DBL ACADEMY

Junior DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Elwood Keenan Chandra saat membela Kolese Kanisius Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Elwood Keenan Chandra menjalani musim yang berbeda pada tahun keduanya bersama Kolese Kanisius Jakarta.

Di gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta Championship, ia dan Kanisius sudah harus berjuang mati-matian sejak laga pertama. 

Berhadapan dengan Bunda Mulia School Jakarta, mereka harus menelan kekalahan dengan skor 35-32. Kanisius pun akhirnya tereliminasi setelah kalah tipis dari SMA Pangudi Luhur Jakarta (42-41) di laga perebutan Fantastic Four.

Musim ini, Elwood dan Kanisius langsung berhasil menunjukkan permainan dan potensi yang lebih menjanjikan. Pertandingan pertama mereka di babak Championship berakhir sempurna dengan skor akhir 43-28 melawan SMA Dian Harapan Jakarta.

Kemenangan itu berjarak 15 poin. Sebelum musim ini, Kanisius selalu turun ke lose bracket karena kalah di laga pertama babak Championship. 

Namun, kehebatan mereka itu kemudian benar-benar diuji di pertandingan berikutnya. Mereka dijadwalkan untuk bertanding dengan Runner Up DBL Jakarta musim lalu, SMA Jubilee Jakarta, pada 25 Oktober 2026.

Baca Juga: Kanisius Resmikan Gelar Back-to-back Champion di DBL Central Jakarta 2026!

Jubilee bukanlah lawan yang asing bagi Kanisius. Ketika DBL North & Central Jakarta masih menjadi satu kesatuan, keduanya selalu bertemu di partai puncak selama 3 musim beruntun (2022 sampai 2024).

Dalam kurun tersebut, Kanisius memang selalu harus mengakui keunggulan Jubilee. Namun, seiring berjalannya waktu, permainan dan jiwa bertarung mereka terus meningkat. Setelah kalah 23 poin pada 2022 (75-52) dan 21 poin pada 2023 (83-62), Kanisius mampu memangkas jarak itu menjadi enam poin saja pada 2024 (86-80).

Kini bertemu di babak Championship, Elwood memiliki peluang untuk mengubah sejarah bersama Kanisius. Momentumnya tidak pernah sekuat ini.

Jelang pertandingan, Elwood selalu mempertahankan rutinitas yang sama. Sebelum berangkat, ia selalu melakukan sesi doa bersama seluruh anggota keluarganya.

“Ini beneran bikin pikiran saya jadi tenang,” sebut Elwood.

Beberapa menit sebelum pertandingan dimulai, Elwood melakukan bentuk persiapan yang serupa dengan rekan-rekan setimnya. Pemanasan, mengatur napas, dan menciptakan suasana positif untuk memperkuat mentalitas mereka.

Baca Juga: Latihan Shooting Ribuan Kali, Jacob Sabet Gelar Back-to-Back MVP Junior DBL!

Namun, ada satu hal spesifik yang tidak bisa Elwood lewatkan. “Saya juga selalu minum ice americano sekitar 20 menit sebelum main,” katanya.

Ya, manfaat dari kopi tidak hanya dirasakan oleh sejumlah kalangan seperti pelajar dan pekerja kantoran. Student-athlete seperti Elwood juga makin bersemangat setelah minum kopi.

Mengonsumsi kopi sebelum pertandingan dapat meningkatkan fokus pemain di lapangan. Pikiran mereka bisa menjadi lebih tajam. Rutinitas ini juga telah lama dipraktikkan sejak era 1980-an oleh atlet-atlet basket profesional di Eropa dan Amerika Serikat.

Waktu terus berjalan. Sudah saatnya Elwood dan Kanisius masuk ke lapangan.

Di balik kekompakan Elwood dan Kanisius saat pemanasan, mereka benar-benar menyimpan satu keinginan besar untuk menang. Sebab, untuk berdiri dan tiba di momen ini, mereka harus melalui perjalanan panjang. Perjalanan yang menguji ketangguhan dan kepercayaan mereka satu sama lain.

***

Menjalani misi yang serius tentu membutuhkan persiapan yang matang. Dalam setahun terakhir, skuad Kanisius telah konsisten menjalani latihan sebanyak empat hingga lima kali dalam seminggu.

Intensitas latihan yang tinggi memiliki dua arti. Mereka sungguh-sungguh berupaya untuk membawa permainan mereka ke level yang lebih tinggi. Di sisi lain, aktivitas tersebut menuntut waktu pemulihan yang optimal.

Dengan kata lain, Elwood dan Kanisius harus rela mengorbankan banyak waktu luang mereka dengan sepenuh hati agar bisa menggapai mimpi mereka. 

