Bimo Aria Martha hadir dengan peran yang berbeda di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West pada Selasa, 15 September 2026.
Berhadapan dengan SMA PSKD VII Depok, ini merupakan pertama kalinya Bimo mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim SMAN 5 Bogor (Fivers) di panggung DBL.
Selama pertandingan berjalan, perasaan Bimo sungguh tidak bisa dijelaskan. Bukan hanya karena ia akhirnya mencapai titik ini, tetapi juga karena ini merupakan tahun terakhirnya bermain di DBL.
“Campur aduk banget sih, tapi pastinya luar biasa senang bisa kembali bermain basket sambil di-support sama teman-teman dan guru dari sekolah, bikin kita jadi tambah semangat,” ujar Bimo.
Permainan Bimo pun sangat tegas di laga itu. Bermain selama 26 menit, cowok bertinggi badan 175 cm itu berhasil membukukan 13 poin, 3 rebound, dan 3 steal. Sebanyak 6 dari 8 percobaan tembakannya berhasil masuk. Akurasinya sangat efisien, yaitu 75 persen.
Fivers akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 45-32. Meski sukses membawa pulang kemenangan, Bimo menilai ada beberapa aspek dalam permainan mereka yang perlu untuk ditingkatkan lagi di laga berikutnya.
Baca juga: Masuk Sekolah Impian untuk DBL, Dinda Langsung Bersinar di Laga Debut!
“Masih kurang memperhatikan kesalahan kecil kayak box out sama positioning defense. Alhamdulillah kita bisa tetap saling reminder dan ambil gim pertama kita,” tuturnya.
Di balik perjuangan Bimo, ada kehadiran kedua orangtua yang selalu setia menemani dan mendukungnya di mana pun ia berada. Tanpa mereka, Bimo tidak akan bisa sampai di sini.
Bahkan, sang papa, Adjie Martha, memiliki pengaruh yang luar biasa dalam membentuk Bimo menjadi seorang student-athlete basket yang hebat dan berprestasi.
Ceritanya dimulai saat Bimo masih duduk di bangku kelas II SD. Kala itu, ia sering diajak oleh papanya untuk menemaninya bermain bersama teman-temannya. “Biasanya cuma fun game,” jelas Bimo.
Bimo hanya bisa menyaksikan dari ujung lapangan saat itu. Seiring berjalannya waktu, rasa penasaran untuk bermain bola basket akhirnya tumbuh dalam dirinya.
Akhirnya, Bimo mulai memberanikan diri untuk bermain basket setahun berikutnya. Ia tidak sendirian. Sang papa selalu ada di sisinya, melatihnya secara perlahan sampai Bimo menguasai teknik dasar basket.

Bimo Aria Martha bersama ayahnya, Adjie Martha, bermain basket bersama saat kecil (Foto: dokumentasi pribadi Adjie Martha)
Hari demi hari, Bimo menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Akhirnya muncul sosok berikutnya yang memiliki peran yang tidak kalah penting untuk membuat Bimo semakin tergerak untuk fokus bermain basket, yaitu Fandi Andika Ramadhani atau yang sekarang akrab dipanggil Coach Rama.
Baca juga: Coach Rama Gabung DBL Academy, Ingin Bangun Fondasi Kuat untuk Basket Indonesia
Ya, mantan pemain bintang Stapac Jakarta yang kini menjadi salah satu pelatih di DBL Academy itu merupakan sepupu dari papanya. Karena itu, Bimo jadi lebih sering memiliki kesempatan untuk menjalani fun game bersamanya dan menimba ilmu darinya.
Bukan hanya itu, Bimo juga merasa terpukau saat melihat Coach Rama bermain bersama Stapac di lapangan pada saat itu. “Jadi pengin aja fokus basket karena tiba-tiba ada motivasi setelah itu,” jelas Bimo.
Meriahnya ajang DBL West Java-West juga akhirnya terdengar oleh Bimo. Sejak itu, bermain di DBL menjadi salah satu mimpi terbesarnya sebagai pemain basket.
“Main di DBL tuh udah kayak lebaran versi anak basket menurut aku. Jadi, siapa sih yang waktu kecilnya gak mimpi bisa bertanding di event yang keren ini?” tutur Bimo.
Karena antusiasmenya yang luar biasa itu, Bimo semakin rajin untuk menjalani beragam sesi latihan. Sepulang sekolah, ia selalu belajar bersama ayahnya pada sore hari di lapangan rumah.
Baca juga: Berkat Sang Kakak, Arnov Bisa Raih Mimpi di DBL
“Latihannya lebih giat. Habis latihan, conditioning dia. Nembak (bola) bisa sampai ratusan kali. Setelah itu workout,” cerita Pak Adjie.
Pak Adjie sendiri dulunya juga pernah menekuni basket secara serius. Namun, ia tidak pernah memaksakan sang anak untuk memiliki intensitas latihan yang sama sepertinya.
“Karena keinginannya aja yang kuat. Memang orangnya (Bimo) juga bertanggung jawab jadi bisa lebih disiplin,” tegas Pak Adjie.
Dengan kemampuan Bimo di lapangan yang sudah semakin matang, ia jadi konsisten untuk bersinar dan tampil fenomenal bersama tim sekolah maupun klubnya. Bukan hanya itu, Bimo juga menjadi salah satu point guard yang paling diandalkan tim basket Kota Bogor.
Aktivitas yang semakin padat akhirnya menjadi salah satu tantangan terbesar Bimo sebagai student-athlete.
Oleh karena itu, sang papa akhirnya memberi satu syarat yang harus dipenuhi Bimo agar ia dapat mengelola waktu serta tetap produktif di bidang akademik maupun nonakademik.
Baca juga: 11 Tahun Melatih Smanti, Coach Yayan Bawa Bangga Sukabumi di DBL West Java-West
“Pokoknya jam 9 malam sudah di rumah. Saya dulu bikin aturan kayak gitu karena kan butuh waktu istirahat banyak juga,” ungkap Pak Adjie.
Kebutuhan nutrisi juga dijaga betul oleh sang ibu. Dengan demikian, Bimo dapat memaksimalkan potensi yang ia miliki sebagai student-athlete.
“Dikasih seperti ayam rebus dan telur, karena aktivitasnya setiap hari dibakar terus kan (kalorinya), jadi protein sama karbohidratnya harus lebih,” sebut Pak Adjie.
Perjalanan Bimo pun tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ada beberapa momen yang membuatnya harus merasakan sisi pahit dari dunia basket. Salah satunya mengalami cedera berat.
Itu terjadi ketika Bimo dan Fivers berhadapan dengan SMAN 3 Cibinong di Big Eight DBL West Java-West 2025. Mendekati akhir pertandingan, Bimo mengalami dislokasi di kaki kirinya.

