Waktu boleh berlalu, tetapi gairah untuk bisa terus eksis di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra tak boleh pudar.
Hal itu dirasakan oleh Amar Mariza, Kepala Pelatih tim basket putra SMAN 13 Palembang. Setelah lima tahun berselang sejak ia berlaga sebagai pemain di arena yang sama, Amar kembali ke GOR Jakabaring Palembang, kali ini dengan kacamata dan peran yang berbeda.
Langkah SMAN 13 Palembang di musim ini memang harus terhenti lebih awal usai mengakui keunggulan SMAN 5 Palembang dengan skor 42-20 pada laga yang berlangsung Jumat, 11 September 2026.
Namun, di balik hasil akhir tersebut, ada cerita nostalgia dan ikatan emosional unik yang tersaji di bangku cadangan SMAN 13 Palembang.
Mundur ke tahun 2021, Amar Mariza merupakan salah satu pilar penting yang sukses membawa SMAN 11 Palembang melenggang hingga babak final dan menyabet predikat runner-up DBL South Sumatra.
Kala itu, di pinggir lapangan berdiri Rz Muhammad Alparisi, akrab disapa Coach Paris, hadir sebagai Asisten Pelatih SMAN 11 Palembang.
Siapa sangka, lima tahun kemudian, takdir kembali mempertemukan keduanya di panggung yang sama.
Baca Juga: Masihkah Trofi Putri Didapat Lagi Tim Luar Kota Palembang?
Beda status, kini Amar yang bertindak sebagai Kepala Pelatih SMAN 13 Palembang, sementara Coach Paris mendampinginya sebagai Asisten Pelatih untuk menakhodai SMAN 13 Palembang.
"Ini masalah chemistry dan kepercayaan. Kami sudah paham cara kerja masing-masing sejak zaman di SMAN 11 Palembang dulu," ungkap Amar Mariza saat menceritakan duetnya bersama Coach Paris.
"Punya asisten dengan visi, standar, dan cara pandang basket yang sefrekuensi itu sangat membantu. Jadi pas dipercaya memegang SMAN 13 Palembang sejak Mei lalu, saya merasa lebih efektif membawa sistem kerja yang sudah teruji ini."
.jpg)
Foto kiri: Coach Amar dan Coach Paris bersama skuad SMAN 11 Palembang, Foto Kanan: Coach Amar dan Coach Paris bersama skuad SMAN 13 Palembang
Perjalanan Amar masuk ke dunia kepelatihan terbilang mengalir tanpa rencana jangka panjang. Setelah gantung sepatu sebagai pemain, passion-nya di dunia basket tak pernah benar-benar mati.
Keputusannya merambah ke kancah kepelatihan semakin mantap setelah ia resmi mengantongi lisensi pelatih pada April 2026. Niat semula hanya menambah wawasan, perlahan berubah menjadi panggilan jiwa.
"Dulu pas masih main dan bawa SMAN 11 Palembang sampai runner-up, kepuasan itu cuma dirasakan sendiri di lapangan," jelas Amar.
"Tapi lambat laun saya sadar punya dorongan untuk membagikan ilmu, pengalaman, dan mentality ke generasi berikutnya. Ada kepuasan tersendiri melihat pemain yang dibina dari nol bisa berkembang di lapangan."
Baca Juga: Kelsen Ediansyah, Rookie Xavega yang Gemar Basket dan Seni Barongsai
Kendati demikian, bertransisi dari pemain menjadi pelatih diakui Amar memberikan tekanan mental yang jauh berlipat ganda.
"Beda banget pas jadi pemain sama pelatih. Pas main, fokus cuma ke performa diri sendiri dan eksekusi instruksi," tuturnya.
"Tapi pas jadi pelatih, tantangan terbesarnya adalah manajemen manusia, memahami karakter belasan pemain yang berbeda, menjaga motivasi, sampai memikirkan strategi secara menyeluruh. Tekanannya lebih berasa di pinggir lapangan karena kita enggak bisa ikut lari atau nembak langsung."

Coach Amar Mariza memberikan arahan kepada anak didiknnya di DBL South Sumatra 2026
Kembali menginjakkan kaki di perhelatan DBL South Sumatra menghadirkan sensasi nostalgia yang mendalam bagi Amar.
Meskipun kini berada di luar garis lapangan, atmosfer panas GOR Jakabaring Palembang selalu sukses merindingkan bulu kuduknya. "Rasa nostalgia itu jelas ada dan rasanya magis banget," kata Amar penuh emosi.
"Hal yang paling saya rindukan dari masa jadi pemain itu kehebohan atmosfer court, teriakan suporter, ketegangan detik-detik akhir, dan kebersamaan pas fight bareng tim. Sekarang atmosfernya tetap sama, bedanya saya yang harus menyalurkan energi itu dari pinggir lapangan ke anak-anak."
Baca Juga: Hasil DBL South Sumatra: Kusuma Bangsa Menangi Overtime, Smanlee Tolak Revans!
Menelan kekalahan atas SMAN 5 Palembang di laga pembuka memang jadi ujian awal bagi perjalanan kepelatihan Amar dan Coach Paris di SMAN 13 Palembang.
Namun, bagi seorang mantan finalis yang kini mendedikasikan jiwanya di pinggir lapangan, ini hanyalah babak pertama dari proses panjang pembinaan yang sedang ia bangun.
DBL South Sumatra 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia.
Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”.
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)