DBL ACADEMY

Junior DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ibu Adna saat menghadirkan eksperimen di luar kelas (Foto: dokumentasi pribadi)

Setiap siswa tentunya memiliki cara tersendiri dalam memahami pelajaran. Ada yang lebih mudah menangkap materi melalui penjelasan di kelas, ada juga yang justru membutuhkan pengalaman langsung untuk memahami konsep yang dipelajari. Hal itulah yang ditemukan Adna selama mengajar Fisika di SMA Hidup Baru, Bandung.

Sebagai guru yang mengampu mata pelajaran Fisika, Adna kerap dihadapkan dengan anggapan bahwa mata pelajaran yang diampunya sulit dan membosankan. Banyak siswa merasa Fisika identik dengan rumus yang harus dihafalkan. Namun, ia tidak ingin persepsi tersebut membuat murid kehilangan kesempatan untuk menikmati proses belajar.

Ia menyadari betul bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Salah satu contohnya adalah student-athlete yang tidak hanya belajar di kelas tetapi juga mengikuti berbagai kompetisi olahraga untuk membanggakan nama sekolah. Mereka cenderung lebih menyukai kegiatan belajar yang melibatkan aktivitas fisik dan tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas.

Momen Adna memberikan pembelajaran dengan fenomena melalui media digital phet simulator (Foto: dokumentasi pribadi Adna)

Baca Juga: DBL Super Teacher: Afifah dan Misi Hidupkan Bahasa Inggris lewat Karya Sastra

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Adna menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Ia terlebih dahulu melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kecenderungan belajar siswa. Setelah itu, metode pembelajaran disesuaikan agar materi dapat diterima dengan lebih mudah.

“Salah satu materi yang saya ajarkan melalui pendekatan ini adalah gerak parabola. Saya tidak hanya menjelaskan konsep dan rumus di papan tulis, tetapi juga mengajak siswa keluar kelas untuk melakukan aktivitas free throw dalam permainan basket,” bebernya, Kamis, 5 November 2026.

Melalui gerakan melempar bola ke arah ring, siswa dapat mengamati secara langsung konsep lintasan gerak yang sedang mereka pelajari. Sementara itu, bagi siswa yang gemar bermain game, Adna menghadirkan media sederhana seperti Angry Birds untuk membantu mereka memahami materi yang sama. Permainan tersebut menjadi sarana untuk mengamati lintasan benda dan menghubungkannya dengan konsep gerak parabola.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran Fisika terasa lebih dekat dengan keseharian murid. Mereka tidak hanya berhadapan dengan deretan rumus, tetapi juga melihat bagaimana konsep Fisika hadir dalam aktivitas yang mereka sukai.

Menghadirkan fenomena Fisika ke dalam pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan Adna agar siswa lebih mudah memahami materi. Ia berusaha tidak terpaku pada metode konvensional, melainkan mencari pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Hanny Kurniawan Seimbangkan Logika dan Kreativitas

Pengalaman mengajar tersebut juga berkaitan erat dengan perannya sebagai pembina ekstrakurikuler basket dan OSIS yang mulai ia jalani sejak 2025. Sebagai pembina basket, ia memahami bahwa siswa yang aktif sebagai student-athlete tetap memiliki tanggung jawab sebagai pelajar.

“Saya menekankan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, baik dalam pembelajaran Fisika maupun kegiatan olahraga,” terang Adna.

Menurutnya, seorang pemain basket harus bertanggung jawab menjalankan perannya di lapangan. Prinsip yang sama juga berlaku ketika mereka berada di kelas, termasuk dalam menyelesaikan tugas akademik.

Potret Adna saat menjadi pembina basket dalam acara “Hiba Festival” (Foto: dokumentasi pribadi Adna)

Perjalanan mendampingi tim basket sekolah pun menjadi pengalaman tersendiri. Sebelum Adna menjadi pembina, ekstrakurikuler basket di SMA Hidup Baru sempat vakum cukup lama. Sekolah juga belum memiliki nama tim maupun jersey khusus.

Dengan keterbatasan sarana dan perlengkapan, Adna mulai mendampingi siswa yang ingin kembali mengembangkan kemampuan bermain basket. Ia mencari pelatih, mendukung proses latihan, hingga berusaha membuka kesempatan agar tim bisa mengikuti kompetisi.

“Kami terus berlatih dan berusaha memberikan dukungan terbaik untuk tim. Sampai akhirnya, mereka bisa mengikuti AZA 3x3 Competition 2026 West Java-East dan tahun ini berhasil mencapai babak Sweet Sixteen,” ungkap Adna.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Saipul Effendi Bantu Siswa Temukan Potensi Lewat OSIS

Dari perjalanan itu, lahirlah nama CRASH, singkatan dari Ciumbuleuit Ruthless Attacking Squad of HIBA. Nama tersebut terinspirasi dari daya juang para pemain yang tidak menyerah meski memiliki keterbatasan perlengkapan dan fasilitas. Mereka tetap berlatih dan tidak merasa minder ketika harus menghadapi lawan dari sekolah lain.

Adna juga ingin para pemain memahami bahwa menjadi student-athlete tidak berarti mengesampingkan pendidikan. Ia berharap siswa dapat terus berkembang di lapangan sekaligus menjaga tanggung jawab akademiknya.

Adna saat menjadi pembina osis dalam acara “Hiba Festival” (foto: dokumentasi pribadi Adna)

Pengalaman mengajar dan mendampingi kegiatan nonakademik mendorong Adna untuk terus mencari cara agar keduanya dapat berjalan beriringan. Salah satu gagasan yang ingin ia kembangkan adalah pembelajaran yang memanfaatkan media digital, seperti TikTok dan Instagram.

Ia telah mulai membagikan video-video menarik yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Dengan begitu, siswa dapat mengakses kembali materi kapan pun dan di mana pun, termasuk ketika memiliki kesibukan dalam kegiatan nonakademik.

Adna menilai media digital dapat menjadi sarana pendukung agar siswa tetap memiliki akses terhadap pembelajaran di luar jam sekolah. Materi tidak hanya berhenti ketika kegiatan di kelas selesai, tetapi bisa dipelajari kembali sesuai kebutuhan masing-masing murid. Keinginan untuk terus berkembang itu pula yang mendorongnya mengikuti DBL Super Teacher 2026. 

“Saya ingin menjadi seorang Super Teacher yang terus bisa memberikan pelayanan pembelajaran terbaik dan menjadi moral support terhadap mimpi semua siswa saya. Karena saya percaya bahwa mimpi semua anak punya hak yang sama untuk dihidupkan,” pungkasnya.

Adna adalah salah satu dari Top 24 DBL Super Teacher yang akan menjalankan bootcamp 18-21 November 2026 di Jakarta. Mari terus dukung perjuangan Ibu Adna dalam mendampingi bakat dan membentuk karakter masa depan generasi muda Indonesia.(*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS