Bagi sebagian orang, mewujudkan impian mungkin terasa semudah membalikkan telapak tangan. Namun, ada kalanya mimpi tersebut harus lebih dulu melalui proses panjang sebelum akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.
Begitu juga dengan Muhammad Fachriansyah, Pelatih MAN 2 Jakarta (Mandua), yang telah melewati penantian lama untuk akhirnya bisa berdiri di panggung DBL.
Saat itu, Fachri (sapaan karibnya) yang masih mengenakan seragam putih abu-abu menyimpan keinginan untuk dapat menjadi bagian dari peta persaingan kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia. Sayangnya, kesempatan itu belum bisa menghampiri karena situasi yang tak memungkinkan.
“Dulu, saya di SMA Prestasi Prima dan pengin banget ngerasain DBL. Tapi selama SMA, saya enggak pernah sama sekali ikut DBL karena pas itu masih zaman Covid-19 sehingga jarang ada pemain,” ungkap Fachri.
Mimpi itu tak langsung sirna. Justru, masih berada dalam genggaman erat Fachri. Hingga akhirnya, impian tersebut mulai menemukan jalannya sendiri ketika Fachri berada di bangku perkuliahan.
“Ketika lulus SMA, saya masih ingin ada di basket. Tapi, saat masuk kuliah, lingkungan basket di kampus belum terlalu menunjang. Jadi, saya cari tahu gimana cara lain supaya tetap bisa aktif di basket. Sampai akhirnya, pelatih SMA saya dulu ngasih tawaran untuk jadi asisten pelatih,” cerita alumnus Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka.
Baca Juga: Reffan Rizky Defsi Jadi Penentu Kemenangan PKP Lewat Free Throw!
Tanpa pikir panjang, dirinya langsung menerima ajakan tersebut. Momen itu pun menjadi titik balik bagi Fachri.
“Awalnya, saya jadi asisten pelatih tanpa lisensi. Sampai berjalan beberapa bulan, akhirnya saya daftar lisensi. Enggak lama, saya berhasil dapat tawaran untuk melatih MAN 2 Jakarta,” sambungnya.
Tahun 2023 menjadi awal perjalanan Fachri bersama Mandua. Sejak bergabung, ia langsung menaruh ambisi untuk membawa timnya mencicipi persaingan di DBL East Jakarta. Bukan hanya demi memberikan pengalaman berharga bagi skuadnya, Fachri juga melihat kesempatan tersebut sebagai jalan untuk mewujudkan kembali mimpinya yang sejak lama ia simpan.
Namun, kesempatan itu belum langsung berpihak kepadanya. Fachri lagi-lagi harus bersabar satu tahun hingga akhirnya penantiannya terbayar. Pada DBL East Jakarta 2024, namanya resmi tercantum sebagai salah satu pelatih yang mendampingi tim di kompetisi tersebut.
”Saat pertama kali di DBL, saya hanya ingin anak-anak berpartisipasi saja sebenarnya, apalagi kita belum punya track record. Saat itu, saya bilang ke mereka untuk planning solusi untuk tahun depannya saja,” ujarnya.
Beralih dari pemain menjadi sosok yang kini berada di pinggir lapangan tentu bukan perkara mudah. Bukan hanya membangun tim, dirinya pun dituntut untuk lebih peka dalam memperhatikan situasi di lapangan.
Terlebih, jarak umur yang tak terlalu jauh dengan anak-anak didiknya turut menghadirkan tantangan tersendiri.
“Waktu pertama kali datang ke tim ini, saya harus tegaskan dari segi attitude dulu. Saya terapkan agar mereka menganggap saya sebagai orang tua atau pelatih ketika di lapangan. Di luar lapangan, anggap saya sebagai teman, kadang kita juga nongkrong bareng,” tutur sosok kelahiran 2005.
Baca Juga: Antara Rudy Hartanto, Laga Pembuka yang Tak Mudah, dan Mimpi Besar Musim Ini
Kini, Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Jakarta menandai musim ketiga Fachri menjadi nakhoda bagi pasukan Mandua.
Mereka berhasil mengawali langkah di musim ini dengan kemenangan atas SMAN 61 Jakarta dengan skor akhir 34-21, Selasa, 22 September 2026. Sedari awal, Fachri sendiri sejatinya tidak pernah membebani anak-anak asuhnya dengan ekspektasi tinggi.
“Alhamdulillah, kita bisa ambil game ini. Saya enggak expect kalau skornya bakal lumayan jauh karena harapannya cuma yang penting menang, kalau pun kalah tuh jangan terlalu jauh. Mereka benar-benar all out, sesuai omongan mereka sebelum tanding kalau mau main maksimal,” ucap Fachri.
Berikutnya, SMA Al-Maruf menjadi musuh berikutnya yang harus dihadapi Mandua. Sebagaimana diketahui, Al-Maruf memiliki rekam jejak sebagai back-to-back champion. Kendati demikian, Fachri tak ingin timnya silau dengan nama besar tersebut.
“Saya berharap mereka main bagus lagi, mudah-mudahan bisa melangkah sampai sejauh-jauhnya,” tutup Fachri.
DBL East Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)