Tidak semua kontribusi dalam pertandingan harus datang lewat banyak angka. Bagi Danish Fateen Wahanaseta, membantu SMPN 6 Surabaya (Spensix) juga berarti memastikan bola kedua tetap menjadi milik timnya, menjaga pertahanan, dan terus berkomunikasi dengan rekan setim.

Hal itu terlihat ketika Spensix menghadapi SMP Petra 3 Surabaya (Petra 3) pada pertandingan ketiga Junior DBL 2026 Surabaya, Kamis, 24 September 2026. Laga berjalan ketat sejak awal. Spensix hanya memimpin 9-7 pada kuarter pertama dan menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 10-9.

Danish menjadi salah satu pemain yang terus berada di lapangan dalam situasi tersebut. Ia mencatatkan 8 poin, 8 rebound, dan 1 assist. Jumlah rebound yang ia kumpulkan bahkan sama dengan torehan poinnya. Bersama Alif Javas Danadyaksa Basuki dan Athallah Hafiy Purnomo, Danish menjadi salah satu dari tiga pemain Spensix yang tampil penuh dalam pertandingan.

Baca juga: Penjagaan Ketat yang Membuat Hafiy Harus Mencari Cara Lain

Rebound menjadi salah satu bagian yang ia perhatikan sepanjang laga. Ketika tidak berhasil mengamankan bola pantul sendiri, Danish memilih meminta bantuan rekan setim agar Spensix tetap bisa memenangkan perebutan bola.

"Kalau saya enggak bisa rebound, saya minta teman-teman saya bantu rebound. Saya ngomong ke teman-teman, 'tolong bantu rebound'. Jadi memang sering koordinasi sama teman-teman," ujar Danish.

Komunikasi dengan rekan setim menjadi bagian yang ia lakukan ketika berada di lapangan, terutama saat perebutan rebound membutuhkan lebih dari satu pemain. Dari sana, Danish juga terus berusaha menjalankan instruksi yang diberikan pelatih.

Spensix mulai memperlebar jarak pada kuarter ketiga. Mereka mengubah kedudukan menjadi 18-13 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 29-13.

Baca juga: Bukan Sekadar Cetak Poin, Javas Belajar Menjaga Spensix Tetap Kompak

Aksi Danish Fateen Wahanaseta (nomor punggung 77) saat berusaha mengamankan penguasaan bola di tengah penjagaan pemain SMP Petra 3 Surabaya.

Di tengah permainan tersebut, Danish masih menemukan beberapa bagian yang perlu diperbaiki. Salah satunya ketika Petra 3 memberikan tekanan lewat full court press. Ia mengaku beberapa kali terlambat mengambil bola dan masih perlu membuat pertahanannya lebih rapat.

"Kadang-kadang kalau full court press, saya telat ngambil bola. Coach bilang harus lebih fokus. Defense-nya kadang-kadang kurang ketat. Jadi setelah itu saya coba lebih fokus dan mengikuti apa kata coach,” katanya.

Evaluasi tersebut kemudian menjadi bagian dari cara Danish memperbaiki permainannya pada pertandingan berikutnya. Kebiasaan menerima masukan ternyata tidak hanya datang dari latihan bersama tim.

Baca juga: Serius Kejar Prestasi di DBL, SMP Ciputra Pakai Pendekatan Sports Science

Sang ayah juga kerap memberikan evaluasi setelah melihat permainan Danish. Salah satu hal yang pernah dibahas adalah keberaniannya melakukan drive. Danish mengaku terkadang masih ragu mengambil kesempatan tersebut karena takut kehilangan bola.

"Saya sebenarnya bisa nge-drive, tapi saya takut. Takut terus jadi passing atau turnover. Pernah juga waktu main di klub, tim lagi unggul, terus saya turnover. Saya dimarahin, tapi habis itu disemangatin. Katanya enggak apa-apa, lihat ke depannya aja,” cerita Danish.

Sang ayah memang cukup sering mengikuti perjalanan Danish di basket. Ketika tidak bisa hadir langsung karena bekerja, ia tetap mengikuti pertandingan melalui live streaming. Setelah pertandingan, dukungan dan evaluasi pun tetap diberikan.

Sebelum laga melawan Petra 3, pesan yang diberikan sang ayah juga sederhana. Danish hanya diminta memberikan yang terbaik ketika berada di lapangan.

Skuad tim basket SMPN 6 Surabaya berfoto bersama usai memastikan tiket lolos ke babak Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya.

"Papa bilang semangat aja, do your best. Kalau mainnya bagus biasanya disemangatin. Kalau mainnya jelek, dinasehati,” ujarnya.

Dukungan tersebut menemani perjalanan Danish sejak pertama kali mengenal basket. Saat duduk di kelas III SD, ia masih bingung memilih ekstrakurikuler. Ajakan dari seorang teman bernama Tristan akhirnya membawanya mencoba olahraga yang kini terus ia tekuni.

"Waktu SD wajib mengikuti satu ekskul. Saya masih bingung mau ikut ekskul apa, terus akhirnya diajak, 'ayo basket aja'. Awalnya saya sama Tristan juga sama sama baru coba. Kelas V baru masuk tim sekolah, terus baru ikut klub," kata Danish.

Baca juga: Double Double Pertama Jadi Catatan Baru Marsha Isabella di Junior DBL 2026

Dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut, basket perlahan menjadi olahraga yang ia sukai. Ia masih berlatih di klub hingga sekarang. Di luar latihan bersama tim, Danish juga punya cara sendiri untuk menjaga kondisi fisiknya.

Di rumah, ia menggunakan treadmill untuk berlari. Rutinitas tersebut biasanya dilakukan setelah sekolah pada Selasa atau Kamis sesuai arahan orang tuanya.

"Di rumah punya treadmill. Biasanya habis sekolah, Selasa atau Kamis, disuruh Mama atau Papa lari setengah jam sampai satu jam. Capek, tapi akhirnya hasilnya memuaskan," tuturnya.

Hasil dari proses itu kembali ia jalani bersama Spensix saat menghadapi Petra 3. Setelah pertandingan berjalan sengit pada dua kuarter awal, Spensix mampu menjaga keunggulan dan memperlebar jarak hingga akhir laga.

Baca juga: Angelina Natazza Mulai Menanam Mimpi Besar di DBL

Kemenangan 29-13 membawa Spensix melangkah ke Fantastic Four. Danish sudah punya beberapa hal yang ingin ia bawa menuju pertandingan berikutnya, terutama dalam menjaga intensitas permainan dan komunikasi di lapangan.

"Mainnya all out, mati matian di defense, terus berkomunikasi di lapangan. Itu yang mau saya bawa ke pertandingan selanjutnya," pungkas Danish.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Danish Fateen Wahanaseta bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMPN 6 Surabaya vs SMP Petra 3 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Di Balik Sukses Al-Maruf, Ada Semangat 'Tetap Sama-sama Sampai Indonesia Arena'
Hasil DBL Jakarta Championship: Bulungan dan Buksi Bangkit!
Srikandi Al Maruf Buktikan Arti Bangkit Lewat Kemenangan atas Bulungan!
Misi Marco Fortunantomo dan Para Penggawa Buksi Menjaga Asa ke Indonesia Arena
Mimpi Juara Satria Bersama CHIS itu Tumbuh dari Beli Bola DBL di Marketplace