“Kita semua sebagai student-athlete mengutamakan belajar dan latihan daripada kegiatan apa pun,” tutur Elwood.

Elwood

Elwood Keenan Chandra mengendalikan bola untuk Kolese Kanisius Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Bagi Elwood, tuntutan seperti inilah yang ingin ia cari. Sejak kecil, ia sudah menggemari dan mencoba banyak olahraga, mulai dari tenis hingga berenang. Namun, Elwood akhirnya memilih basket karena menurutnya olahraga ini sangat menantang dan membutuhkan kerja sama tim.

“Selalu ada yang bisa kita pelajari buat jadi lebih baik. Terus bisa kenalan juga sama teman baru. Semenjak itu, basket jadi olahraga yang saya fokuskan terus sampai sekarang,” jelasnya.

Baca Juga: Elliott dan Lennox, Kakak-adik yang Antar Kanisius Raih Gelar Keempat

Selain mengasah teknik bermain, Elwood dan Kanisius juga tidak pernah berhenti untuk membangun dan memperkuat chemistry tim. Mereka mengupayakan itu melalui team bonding seperti pergi ke luar kota atau menginap bersama.

Tujuannya bukan hanya untuk membentuk komunikasi yang solid di lapangan, tetapi juga untuk menjalin kedekatan dan mempererat persaudaraan di luar lapangan.

“Kita semua percaya kalau kita bisa jadi tim yang makin bagus kalau kita percaya satu sama lain,” ungkap Elwood.

Bukan hanya itu, Elwood dan Kanisius juga selalu menghidupi salah satu prinsip yang menjadi identitas Kolese Kanisius Jakarta, yaitu “Man for Others”. Artinya, mereka harus selalu memiliki tujuan yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.

“Pelatih dan sekolah selalu mengingatkan kita untuk main demi keberhasilan tim. Jangan main untuk diri sendiri. Kita main untuk ALASKA (kelompok suporter Kanisius) dan teman-teman yang sudah datang jauh-jauh,” tutur Elwood.

ALASKA

Momen kelompok suporter Kolese Kanisius Jakarta mendukung tim basket mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Dengan demikian, Elwood dan Kanisius akan selalu berjuang sampai akhir demi orang-orang yang telah setia mendukung dan menemani perjalanan mereka.

Kemudian, perjuangan Kanisius ini tentu tidak lepas dari Coach Givson sebagai kepala pelatih. Sejak pertama kali datang menahkodai Kanisius pada 2024, ia selalu mendorong Elwood dan teman-temannya untuk berprogres menjadi lebih baik setiap harinya.

Baca Juga: Coach Givson: Hijrah dari Buksi, Kini Bawa Kanisius Juara

Coach Givson pun tidak hanya mengemban tanggung jawab itu ketika di lapangan. Dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan ia juga bertugas sebagai “ayah” kedua mereka.

Seluruh pemain Kanisius memiliki potensinya masing-masing, termasuk Elwood. Oleh karena itu, Coach Givson selalu bertekad untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi mereka untuk bersinar. Di tengah membangun kedisiplinan, tumbuh rasa percaya yang kuat di antara mereka layaknya keluarga.

Givson

Coach Givson saat melatih Kolese Kanisius Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

“Coach Givson terbuka banget sebagai pelatih. Selalu menyuruh kita untuk menyampaikan pendapat kita ke satu sama lain. Jadi, kita sebagai player juga semua jadi lebih dekat dan percaya satu sama lain,” tegas Elwood.

Tidak lupa, kedua orangtua Elwood juga memiliki peran penting dalam perkembangan Elwood sebagai student-athlete. Mereka memang tidak ada yang pernah bermain basket. Akan tetapi, mereka selalu mengajarkan kepada Elwood untuk totalitas dalam segala hal yang ia jalani.

Setiap Elwood bertanding, mereka juga selalu menyaksikan dan memberi dukungan. Dalam kondisi apa pun, kedua orangtua tidak pernah lelah memberi semangat kepada sang anak yang telah mengorbankan banyak hal untuk meraih mimpi. Tidak jarang juga mereka menjadi tempat bagi Elwood untuk bercerita dan berkeluh kesah.

“Mereka juga punya prinsip yaitu percaya akan proses, to always try to push myself to the limit every practice, dan nikmatin aja prosesnya,” ucap Elwood.

Semua kerja keras dan keringat yang dicurahkan untuk mendobrak batasan itu telah membuahkan hasil pada musim ini. Kini, yang harus mereka lakukan adalah menuntaskan misi tersebut.

***

Bermain di panggung yang penuh dengan sorotan tentu mendatangkan tekanan tersendiri untuk Elwood. Namun, ia tidak membiarkan hal tersebut menghantuinya. Memulai laga dari bangku cadangan, Elwood tetap tenang dan mengandalkan seluruh rekan setimnya.

