Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata “super?” Kuat, istimewa, atau hebat? Kata ini sungguh amat lekat dengan sosok “pahlawan.”
Seiring berjalannya waktu, definisi pahlawan makin meluas. Bukan hanya yang berjuang di medan perang, tapi juga yang memberikan dampak untuk kemajuan bangsa.
Titel itu sangat layak diberikan kepada guru. Guru yang dibutuhkan adalah guru yang dapat memfasilitasi siswanya baik di akademik maupun nonakademik. Sebab pendidikan sejatinya bukan sekadar tentang deretan angka di dalam kelas atau hafalan rumus ilmiah. Guru-guru yang mampu melihat potensi itulah yang layak mendapatkan predikat “Super Teacher.”
Ada begitu banyak "Super Teacher" di Indonesia. Mulai tahun ini, DBL coba mengapresiasi kehadiran mereka lewat program DBL Super Teacher.
DBL Super Teacher adalah guru yang percaya bahwa belajar tidak berhenti di ruang kelas.
Kepercayaan itulah yang juga dipegang oleh Taufik Padillah, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) asal MAN Insan Cendekia Gorontalo.
Taufik memulai perjalanan kariernya sebagai pengajar dengan mengikuti program sarjana mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) bertempat di Kefamenanu (NTT). Selama satu tahun di sana, ia mengajar di SMPN 1 Kefamenanu. Di sana, Taufik berupaya menghidupkan kembali olahraga bola basket yang saat itu kurang populer.
“Di tempat saya mengajar itu kegiatan olahraga yang lebih populer itu voli. Karena hampir semua siswa kelas 7 SMP tahu bermain voli. Sebetulnya sudah ada orang yang tahu dan bermain basket dan terkenal kemampuannya bagus, yaitu SMPK 1 Putra. Namun, kurang populer karena hanya sekolah itu saja yang dominan di wilayah kami,” tutur Taufik.
Berangkat dari kondisi tersebut, Taufik coba menarik minat anak-anak bermain basket di daerah pengabdiannya.
“Saya ajak beberapa siswa untuk bermain basket dan kebetulan saya bisa sedikit trik freestyle. Saya juga kasih mereka lihat video-video NBA. Dari sana mereka mulai ingin bermain basket,” ujarnya.
Taufik mengaku heran di satu waktu tiba-tiba banyak siswa yang ingin bermain basket bersama di tempatnya mengajar. Saking tingginya antusias para siswa, para alumni SMPN 1 Kefamenanu kemudian datang dan menggagas donasi.
"Yang saya herankan padahal yang populer voli, tapi yang diperbaiki malah lapangan basketnya,” ujarnya.
Tindakan kecil yang membuahkan hasil dan dukungan dari eksternal, membuat Taufik semakin tergerak memopulerkan basket di Kefamenanu.
Potret Taufik bersama dengan SMPN 1 Kefamenanu yang Berhasil Menang atas SMPK 1 Putra (Foto: Dokumentasi Pribadi Taufik)
“Setelah lapangan selesai, saya mencoba melakukan eksibisi dengan sekolah SMPK 1 Putra, dan sekolah yang saya pegang berhasil mengalahkan SMPK 1 Putra. Tambahlah banyak yang minat untuk mengikuti basket,” kenangnya dengan bangga.
Sebagai orang yang mengenal basket, Taufik tentu pernah mendengar tentang DBL. Ternyata saat diangkat menjadi ASN dan ditempatkan di Manado, Taufik bersinggungan langsung dengan DBL.
Di Manado, Taufik mengajar di MAN Model Manado selama tiga tahun. Di sini, Taufik kali pertama mendampingi tim basket sekolah untuk mengikuti event Honda DBL with Kopi Good Day 2023-North Sulawesi.
-(2).png)

Momen Taufik Mendampingi Tim Basket MAN Model Manado saat DBL North Sulawesi 2023 (Foto: Dokumentasi Pribadi Taufik)
“Saya hanya dapat waktu mendampingi selama 4 bulan sebagai pelatih, kemudian langsung ikut DBL. Saat itu kami finis di delapan besar, kalah dengan SMA Lokon (SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon) sang juara bertahan. Memang Sulawesi Utara itu budaya basketnya bagus sekali,” kenangnya.
Seperti api yang menyala-nyala, semangat mengabdi Taufik pada olahraga diteruskan saat berpindah tugas di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Selain menjadi guru olahraga, Taufik juga mendapatkan amanah untuk menjadi pendamping ekstrakurikuler olahraga dan menjadi pembina OSIS.
Saat menjadi pembina OSIS, ia bersama dengan anak didiknya sukses menggelar event OSIS tingkat provinsi di tengah padatnya jadwal sekolah. Taufik percaya bahwa akademik dan nonakademik bukanlah untuk dipilih tetapi untuk diseimbangkan.
“Kesuksesan acara itu membuat saya makin yakin bahwa kegiatan nonakademik justru menguatkan akademik. Pendekatan pembelajaran realistis yang saya terapkan, yaitu menjadikan kegiatan nonakademik bisa sebagai sarana melatih manajemen waktu dan daya tahan mental siswa," jelasnya.
Menurut pemahaman Taufik, siswa yang terbiasa disiplin di lapangan dan mampu mengelola event besar pasti punya mental yang lebih tangguh saat menghadapi tekanan belajar di kelas.
Dari berbagai pengalaman tersebut, Taufik juga mendapatkan perspektif baru. “Satu hal yang bisa saya amati terkhusus siswa-siswi yang aktif menyelenggarakan event besar dan aktif di kegiatan nonakademik tersebut justru mencatatkan tingkat kelulusan di universitas terbaik yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya.
Keinginan untuk terus meningkatkan kapasitas diri membawa Taufik menemukan informasi program DBL Super Teacher melalui media sosial Instagram dan situs resmi DBL.
Program ini menarik perhatiannya karena fokus pada peningkatan kompetensi guru pengajar nonakademik. Sebuah program pelatihan yang sangat jarang ditemui, khususnya di daerah.
Taufik bersama dengan OSIS MAN Insan Cendekia Gorontalo (Dokumentasi Pribadi Taufik)
“Setelah saya membaca, program DBL Super Teacher ini berkaitan erat dengan guru pengajar nonakademik, yang mana hal ini sangat jarang saya temui," ujar Taufik.
Ia pun tertarik mengikuti sekaligus untuk menambah kompetensi dan pengalamannya. "Program ini penting mengingat di daerah tempat saya mengajar sangat minim sekali pelatihan yang diadakan untuk peningkatan kompetensi guru nonakademik," jelasnya.
Taufik punya harapan besar lewat program Super Teacher ini. “Karena dulu saya pernah mengikuti salah satu event dari DBL dan itu sangat berkesan dan tidak mengecewakan sama sekali. Itulah yang membuat saya ingin mengikuti program Super Teacher ini," kata Taufik.
Dari DBL Super Teacher ia berharap bisa belajar cara mengelola dan mengemas kegiatan nonakademik secara lebih profesional dari DBL. "Agar bisa saya terapkan langsung untuk membentuk karakter siswa yang seimbang antara akademik dan nonakademik,” tutupnya.
DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program ini ditujukan bagi para tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri. Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia.(*)