Dari Ajakan Papa, Felix Temukan Rumah di Basket

| Penulis : 

Felix Leonard Manuel tidak pernah merencanakan basket sebagai bagian dari hidupnya sejak kecil. Semua bermula dari ajakan sang Papa ketika ia masih duduk di kelas II SD.

Saat itu, Papa Felix yang pernah bermain basket semasa sekolah meminta anaknya mencoba olahraga tersebut. Felix pun mengikuti ajakan itu dan mulai menjalani latihan intens.

“Awalnya disuruh sama orang tua, terutama Papa. Terus ikut basket, habis itu ya senang aja,” cerita Felix.

Ternyata, ajakan sederhana itu menjadi awal perjalanan panjangnya. Felix langsung merasa nyaman ketika berada di lapangan. Ia menyukai aktivitas bermain basket, termasuk kebiasaannya berlari dan terus bergerak selama permainan.

“Langsung nyaman sih. Soalnya aku suka lari juga,” ujarnya.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Vita Menang Dramatis Atas Bigten!

Basket yang awalnya hanya dicoba karena ajakan Papa perlahan berubah menjadi bagian dari kesehariannya. Felix bahkan sudah mengenal atmosfer kompetisi sejak duduk di bangku SMP.

Selama 3 tahun, ia tampil di Junior DBL bersama SMP Gloria 1 Surabaya. Kini, Felix menjalani musim keduanya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North bersama SMA Gloria 1 Surabaya.

Ada perbedaan yang ia rasakan ketika berpindah dari Junior DBL ke DBL. Bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga suasana di sekitar lapangan.

“Atmosfer di DBL lebih seru karena suporternya lebih banyak,” ujarnya.

Musim keduanya bersama Gloria juga terasa berbeda. Pengalaman dari musim sebelumnya membuat Felix mulai lebih terbiasa dengan pertandingan. Kepercayaan dari pelatih pun perlahan membuatnya mendapat kesempatan bermain lebih banyak.

Baca juga: Smanda Force Membuka Cerita Lama dan Menulis Langkah Baru Mereka

“Lebih banyak menit bermainnya daripada kelas X. Mungkin karena sudah lebih berpengalaman juga,” katanya.

Kepercayaan tersebut membuat Felix semakin nyaman menjalani pertandingan. Ia juga merasa dorongan dari sang pelatih membantunya untuk terus berkembang.

“Coach juga lebih percaya sama aku. Terus coach sering ngasih semangat,” tuturnya.

Namun, perjalanan Felix bersama basket tidak hanya berlangsung ketika ia berada di sekolah atau lapangan pertandingan. Di rumah, ia sesekali tetap berlatih mandiri.

“Kadang latihan sendiri di rumah. Paling dribbling sama finishing,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari kedua orang tuanya. Papa dan Mama Felix masih rutin menyaksikan pertandingan. Bahkan, setiap laga selesai, Felix terbiasa mendengarkan evaluasi dari sang Papa.

Baca juga: Alvaro Xavindra Dedikasikan Kemenangan Putra Smantaru untuk Mama dan Papa

Papa tidak hanya mengatakan apakah permainan Felix sudah bagus atau belum. Mereka terkadang melihat kembali pertandingan bersama, kemudian membicarakan bagian-bagian yang masih bisa diperbaiki.

“Biasanya Papa evaluasi. Habis pertandingan itu kita lihat bareng videonya, terus Papa kasih tahu tadi harusnya aku ngapain,” cerita Felix.

Bagi Felix, masukan tersebut bukan sesuatu yang harus dihindari. Ia justru mencoba menjadikannya bahan untuk pertandingan berikutnya.

“Ya aku terima aja. Terus dicoba di pertandingan selanjutnya,” katanya.

Perjalanan bersama Gloria 1 juga mempertemukannya dengan sang kakak, Arnett Evantius Manuel. Musim lalu, ketika Felix masih kelas X dan Arnett duduk di kelas XII, keduanya sempat berada di satu tim Gloria 1.

Bagi Felix, bermain bersama kakaknya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Setelah bertahun-tahun sama-sama berada di lingkungan basket, keduanya akhirnya mendapat kesempatan berbagi lapangan di panggung DBL.

Baca juga: “Playoffs?” Pertanyaan Coach Yogi yang Terjawab

“Senang sih bisa main bareng koko,” ujarnya.

Kini, Arnett sudah melanjutkan pendidikan di Taiwan. Meski tidak lagi berada di lapangan yang sama, komunikasi keduanya tetap berjalan.

Arnett masih menyempatkan diri menonton pertandingan Felix lewat live streaming ketika bisa. Setelah pertandingan, sang kakak juga masih memberikan masukan.

“Kalau bisa dia nonton, terus kadang kasih saran juga,” kata Felix.

Dari seorang anak yang dulu hanya mengikuti ajakan Papa, Felix kini sudah berada di fase yang berbeda. Ia bukan lagi sekadar mencoba basket, tetapi ikut membawa Gloria 1 melangkah lebih jauh.

Kesempatan itu datang setelah Gloria 1 memastikan tiket menuju Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Gloria 1 mengalahkan SMAN 20 Surabaya dengan skor 37-6. Felix turut membantu kemenangan tersebut dengan torehan 7 poin dan 4 rebound.

Baca juga: Energi Kompetitif Jadi Bekal William untuk Bawa Ciputra Raih Target Musim Ini

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

 

Populer

Alami Cedera ACL dan Meniskus, Deandra Bangkit Lebih Kuat untuk Meraih Mimpinya
MVP DBL 2021: Albert Richard Akhirnya Bisa Balas Ejekan Kakak
Kemenangan Vita Jadi Penutup Raditya Ibrahim sebelum Rehat Panjang
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East 2026, Minggu 20 September
Tiga Tahun Rasyid Aaqil Menanti, Mimpi Dua Empat ke Big Eight Akhirnya Terwujud