SMAN 20 Surabaya mengamankan kemenangan pada laga ketujuh Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Menghadapi SMA Masa Depan Cerah Surabaya di DBL Arena Surabaya, Minggu, 9 Agustus 2026, Putra Twystball menang dengan skor 34-12.
Di balik kemenangan tersebut, ada Twyster yang tak berhenti menghidupkan tribun. Sejak pertandingan dimulai, barisan suporter SMAN 20 Surabaya itu membawa atmosfer berbeda melalui koreografi bertema Mesir Kuno.
Padang pasir menjadi latar. Kisah Musa menjadi inspirasi. Sementara seekor unta empat dimensi berdiri sebagai properti utama yang mereka bawa ke tribun.
Konsep tersebut bukan dipilih tanpa alasan. Twyster ingin menggambarkan perjalanan dari sebuah kebangkitan menuju kemenangan.
“Untuk tema yang kami buat itu temanya Mesir Kuno,” ujar Rama Pramus Setya Dewa, divisi kreatif Twyster.
Baca juga: Spider-Man Noir Jadi Pembuka Misi Smamda Brotherhood di DBL East Java-North
Kisah Musa menjadi salah satu inspirasi utama dalam menyusun koreografi. Perjalanan yang tidak selalu mudah dianggap memiliki kaitan dengan perjuangan Putra Twystball di lapangan.
“Terinspirasi dari kisahnya Musa,” lanjut Rama.
Empat karakter yang ditampilkan dalam koreografi juga memiliki makna tersendiri. Kehadiran mereka menggambarkan sosok yang memiliki kekuasaan sekaligus perjalanan panjang yang tidak lepas dari rintangan.
“Karena menunjukkan yang paling berkuasa,” jelasnya. “Untuk maknanya itu, dia melampaui sebuah perjalanan yang pasti ada rintangan yang dia lewati selanjutnya.”
Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada bentangan koreografi. Di bagian depan tribun, Twyster membawa properti empat dimensi berbentuk unta.
Hewan yang identik dengan perjalanan melintasi padang pasir itu dibuat menggunakan sejumlah material. Kain digunakan sebagai bagian tubuh, sedangkan rangkanya dirakit dari bambu yang dipasang, kawat, obeng, dan baut agar dapat dibongkar-pasang.
Properti tersebut bahkan tidak dikerjakan mendadak menjelang pertandingan.
Twyster sudah mempersiapkannya sekitar satu bulan sebelum laga berlangsung. Waktu tersebut digunakan untuk menyiapkan berbagai kebutuhan, terutama alat dan perlengkapan yang harus dibawa menuju DBL Arena.
Bagian tersebut justru menjadi salah satu pekerjaan yang paling banyak menguras waktu.
“Untuk persiapan yang kami persiapkan itu cukup yang terlama itu untuk persiapan prepare alat sama yang perlu dibawa untuk match tersebut. Itu yang paling lama,” tuturnya.
Baca juga: TENTACLES Bawa Koreo 5D dan Penari Aslinya, Promosikan Ekskul Tari Tradisional
Pemilihan unta pun kembali berkaitan dengan pesan yang ingin disampaikan Twyster kepada Putra Twystball.
Unta dikenal mampu bertahan dalam kondisi padang pasir karena memiliki cadangan energi pada punuknya. Bagi Twyster, kemampuan tersebut menjadi gambaran tentang kekuatan yang dimiliki Putra Twystball.
“Karena saya mengambil sosok unta itu karena dia itu mempunyai yang ada di punuknya kan mempunyai energi untuk hidup di Mesir,” jelasnya.
Analogi itu kemudian diarahkan kepada para pemain.
“Nah, itu bisa diibaratkan basket Twenty mempunyai energi yang cukup banyak untuk mengalahkan tim tersebut,” lanjutnya.
Persiapan Twyster sendiri tidak hanya dilakukan ketika mendekati pertandingan. Aktivitas suporter berlangsung di sekolah. Dukungan dari lingkungan SMAN 20 Surabaya pun menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Latihan dilakukan di sekolah sebelum akhirnya seluruh konsep dibawa ke DBL Arena.
“Kalau latihan kami di sekolah,” ujarnya.
Dukungan sekolah terhadap aktivitas suporter juga disebut sangat besar. Hal itu membuat Twyster memiliki ruang untuk mempersiapkan koreografi sekaligus berbagai perlengkapan yang dibutuhkan.
Sebulan persiapan untuk properti unta akhirnya menemukan panggungnya di laga ketujuh.
Di tribun DBL Arena, Twyster tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan. Mereka membawa sebuah cerita lengkap: Mesir Kuno sebagai latar, Musa sebagai inspirasi, perjalanan penuh rintangan sebagai pesan, dan unta sebagai simbol energi.

Para pemain Putra Twystball berdiri bersama usai pertandingan melawan SMA Masa Depan Cerah Surabaya di DBL Arena Surabaya.
Semua diarahkan untuk satu tujuan yang sama: mengawal Putra Twystball menuju kemenangan.
Namun, bagi Twyster, satu kemenangan belum cukup untuk membuat perjalanan berhenti.
Masih ada laga berikutnya. Masih ada target yang harus dikejar.
“Pesan saya untuk tim basket seterusnya saya ingin tim basket sampai bisa mendapatkan kejuaraan tersebut dan jangan mengecewakan suporter yang mendukungmu,” pesannya.
Ia juga meminta para pemain tetap menjaga semangat dan kekompakan sepanjang perjalanan mereka.
“Semangat terus dan kompak selalu. Jangan meremehkan dan berikan hasil yang maksimal.”
Malam itu, Twyster menjadi bagian dari perjalanan Putra Twystball. Bukan hanya melalui suara dari tribun, tetapi juga lewat cerita yang mereka bangun dalam setiap bagian koreografi.
Padang pasir, kisah Musa, perjalanan penuh rintangan, hingga unta empat dimensi akhirnya bertemu dalam satu panggung.
Sebuah cerita tentang energi untuk terus melangkah, bahkan ketika perjalanan menuju tujuan masih panjang.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Kebut Sejak Juli, Ultras Madness Siapkan Sonic untuk Kawal Putra Smatag
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).