“Saya gak tahu perkara kita bisa ngimbangin mereka (Jubilee) atau enggak. Tapi yang saya tahu, tim ini sudah mempersiapkan DBL dengan sangat disiplin dan keras,” tuturnya.

Selain berjuang membawa pulang kemenangan, mereka juga ingin memberikan hasil yang terbaik untuk membanggakan sekolah. “Kita selalu siap melakukan apa pun demi sekolah kita,” tambah Elwood.

Setelah hampir 5 menit berjalan pada kuarter pertama, Elwood akhirnya masuk ke lapangan menggantikan rekannya, Oliver Yohan Yang. Pertandingan sudah berlangsung intens saat itu. Kanisius memimpin 4-2 atas Jubilee.

Kanisius memang sudah unggul dalam kondisi itu. Namun, mereka tetap membutuhkan sentakan yang berarti di sisi menyerang. Di momen inilah Elwood dibutuhkan.

Benar saja, di possession berikutnya, Elwood langsung memberikan kontribusi. Setelah membawa bola masuk ke area menyerang, cowok bertinggi badan 168 cm itu langsung meluncurkan tembakannya dari luar garis busur besar dan masuk tepat sasaran. 

Baca Juga: Double-Double di Laga Debut, Nadia Simpan Mimpi Bermain di Indonesia Arena

Elwood

Elwood Keenan Chandra menembak bola untuk Kolese Kanisius Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Kemudian, menjelang akhir kuarter kedua, Elwood juga berhasil mencetak layup untuk memperkuat momentum Kanisius. Sekitar 4 menit sebelumnya, mereka tertinggal enam poin (19-13). Berkat aksi Elwood pada detik-detik akhir itu, Kanisius berhasil memperkecil kedudukan menjadi dua poin saja (19-17).

Laga berlangsung semakin panas pada kuarter ketiga. Setiap Kanisius mencetak angka, Jubilee bisa memberikan balasan. Keunggulan yang dimiliki kedua tim tidak pernah lebih dari empat poin.

Elwood juga mengambil bagian dalam pertarungan sengit tersebut. Sama seperti pada kuarter pertama, Elwood lagi-lagi langsung memberikan permainan yang impresif. 

Kali ini, setelah melesakkan tripoin, ia langsung menambahnya dengan layup di kesempatan berikutnya. Kanisius yang sebelumnya tertinggal empat poin (25-21) terus mendekat hingga berjarak setengah bola saja (27-26) hanya dalam 1 menit 28 detik. 

Situasi semakin menegangkan pada kuarter penghujung. Terlihat jelas jika Kanisius dan Jubilee sama-sama ingin memenangi pertandingan ini. Ketika Jubilee berhasil menjauhkan jarak menjadi tiga poin (31-28), Elwood kembali hadir untuk menyamakan kedudukan. Tripoinnya sungguh efisien di laga ini.

Bahkan, tembakan itu Elwood ambil jauh dari garis tripoin dengan penuh kepercayaan diri. Mereka menyebutnya sebagai deep three. Ratusan penonton bersorak sorai dari bangku tribun.

Baca Juga: Tekad Jill Annabelle Menuju Indonesia Arena Masih Akan Berlanjut Musim Depan

Hal yang serupa juga terjadi dengan sisa waktu 1 menit 40 detik. Tertinggal dua poin (35-33), Elwood memilih untuk menerobos pertahanan Jubilee dan masuk ke paint area. 

Di depannya, ada Chimaobi Nzekwue, salah satu penggawa Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 yang memiliki postur 189 cm. Ia telah mengoleksi dua blok. Butuh nyali yang besar untuk berhadapan dengannya, apalagi di momen-momen krusial.

Elwood

Elwood Keenan Chandra melakukan floater di depan Chimaobi Nzekwue di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Kendati demikian, Elwood memiliki senjata yang tepat untuk menyerang dalam kondisi tersebut. Ia tidak memaksa masuk sampai bawah ring, tetapi cukup melakukan floater yang tinggi. Chima tidak bisa menggapainya. Bola akhirnya masuk dengan mulus. Kanisius masih tetap bertahan hidup.

Jubilee masih bisa memberikan pembalasan di possession berikutnya. Dengan sisa waktu 58 detik, Elwood kembali mendapatkan kesempatan di ujung lapangan untuk menyamakan kedudukan.

Meleset.

Sejak momen itu, Jubilee seperti langsung sepenuhnya mengambil alih kendali pertandingan. Mereka berhasil membongkar pertahanan Kanisius dan menemukan celah untuk mencetak skor di dekat ring. 

