Bagi Bernard Kevin, butuh waktu dua musim hingga akhirnya bisa selangkah lebih dekat dengan impiannya. Yakni, mengenakan seragam skuad putra SMA Jubilee Jakarta di Indonesia Arena.
Musim lalu, keinginan itu sempat tertunda setelah Kevin (sapaan akrabnya) belum berhasil lolos seleksi roster 5on5. Dari situ, ia pun harus lebih dulu melantai di ajang AZA 3X3 Competition 2025 North Jakarta.
Menerima kenyataan bahwa dirinya belum terpilih bukanlah hal yang mudah. Perasaan kecewa yang menyelimuti sempat membuat Kevin berpikir untuk meninggalkan dunia basket yang sudah ia tekuni sejak di bangku SMP.
Beruntung, Kevin tidak menghadapi masa sulit itu seorang diri. Ada seorang kakak yang selalu setia berada di belakangnya. Sosok kakak tersebut adalah Benedict Kenneth.
Menariknya, Kenneth, begitu ia disapa, merupakan salah satu alumnus yang sukses membawa SMA Karangturi Semarang menguasai takhta kampiun DBL Central Java-North pada musim 2024 dan 2025.

Potret Benedict Kenneth saat Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Java Championship
Ya, Kenneth menjadi salah satu saksi dari perjalanan penuh lika-liku yang dilalui oleh sang adik sebagai student-athlete.
“Pas itu, dia memang cerita kalau sempat pengin berhenti dan bingung harus ambil keputusan kayak gimana. Tapi, aku bilang untuk serahkan semua ke Tuhan. Terus, harus tetap tambah latihan dan jangan pasrah sama keadaan,” ungkap Kenneth.
Baca Juga: Cerita 2 Rookie Jubilee, Dibayangi Tekanan hingga Mimpi Lanjutkan Dominasi
Harus diakui, ketertarikan Kevin terhadap basket memang dipengaruhi oleh sosok Kenneth yang sudah lebih dulu menekuni olahraga tersebut. Saat itu, ia secara sengaja mengajak sang adik untuk ikut latihan sekaligus menemani dirinya.
Dari situ, Kevin semakin serius menempa dirinya dengan serangkaian latihan intens. Kesungguhannya menggeluti basket bahkan membuatnya mengambil keputusan besar, yakni merantau dari Semarang ke Ibu Kota demi mengejar impian.
“Rantau itu full keputusan dia (Kevin) sendiri. Kita sebagai keluarga cuma support. Orang tua juga kasih tahu positif dan negatifnya merantau kayak apa dan harus siap menjalani itu,” ucap Benedict.
Kevin pun datang ke Jakarta dengan memikul ambisi besar. Karena itulah, kegagalan saat seleksi roster 5on5 musim lalu menjadi tamparan besar bagi dirinya yang sudah mengerahkan pengorbanan besar.
Sebagai seorang kakak, Benedict tentu merasa bangga melihat Kevin memilih untuk bangkit dan kembali berjuang. Terlebih, ia bisa menyaksikan langsung bagaimana sang adik bekerja keras demi membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian dari skuad Jubilee.
“Pas akhirnya lolos seleksi, dia senang banget, sih. Dia video call sambil lompat-lompat kesenengan. Waktu itu, diumuminnya kan hampir tengah malam, jadi pas tahu pengumuman itu langsung hilang ngantuknya,” ceritanya.

Potret Bernard Kevin saat Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Namun, Kevin tentu tidak bisa langsung berpuas diri. Justru, pencapaian tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang yang harus ia lalui bersama rekan-rekan setimnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta. Benedict pun melihat keseriusan sang adik dalam menjalani setiap prosesnya.
Sebagai gantinya, Benedict juga berusaha selalu hadir memberikan dukungan. Ia kerap menyempatkan diri untuk menyaksikan langsung perjuangan Kevin dari tribun. Terlebih, ia kini lebih leluasa untuk melakukannya karena tengah menempuh pendidikan di Universitas Ciputra Jakarta.
“Dia masih sering tanya-tanya soal evaluasi habis tanding. Terus, aku juga akhirnya suka rewatch video pertandingannya dan kasih tahu kesalahan mana yang harus diperbaiki untuk next match,” tuturnya.
Baca Juga: Mimpi yang Dirawat Sejak SMP, Kini Membawa Amirul Mukminin ke Indonesia Arena
Ia menilai, Kevin masih perlu mengasah kemampuannya dalam mengambil keputusan secara cepat selama di lapangan.
“Kadang, dia tuh masih kurang mempertimbangkan kayak misal passing ke sini apa yang bakal terjadi,” sambungnya.
Terlepas dari itu, ia yakin bahwa adiknya akan berupaya keras untuk membenahi kekurangan tersebut. Sebagai kakak, Kenneth pun tak sabar untuk menyaksikan aksi Kevin saat Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta di Indonesia Arena nantinya bersama kedua orang tua.
Sebagai penutup, Kenneth pun sudah memiliki sebuah pesan khusus yang ditujukan pada sang adik.
“Tetap jadi Kevin yang humble dan jangan merasa tinggi hati karena bakal ke Indonesia Arena, terus tetap diperbaiki lagi kesalahan-kesalahan kecilnya,” tutup Kenneth.
Final DBL Jakarta di Indonesia Arena termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)