SMA Ciputra Surabaya harus melewati awal pertandingan yang tidak mudah sebelum akhirnya memastikan tiket menuju Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North, Senin, 21 September 2026.
Berhadapan dengan SMA Cita Hati East Surabaya (Cheetah East) di DBL Arena Surabaya, Ciputra tertinggal 2-8 pada kuarter pertama. Pada kuarter kedua, mereka mulai memperkecil selisih, tetapi Cheetah East tetap unggul 13-9 hingga pergantian sisi.
Situasi mulai berubah pada kuarter ketiga. Ciputra perlahan menemukan celah di pertahanan Cheetah East dan berhasil membalikkan kedudukan menjadi 18-17. Momentum itu terus mereka jaga hingga akhir pertandingan untuk menutup laga dengan kemenangan 23-17.
Baca juga: Jadi Kapten, Ricardo Tjoa Bangga Pimpin Komposisi Berkualitas Putra Ciputra
Bagi Ricardo Tjoa, perubahan tersebut tidak lepas dari keyakinan yang terus dibangun Ciputra sepanjang pertandingan. Sebelum laga dimulai, Coach Matthew sudah memberikan satu pesan yang menjadi pegangan tim.
"Coach kita memang ada satu kata yang sangat penting buat tim kita, yaitu believe. Dia kasih analogi Mike Tyson lawan Buster Douglas. Semua orang waktu itu takut sama Mike Tyson, tapi Buster Douglas tetap percaya kalau dia bisa menang. Jadi intinya dari semua itu, believe saja. Enggak ada yang mustahil," ujar Ricardo.
Pesan itu terasa semakin penting karena Ciputra datang ke pertandingan dengan pengalaman yang kurang ideal. Pada laga pertama Round 1, mereka kalah dari SMAN 17 Surabaya. Hasil tersebut sempat membuat peluang Ciputra untuk melangkah lebih jauh dipertanyakan.
Baca juga: Siapkan Diri Sejak SMP, Kim Barlian Tampil All Out Bersama Ciputra
Alih alih membiarkan kekalahan tersebut menjadi beban, Ciputra menjadikannya sebagai alasan untuk bangkit. Ricardo mengibaratkan posisi mereka setelah kekalahan itu seperti sudah berada di titik paling bawah.
"Waktu kita kalah lawan SMA Negeri 17, pasti banyak yang ngomong, kalian kalah, gimana bisa masuk dan lolos Playoffs. Tapi kita mikir, kita sudah kalah dan ibaratnya sudah mentok. Dari sini kita cuma bisa bangkit," katanya.
Melawan Cheetah East, Ciputra memang belum langsung menunjukkan permainan terbaiknya. Pertahanan lawan membuat mereka kesulitan mendapatkan ruang untuk mencetak angka. Namun, perlahan permainan Ciputra mulai menemukan bentuknya.
Baca juga: Ciputra Bangkit di Laga Kedua, Kenneth Bawa Mindset Berbeda
Salah satu momen yang diingat Ricardo adalah tembakan tiga angka Kenneth Aidan Tjandra. Tembakan tersebut hadir ketika Ciputra membutuhkan tambahan energi setelah tertinggal pada awal pertandingan. Dari sana, kepercayaan diri tim mulai tumbuh dan permainan mereka semakin berani.
Ricardo Tjoa (nomor punggung 22) bersiap melepaskan tembakan (shooting) di bawah penjagaan pemain SMA Cita Hati East Surabaya.
Ricardo juga menilai kemenangan ini lahir dari kontribusi banyak pemain. Tidak semua peran terlihat dari angka di papan skor. Ada pemain yang bekerja melalui rebound, bertahan, maupun membantu membawa bola sepanjang pertandingan.
"Semua pemain hari ini benar benar mau main. Heinrich mungkin enggak terlihat di statistik, tapi semuanya mau rebound. William mungkin enggak banyak mencetak angka hari ini, tapi defensinya bagus banget. Addison juga bagus waktu bawa bola. Jadi saya sangat bangga sama tim ini," tuturnya.
Ricardo sendiri bermain hampir sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan 5 poin, 5 rebound, dan 1 assist dalam 39 menit 60 detik. Namun, pencapaian individu itu bukan hal yang paling ia pikirkan setelah pertandingan.
Baca juga: Energi Kompetitif Jadi Bekal William untuk Bawa Ciputra Raih Target Musim Ini
Ada perjalanan yang lebih panjang di balik kemenangan tersebut. Dalam dua musim sebelumnya, Ciputra selalu berhenti di Round 2. Musim pertama mereka terhenti setelah menghadapi Gloria 1. Setahun berikutnya, langkah mereka kembali berakhir setelah berhadapan dengan Nation Star Academy Surabaya.
Musim ini menjadi berbeda. Untuk pertama kalinya bersama Ciputra, Ricardo akan merasakan atmosfer Playoffs. Karena itu, keberhasilan tersebut terasa personal bagi dirinya dan seluruh tim yang sudah menjalani proses selama beberapa bulan.
"Di kepala saya cuma mikir semua kerja keras yang sudah kita lakukan beberapa bulan ini. Banyak orang yang sudah sacrifice waktunya. Coach juga bekerja keras, semua pemain bekerja keras, orang tua juga bantu kita. Jadi ketika akhirnya tercapai, saya jadi emosional," ungkapnya.
Kini, Ciputra tidak ingin berhenti setelah memastikan satu langkah penting. Mereka masih harus menjalani persiapan untuk pertandingan berikutnya. Coach Matthew juga sudah mengingatkan pemain agar tidak kehilangan fokus setelah melewati pertandingan penuh tekanan.
Baca juga: Sebelum Ciputra Bangkit, Ada Catatan Coach Soewondo di Laga Perdana
Setelah melewati perjalanan panjang sejak kekalahan di laga pertama, Ricardo tidak ingin kemenangan ini menjadi titik akhir. Masih ada tantangan yang menunggu Ciputra di fase berikutnya.
"This is not the end. Ini cuma beginning buat perjalanan kita."
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Ricardo Tjoa bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA Cita Hati East Surabaya vs SMA Ciputra Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).