Jubilee unggul 39-36 dengan sisa waktu 25 detik.

Kanisius tetap pantang menyerah. Masih ada banyak waktu berharga untuk mengejar ketertinggalan. 

Sayang, upaya mereka pada detik-detik akhir masih belum memberikan hasil yang memuaskan. Jubilee akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 40-36. 

***

Elwood dan Kanisius sudah sedekat itu untuk mencuri kemenangan dari Jubilee. Di laga itu, Elwood akhirnya mengumpulkan total 15 poin dan 3 tripoin. Akurasi tripoinnya menyentuh angka 75 persen. Hanya Elwood yang mampu menyumbang angka lewat tripoin untuk Kanisius.

Namun, ini bukan berarti mereka sudah tereliminasi. Mereka masih memiliki satu nyawa untuk melaju ke Fantastic Four.

Kanisius akhirnya mampu memamerkan aksi yang dominan melawan Bunda Mulia School Jakarta di laga berikutnya (46-28). Itu juga sekaligus menjadi momen revans Elwood dan Kanisius setelah kalah dramatis pada musim lalu.

Di babak Fantastic Four, mereka kembali bertemu dengan Jubilee. Elwood dan Kanisius tetap memberikan penampilan yang mentereng sepanjang pertandingan. Kedua tim bergantian mengambil alih kedudukan, bahkan Kanisius sempat unggul hingga enam poin.

Sayang, langkah Elwood dan Kanisius pada musim ini harus berhenti setelah buzzer terakhir berbunyi. Dengan kemenangan 54-46, Jubilee berhak menerima tiket menuju Final DBL Jakarta 2026 di Indonesia Arena.

Baca Juga: Hasil DBL Jakarta Championship: Deretan Drama Hiasi Babak Fantastic Four!

“Pastinya sedih ya kalah, tapi kita ambil positifnya. Anggap sebagai batu loncatan untuk jadi tim yang lebih baik lagi untuk tahun depan,” sebut Elwood.

Elwood lantas menghampiri rekan setimnya satu per satu. Memeluk dan memberi semangat. Ia percaya bahwa kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya.

Elwood

Momen kebersamaan Elwood Keenan Chandra bersama rekan setimnya setelah gugur di Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Meski begitu, ada satu hal yang tidak bisa Elwood ulangi dan perjuangkan lagi pada musim berikutnya, yaitu bermain dengan para seniornya.

“Kita sudah berjuang dan kasih yang terbaik. Sedih juga harus pisah sama kakak kelas yang sudah kelas XII, bentar lagi sudah gak main bareng lagi. Pasti DBL ini momen yang gak mungkin bisa kita lupain,” ungkapnya.

Kini menduduki bangku kelas XI, Elwood masih memiliki satu kesempatan lagi untuk terbang lebih tinggi pada musim depan. Waktu-waktu yang tersisa ini tidak akan ia sia-siakan.

“Buat tahun depan pasti mimpi kita main di Indonesia Arena. Appreciate banget untuk DBL sudah kasih panggung buat anak-anak SMA kayak kita. Setiap tahun adain final di Indonesia Arena,” katanya.

Baca Juga: Quadruple Record! Indonesia Arena Kembali Jadi “Rumah” Final DBL Jakarta

Elwood sungguh berterima kasih atas segala yang diberikan kakak-kakak kelasnya. Mereka telah berjuang bersama-sama dan memberi contoh yang baik untuk menjadi pribadi yang saling membangun.

“Good luck nanti untuk semua kuliahnya. Sebagai penerus dan senior tahun depan, kita akan lanjutkan rasa kekeluargaan yang sudah kita bentuk sama-sama,” pesan Elwood kepada mereka.

Kini, Elwood dan teman-temannya akan selalu berjuang untuk meneruskan legacy yang sudah ditinggalkan oleh para senior mereka. 

Kolese Kanisius Jakarta

Momen kebersamaan tim basket Kolese Kanisius Jakarta bersama tim dance dan kelompok suporter di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Mimpi menuju Final DBL Jakarta itu harus diperjuangkan bersama-sama. Mereka akan terus memperkuat rasa kebersamaan dan saling mendukung, terutama bersama adik-adik kelas yang masih membutuhkan adaptasi.

“Kita latihan lagi yang rajin dan perkuat tim ini supaya bisa kompak dan menuju Indonesia Arena sama-sama tahun depan. Pastinya semua dalam nama Tuhan,” tutup Elwood.

Terima kasih sudah berjuang sepenuh hati, Elwood! Sampai jumpa lagi di gelaran musim depan.

DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.

Baca Juga: Ketika Finalis DBL Jakarta 2026 Bertemu untuk Menyambut Mimpi di Indonesia Arena

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS