ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Deandra Radik Dharma mengendalikan bola untuk Global Prestasi School Bekasi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West

Tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskan apa yang Deandra Radik Dharma rasakan pada 20 September 2025.

Kala itu, tim basket sekolah tercintanya, Global Prestasi School Bekasi (GPS), menjalani laga krusial di Final Party melawan SMAN 5 Bogor. 

Kedua sekolah juga sempat saling bertemu di partai puncak pada musim sebelumnya. Saat itu, GPS berhasil mengunci kemenangan dominan dengan skor akhir 66-47. Deandra turut berkontribusi dengan 16 poin dan 5 rebound.

Namun, semuanya berubah drastis setahun berikutnya.

GPS justru kalah dari SMAN 5 Bogor dengan skor akhir 62-51. Dengan begitu, mereka gagal mempertahankan gelar juara mereka. 

Deandra hanya bisa menyaksikan semua itu dari tribun. Ia tidak bisa membantu timnya di lapangan. Deandra mengalami cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) dan meniskus robek di kaki kanannya.

“Aku ngelihat depan mata aku banget saat GPS kalah di DBL tahun lalu. Aku sedih banget,” sebut Deandra.

Baca juga: Hasil DBL West Java-West: Final Party Kembali Jadi Ajang Rematch!

Bagaimanapun, itu bukanlah satu-satunya momen Deandra merasa terpukul karena tidak bisa melakukan hal-hal yang sebenarnya sudah lama ia cintai. 

Cedera itu terjadi setelah gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2024 West Java-West berakhir. Saat Deandra menjalani suatu pertandingan, ia menerima dorongan kencang saat ingin melakukan fast break lay-up. Namun, ia masih tetap memilih untuk bermain.

“Habis itu di kuarter empat aku dimainin lagi. Saat mau nge-drive tiba-tiba aku jatuh sendiri dan ada bunyi ‘pop’ gitu,” jelas Deandra. 

Saat itu, Deandra bukan hanya telah membawa pulang gelar juara DBL West Java-West bersama GPS. Namanya juga terpilih masuk ke dalam jajaran Kopi Good Day Second Team 2024 West Java.

Dengan kata lain, ia juga harus merelakan kesempatan untuk bersaing dan menimba ilmu di DBL Camp 2025 karena cedera yang ia alami itu.

Deandra Radik

Deandra Radik Dharma saat menyaksikan rangkaian DBL Camp 2025 (kiri) dan saat melihat tim putra Global Prestasi School Bekasi kalah di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java-West (kanan) (Foto: dokumentasi pribadi Deandra Radik Dharma)

Awalnya, Deandra mengira bahwa ia hanya mengalami cedera MCL (Medial Collateral Ligament). Karena cedera MCL memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat, Deandra merasa bahwa ia tetap bisa mengikuti rangkaian DBL Camp.

Namun, setelah sang dokter menyebut bahwa Deandra mengalami cedera ACL dan meniskus, ia langsung terkejut dan tidak bisa berkata banyak. 

“Aku merasa menyesal banget. Kesal juga karena aku gak bisa ngapa-ngapain gitu,” cerita Deandra.

Baca juga: Ajakan Papa yang Mengubah Segalanya untuk Bimo Martha

Deandra pun juga merasa bersalah kepada timnya. Sebab, persiapan yang telah mereka lakukan dari jauh hari untuk mempertahankan gelar juara DBL West Java-West harus hancur begitu saja karena cedera yang ia alami.

“Semuanya yang negatif masuk ke pikiran aku,” terang Deandra.

Deandra akhirnya membutuhkan setahun penuh untuk menjalani proses pemulihan. Pada 2 minggu pertama, kakinya tidak boleh menyentuh tanah. Kemudian, Deandra juga harus mengenakan knee brace selama 6 bulan.

“Dan itu aku sama orangtua aku harus bolak balik dari Bekasi ke BSD setiap pulang sekolah cuman buat rehabnya,” tambahnya.

Dalam kurun waktu tersebut, Deandra juga tidak bisa melakukan aktivitas penuh di lapangan bola basket. Ia hanya bisa sekedar melakukan dribble saja. Rasa jenuh akhirnya tidak terelakkan.