Bimo Aria Martha saat mengalami cedera dislokasi kaki kiri melawan SMAN 3 Cibinong di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java-West
Namun, alih-alih merasa sedih dan terpuruk, Bimo justru tetap percaya diri dan berapi-api untuk segera bangkit. “Karena niat buat main di DBL itu besar dan aku juga bersemangat jadi aku langsung sembuh lagi sehari setelah cedera itu,” cerita Bimo.
Proses pemulihan yang cepat itu juga tidak lepas dari fisioterapi yang Bimo jalani. Ia sungguh berambisi untuk menggapai mimpinya di panggung DBL West Java-West.
Seluruh kerja keras Bimo akhirnya terbayarkan pada musim keduanya bersama Fivers itu. Bukan hanya ia akhirnya bisa menjadi juara DBL West Java-West bersama mereka, tetapi namanya juga masuk ke dalam daftar Second Team DBL West Java 2025.
Baca juga: Fabian Daffarel, Pemegang Sabuk Hitam yang Tampil Dominan di Laga Debut!
Dengan demikian, Bimo mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dan menimba ilmu di Kopi Good Day DBL Camp 2026!
Momen yang sangat berharga itu tidak akan pernah Bimo lupakan. “Dapat banyak pengalaman dari teman-teman beda provinsi. Pelatih-pelatihnya DBL juga keren-keren. Ngasih materinya detail, diperhatikan sampai hal-hal kecil gak boleh salah,” ungkapnya.
Ilmu-ilmu yang didapat selama DBL Camp itu akhirnya memberi pengaruh positif dalam permainan Bimo musim ini.
“Yang paling kerasa itu strength sama visi bermain sebagai playmaker sih. Itu naik banget setelah pulang dari DBL Camp,” jelasnya.
Menjadi seorang kapten untuk tim juara bertahan pun merupakan sebuah gelar yang sangat berarti baginya. Karena telah diberi kepercayaan untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin, Bimo ingin menjalaninya dengan penuh amanah dan semangat.
“Tetap fokus dan jaga kualitas, karena kita sebagai tim yang mempertahankan gelar lebih sulit daripada merebut. Dan terakhir ditutup sama doa,” ucap Bimo kepada seluruh rekan setimnya.

Bimo Aria Martha bersama rekan setimnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
Musim ini, Bimo juga memiliki mimpi yang besar sebagai kapten Fivers. “Buat tim, semoga tahun ini bisa Champion lagi dan semoga dapat jersei final (DBL West Java 2026). Buat pribadi, semoga bisa ikut DBL Camp lagi,” tutupnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Mimpi Jadi Kenyataan, MAN 1 Bogor Menang Dominan di Laga Debut!
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)