DBL Academy kedatangan sosok yang cukup akrab di kalangan penggemar basket Indonesia. Namanya Fandi Andika Ramadhani, kerap dipanggil sebagai Coach Rama.
Setelah pensiun sebagai pemain profesional pada 2019 karena ingin menyiapkan kehidupan selanjutnya bersama keluarga, Coach Rama tetap melanjutkan kiprahnya di dunia basket sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) 3X3 Indonesia. Kini, ia juga akan menghabiskan waktunya untuk melatih siswa-siswi di DBL Academy.
Mantan forward Stapac Jakarta itu berkomitmen untuk meneruskan semua yang telah ia terima sebagai pemain basket kepada anak-anak muda. “Kita mau memberikan ilmu yang sudah kita jalani selama setengah umur kita bermain basket,” ujar Coach Rama.
“Apa yang sudah kita dapatkan dari banyak pelatih, apa yang sudah jadi pengalaman selama lebih dari 15 tahun kita bisa bagikan ke adik-adik di DBL Academy,” tambahnya.
Coach Rama tampil gemilang selama mengenakan seragam Stapac pada 2005 sampai 2019. Dalam kurun waktu tersebut, ia berhasil meraih gelar juara tiga kali (2013, 2014, 2019) bersama tim kebanggaannya itu.
Baca juga: 12 Kali Lipat Rekor NBA! Ini Deretan Angka Fantastis di Balik DBL 2025-2026
Tahun 2013 pun menjadi waktu yang paling istimewa sepanjang kariernya sebagai pemain. Selain menjadi juara, namanya juga dinobatkan sebagai MVP Finals dan MVP NBL Indonesia All-Star.
Sebagai pelatih, Coach Rama tetap mengukir pretasi. Berkat bimbingannya, Timnas 3X3 Putri berhasil menyabet medali emas SEA Games 2025 Thailand. Itu adalah medali emas perdana Indonesia dalam basket 3X3 sejak cabang ini pertama kali dipertandingkan di SEA Games pada 2019.
Menurut Coach Rama, mendidik siswa-siswi di DBL Academy akan menjadi kesempatan yang menarik baginya. Sebab, sejauh ini ia lebih terbiasa untuk melatih pemain senior.
Sembari mengikuti kurikulum dan nilai utama yang dibawa DBL Academy (Quickness, Discipline, Hardwork, Skillful, Character), Coach Rama ingin mengoptimalkan pengelolaan waktu siswa-siswi.
Sebab, sebagai student-athlete, hal tersebut penting untuk mengoptimalkan kegiatan-kegiatan mereka, baik dalam ranah akademik maupun nonakademik.
Baca juga: Hampir 10 Ribu Dancer Ramaikan Panggung Azarine DBL Dance Competition 2025-2026!
“Banyak anak zaman sekarang punya jadwal sekolah yang padat, belum juga les dan ekskul lainnya. Kita harus mengingatkan mereka untuk membagi waktu latihan, sekolah, dan istirahat,” tegas Coach Rama.
Bergabungnya Coach Rama ke DBL Academy telah mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. “Kalau dari istri pasti sangat support ya, dia langsung happy kita diberi kesempatan untuk gabung di DBL Academy. Anak-anak juga,” ceritanya.
Coach Rama berharap kehadirannya dapat membantu siswa-siswi DBL Academy untuk mengenal dan meningkatkan potensi mereka.
Sebelum Coach Rama, ada juga Dimaz Muharri, legenda basket Indonesia lainnya yang sudah bergabung lebih dulu menjadi bagian dari kepelatihan DBL Academy.
Ditambah dengan pengalamannya yang solid bersama Timnas 3X3 Indonesia, DBL Academy kini memiliki sosok dengan jiwa kepemimpinan yang kuat, baik di dalam maupun di luar lapangan. (*)
Baca juga: Bikin Lawan Gemetar! Ini Jajaran Pelatih Istimewa Sepanjang DBL 2025-2026