Meski begitu, Deandra tetap tidak menyerah. Ada satu prinsip yang selalu ia pegang selama proses pemulihannya ini. “Aku selalu mikir Tuhan ngasih musibah seperti ini karena ada artinya,” tegas Deandra.

Deandra pun tidak sendirian. Ada keluarga dan teman-teman yang setia menemaninya sampai sepenuhnya pulih. Mereka selalu memberi semangat kepada Deandra saat ia merasa terpuruk.

“Sama teman-teman aku suka jenguk aku di rumah,” jelasnya.

Baca juga: Masuk Sekolah Impian untuk DBL, Dinda Langsung Bersinar di Laga Debut!

Deandra Radik

Deandra Radik Dharma saat menjalani masa pemulihan dari cedera kaki yang dialaminya (Foto: dokumentasi pribadi Deandra Radik Dharma)

Proses pemulihan itu akhirnya berakhir pada Februari 2026 lalu. Dengan begitu, Deandra memiliki waktu yang cukup untuk kembali mengasah kemampuannya dan memberikan permainan terbaik di DBL West Java-West musim ini.

Terlebih, bermain di panggung DBL merupakan suatu hal yang sudah ia dambakan sejak beberapa tahun lalu.

Comeback main di DBL pada tahun terakhir tuh segalanya sih buat aku. Dari SMP aku udah bermimpi main di DBL terus dan jadi juara. Apalagi kalau bisa dapat jersei final,” ucap Deandra.

Mimpi Deandra untuk bertanding di DBL berawal dari hal yang cukup sederhana. Saat itu, ia sungguh merasakan keseruan atmosfer DBL West Java-West saat menyaksikan sang kakak, Kaleef Radik Raka, bertanding untuk GPS pada 2022 dan 2023.

Laga pertama Deandra di DBL West Java-West 2026 pun penuh dengan tantangan. Berhadapan dengan SMAN 1 Kawarang, ia hanya membukukan 7 poin dan 6 rebound.

Bagaimanapun, performanya justru semakin meningkat sejak laga tersebut. Melawan SMA Penabur Summarecon Bekasi dan SMAN 1 Bogor, Deandra berhasil mencetak masing-masing 10 poin dan 5 rebound.

“Habis adaptasi gim pertama tuh aku ngerasa ada perkembangan dari pengaturan emosi aku dan gimana aku main basket yang tadinya buru-buru, sekarang sudah mulai sedikit santai. Itu membuat aku jadi lebih efisien,” ungkap Deandra.

Alih-alih performa fisiknya menurun, Deandra justru merasa semakin nyaman dengan kakinya saat ini. “Bedanya tuh dalam keadaan lebih baik aku jadi ngerasa lebih PD (percaya diri),” katanya.

Baca juga: Berkat Sang Kakak, Arnov Bisa Raih Mimpi di DBL

Deandra Radik

Deandra Radik Dharma mengendalikan bola untuk Global Prestasi School Bekasi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West

Benar saja, Deandra langsung tampil menggila di laga Fantastic Four melawan SMAN 3 Cibinong. Ia memimpin seluruh pemain GPS dengan 26 poin, 9 rebound, dan 3 steal. Deandra kembali seolah-olah dia tidak pernah pergi.

Melihat perjuangan kerasnya dalam beberapa tahun terakhir, Deandra hanya bisa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan dirinya sendiri.

“Aku bangga banget sih sama diri aku bisa sejauh ini walaupun capek banget. Kita gak boleh nyerah gitu aja karena Tuhan sudah mempersiapkan semuanya jadi kita harus tetap percaya aja. Boleh ngeluh, tapi gak boleh nyerah,” tuturnya.

Dengan kemenangan melawan SMAN 3 Cibinong, Deandra dan GPS telah kembali ke Final Party DBL West Java-West. Mereka sudah semakin dekat untuk membalaskan kekalahan tahun lalu dan meraih mimpi mereka pada musim ini.

Terima kasih atas perjuangannya, Deandra!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Berawal dari Nonton The Professor, Bravo Akhirnya Cetak 25 Poin di DBL!

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS