Pemandangan hangat tersaji di tribun GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat ketika MAN 3 Jakarta (Manthree) berhadapan dengan SMA 3 PSKD Jakarta (PSKD 3) dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.
Di salah satu sudut tribun, tampak sepasang ayah dan ibu bersama tiga anaknya duduk menyaksikan jalannya pertandingan. Bahkan, sang ibu pun sibuk mengabadikan momen di lapangan, seolah tak ingin melewati setiap momen.
Kehadiran mereka semata-mata demi mendukung Muhammad Zayan Al Ghifary yang tengah melakoni debut bersama skuad Manthree. Bagi Zayan (sapaan karibnya), momen ini menjadi kesempatan pertama sekaligus terakhirnya melantai di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia.
Sayangnya, perjuangan Manthree belum berbuah manis. Mereka harus mengakui kehebatan PSKD 3 setelah menelan kekalahan 47-18.
Baca Juga: Dukungan Mama yang Tak Pernah Surut di Setiap Aksi Andreas Bona Ara
Terlepas dari hasil tersebut, kerja keras yang disuguhkan Zayan selama di medan pertempuran tetap menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi sang ibu, Umu Hani Hazrina.
“Hari ini seru banget karena ini juga jadi pertama dan terakhirnya Zayan karena sudah kelas XII,” buka Hani, begitu ia disapa.

Potret aksi Muhammad Zayan (nomor punggung sembilan) saat laga MAN 3 Jakarta versus SMA 3 PSKD Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta
Siapa sangka, ia punya andil dalam mengarahkan minat Zayan di dunia basket, meski dirinya sendiri tidak terlalu memahami olahraga tersebut.
“Dia mulai basket tuh kelas III SD. Sebenarnya, saya juga enggak tahu kenapa memilih basket, cuma yang saya lihat memang olahraganya seru,” ujarnya.
Mendengar hal tersebut, Zayan mengaku sempat mengambil jeda dari dunia basket. Namun, kecintaannya pada olahraga tersebut kembali tumbuh ketika dirinya mengemban peran sebagai siswa SMA.
Bahkan, dari situlah, ia mulai menaruh rasa penasaran terhadap DBL yang belum pernah didengar sebelumnya.
“Jujur, aku baru tahu DBL pas masuk SMA karena lihat teman-teman dari sekolah lain pada main di DBL. Aku pun enggak nyangka kalau bisa main di DBL pas tahun terakhir,” terang Zayan.
Baca Juga: Momen Bangga Dien Natalia Saksikan Sang Putri Jemput Mimpi di AQUA DBL Dance
Sebagai ibu, Hani tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi sang putra yang sudah mengerahkan performa maksimal. Terlebih, sebagian besar waktu Zayan pun lebih banyak dihabiskan untuk mempersiapkan diri menuju DBL Central Jakarta 2026.
Namun, sedikit berbeda dengan Zayan. Penggawa bernomor punggung sembilan itu tak bisa menutupi rasa kecewa saat harus menerima kenyataan pahit di laga perdana.
“Aku ngerasa belum main bagus di pertandingan ini,” ucapnya.
Melihat sang putra yang dihantui penyesalan, Hani tak lupa melontarkan kalimat penenang yang diharapkan bisa membangkitkan semangat Zayan.
“Mudah-mudahan, Zayan bisa semakin mengasah kemampuannya karena ini baru awal. Apalagi, dia cuma berawal dari hobi, tapi bisa jadi seperti ini, alhamdulillah,” tutup Hani.
DBL Central Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)