ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret skuad SMAN 20 Surabaya setelah menjalani pertandingan uji coba jelang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North (Foto: Dokumentasi pribadi Muhamad Daviq Anhara)

“Kapan DBL mulai? Aku wis siap ngedukung iki!” ucap anak-anak SMAN 20 Surabaya (Twenty) ketika berpapasan dengan tim putra kebanggaan mereka.

Satu pertanyaan sederhana yang sering diucapkan di dalam kelas, kantin, lorong sekolah, maupun di sekitar lapangan. Namun, kekuatannya luar biasa. Api dalam diri para penggawa Twenty jadi semakin bergelora. 

Bisa dibilang, SMAN 20 Surabaya merupakan salah satu sekolah dengan tingkat antusiasme yang bukan sembarangan untuk menggapai mimpi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Bahkan, saat gelaran DBL Surabaya musim lalu belum rampung, mereka sudah bertekad untuk menajamkan ketangkasan di lapangan untuk musim ini.

“Kita sudah latihan keras dari sekitar Oktober tahun lalu untuk persiapan DBL tahun ini,” sebut Muhamad Daviq Anhara, salah satu pemain guard Twenty.

Baca juga: 22 Tahun DBL: Dulu Kapten Frateran, Kini Reyner Dokter Ortopedi Andalan Anak DBL

Daviq -sapaan akrabnya- menekankan bahwa semangat yang membara itu juga diimbangi dengan rencana dan target yang rapi dan terstruktur layaknya deretan buku di rak perpustakaan mereka.

“Tahun lalu tim kita kebanyakan anak kelas XII, jadi kita awal-awal mencoba untuk bangun chemistry,” kata pemain yang akan mengenakan nomor punggung 30 itu.

Di DBL Surabaya 2025, langkah Twenty harus terhenti di Round 2. Tim asuhan Septian Rizky Saputra itu memang berhasil memenangi 2 dari 3 laga di fase ini. Namun, posisi puncak klasemen grup mereka diduduki oleh SMAN 2 Sidoarjo yang unggul dalam hal goal difference.

Hasil akhir itu pun memberikan banyak pelajaran berharga untuk Daviq dan seluruh pasukan Twenty. 

“Kita harus selalu fokus dan gak boleh menganggap remeh semua musuh yang kita hadapi. Kita juga harus percaya pada tim, karena kalau bermain individu itu berat banget,” tutur Daviq yang kini duduk di bangku kelas XI.

Dengan demikian, target Twenty di edisi tahun ini sudah jelas: kembali ke Round 2 dan tembus playoffs.

Baca juga: Rahasia Joanne Giovanni Atasi Kejenuhan Bermain Basket

Selain menyantap menu latihan harian secara konsisten, Twenty juga aktif melakukan pertandingan uji coba dengan sekolah-sekolah lainnya sebagai bahan evaluasi dan sarana meningkatkan kerja sama tim.

Tim basket SMAN 13 Surabaya, SMAN 11 Surabaya, SMAN 1 Sidoarjo, SMKN 2 Surabaya, hingga SMA Gloria 1 Surabaya telah menjadi lawan yang solid untuk mengukur kemampuan mereka.

Bukan hanya itu, Twenty juga sempat adu kekuatan dengan salah satu universitas dengan program basket terkemuka di Kota Pahlawan, yaitu Universitas Ciputra Surabaya. 

Bagaimanapun, perjalanan Twenty menyambut DBL Surabaya tahun ini tetap diwarnai dengan sejumlah rintangan. Salah satunya adalah badai cedera yang menimpa mereka saat menjalani sesi latihan.

Selain itu, menyesuaikan prinsip dan strategi di lapangan juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Baca juga: 22 Tahun DBL: Elang Dewanto dan Masa Depannya di Liga Basket Pro

“Kebanyakan dari tim kita tahun ini adalah pemain baru yang harus memahami konsep play yang kita gunakan terlebih dahulu,” jelas Daviq.

Kendati demikian, rasa kebersamaan yang tertanam dalam tiap pemain Twenty membuat mereka dapat melalui semua hal tersebut dengan mudah.

“Memang di lapangan kita keras banget, tapi jika di luar lapangan kita saling main, nongkrong, dan saling tukar cerita,” ungkap Daviq.

SMAN 20 Surabaya

Momen kebersamaan tim basket SMAN 20 Surabaya di luar lapangan (Foto: Dokumentasi pribadi Muhamad Daviq Anhara)

Tim putra Twenty akan mendedikasikan setiap langkah mereka di DBL Surabaya 2026 untuk seluruh guru, teman-teman, dan almamater tercinta.

Namun, terkhusus untuk Daviq dan rekan-rekan kelas X dan XI, mereka juga punya tujuan lain yang jauh lebih mendalam. 

“Kita mau dedikasikan semua ini untuk kakak-kakak kelas XII karena mereka yang membimbing kita dari awal, yang bisa nenangin emosi di lapangan,” tegasnya.

Secara pribadi, Daviq juga ingin menjadikan gelaran tahun ini sebagai ajang pembuktian kepada diri sendiri serta kepada kakaknya, Muhamad Hakam Al-Haqqi, yang sempat berlaga di DBL edisi 2023 dan 2024 untuk SMA 17 Agustus 1945 Surabaya.

Semoga segala usaha serta persiapan matang Daviq dan Twenty membuahkan hasil yang terbaik di DBL Surabaya 2026! (*)

Baca juga: Healing hingga Pergi Mancing Jadi Kegiatan Richelle Evelyn Jelang Training Camp

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS