Ada cerita yang dibawa Twyster saat mendampingi tim putra SMAN 20 Surabaya (Twenty) di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North. Pada Rabu, 16 September 2026, mereka menghadirkan karakter The Headless Horseman dalam koreografi saat Twenty berhadapan dengan SMAN 13 Surabaya (Thirteen).
Karakter tersebut dipilih dengan membawa pesan tentang semangat yang ingin Twyster sampaikan untuk Twenty. Nabil Khusthar, Ketua Twyster, menjelaskan makna di balik sosok yang mereka tampilkan.
"Koreo yang kita bawa hari ini adalah tokoh The Headless Horseman, atau penunggang kuda tanpa kepala. Artinya semangat juang yang tidak kenal takut serta energi kompetitif yang membara hingga detik terakhir pertandingan," jelas Nabil.
Baca juga: Sinluiers Ajak Alice Lawan Rasa Takut
Pesan tersebut kemudian mereka hubungkan dengan permainan basket. Sosok dalam koreografi menjadi gambaran sebuah tim yang menekan lawan sejak awal hingga memiliki peluang untuk melakukan serangan balik.
“Ibaratnya sebuah tim basket, sosok dalam gambar tersebut mempresentasikan strategi full court press, strategi pertahanan, dan memiliki serangan balik yang mematikan,” lanjutnya.
Bagi Twyster, visual yang mereka bawa ke tribun juga memiliki hubungan dengan perjalanan basket Twenty. Karakter tersebut tidak hanya dipilih karena tampilannya, tetapi juga karena pesan yang ingin mereka kaitkan dengan tim.
“Kalau hubungannya sama Arek Twenty, mau ceritakan juga tentang perjalanan basket Twenty,” ujar Nabil.
Baca juga: Bangkit dari Keterpurukan, THIRTEENRANGERS Terbangkan Phoenix ke DBL Arena
Pesan itu kemudian mengarah pada harapan Twyster terhadap permainan tim yang mereka dukung. Mereka ingin konsep yang dibawa melalui koreografi memiliki gambaran yang sejalan dengan permainan Twenty di lapangan.
“Kita mengharapkan strategi yang full court press atau strategi pertahanan, agar tim basket Twenty memiliki pertahanan yang solid, keren, dan kuat,” lanjut Nabil.
Suporter Twyster meramaikan tribun bersama pemain SMAN 20 Surabaya (Twenty) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Konsep tersebut dipilih melalui pembahasan bersama anggota Twyster. Tim kreatif lebih dulu memberikan usulan, kemudian beberapa anggota turut menyampaikan pendapat sebelum mereka sepakat menggunakan The Headless Horseman.
“Dari sebelumnya kita rembuk dulu untuk match ini menggunakan koreo apa. Dari kreatifnya menyarankan koreo ini, terus kita rembuk bareng lagi. Karena ceritanya bagus dan menarik, ya kita ambil,” cerita Nabil.
Baca juga: Musa, Padang Pasir, dan Unta 4D Twyster Kawal Kemenangan Twenty
Persiapan koreografi berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Seusai pertandingan pada Sabtu, Twyster langsung mengerjakannya mulai Minggu hingga Selasa.
Tiga hari tersebut dimaksimalkan oleh seluruh anggota. Mereka mengerjakan koreografi setelah kegiatan sekolah dengan memanfaatkan waktu yang tersedia.
“Hari pertama kita membuat sketsa koreo. Yang kedua kita mewarnai hingga ada titik titik. Sebenarnya dari match kemarin hari Sabtu selesai, kita latihan dari hari Minggu, Senin, Selasa,” jelas Nabil.
Waktu yang terbatas membuat seluruh anggota ikut mengambil bagian. Selain tim kreatif, anggota Twyster lainnya juga turut membantu agar koreografi dapat selesai sesuai rencana.
"Dari sekolah kita izin, terus kita maksimalkan waktu lah. Ada waktu jeda, kita pakai buat nggarap. Semua dari anggota juga ikut kontribusi," ujar Nabil.
Baca juga: Lanjutkan Tema Mesir Kuno, Twyster Bawa Musa Membelah Laut ke Tribun
Bagi Nabil, pertandingan di Round 2 ini juga terasa berbeda karena menjadi bagian dari penghujung perjalanannya bersama Twyster. Ia sudah bergabung sejak kelas X dan kini duduk di kelas XII.
Setelah tidak lagi menjadi bagian dari kelompok suporter, ia berharap adik kelasnya dapat meneruskan perjalanan Twyster dengan lebih baik.
“Ya semoga bisa meneruskan yang lebih baik. Jaga api, jangan sampai kemadam,” pungkasnya.
Bagi Twyster, koreografi tersebut menjadi cara untuk membawa dukungan langsung ke tribun. Cerita yang mereka pilih juga tetap mereka kaitkan dengan apa yang diharapkan dari permainan Twenty.
Baca juga: Usai Membelah Laut, Twyster Bawa Musa Rayakan Kemenangan Twenty
Kaitan dengan permainan Twenty membuat koreografi tersebut terasa lebih dekat dengan tim yang mereka kawal. Tidak hanya menghadirkan visual di tribun, Twyster juga menitipkan harapan agar tim memiliki pertahanan yang solid dan kuat.
Lewat koreografi itu, Twyster membawa semangat juang dari tribun untuk menemani perjalanan Twenty di Round 2.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMAN 20 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).