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sir Fiu memahami bahwa anak didiknya tidak bisa terus-menerus berada di ruang kelas. Baginya, ekstrakurikuler juga menjadi sarana bagi siswa untuk melepas penat sekaligus mengembangkan diri melalui pengalaman di luar pembelajaran akademik.

Pendekatan yang lebih fleksibel itu membuat Sir Fiu dekat dengan anak didiknya. Bahkan, anak didiknya sendiri yang kemudian merekomendasikan program DBL Super Teacher kepadanya.

“Jadi sebenarnya motivasi awal karena mereka aja. Murid-murid tim putra dan putri Sixteen yang memberitahu. Karena saya nggak tahu kalau ada Super Teacher. ‘Sir, ayo Sir daftar. Sekarang ada Super Teacher, kita daftarin, Ta.’

Sir Fiu menyebut anak didiknya sangat antusias memintanya ikut DBL Super Teacher. Sir Fiu pun kemudian mencari tahu di website DBL.id tentang program itu. Dari sana ia memutuskan mendaftar.

"Saya buka web dan saya kerjakan soal-soalnya. Jadi motivasi ikut program ini untuk mengimbangi anak-anak saja. Mereka berkompetisi, saya juga harus berkompetisi," pungkasnya.

Motivasi itu seolah menjadi gambaran sederhana tentang kepercayaan yang selama ini dibangun Sir Fiu bersama para siswanya.

Arrofiu bukan hanya mengajarkan Bahasa Inggris atau mengelola tim basket. Ia juga berusaha meruntuhkan sekat antara guru dan murid, mengubah rasa ragu menjadi rasa percaya diri.

Sosok seperti Sir Fiu menunjukkan bahwa menjadi Super Teacher bukan tentang menuntut kesempurnaan. Lebih dari itu, tentang keberanian untuk hadir, mendengarkan, membimbing, dan meyakinkan setiap anak didik bahwa mereka punya kemampuan untuk mengejar impiannya.

Baca Juga: Simak Cara Daftar dan Berkas Wajib DBL Super Teacher 2026 di DBL Play!

DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS