Terhitung 40 menit berada di lapangan terasa melelahkan bagi Marsha Isabella. Namun, rasa lelah itu terbayar dengan sebuah catatan yang belum pernah ia raih sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pemain SMP Little Sun Surabaya tersebut menutup pertandingan dengan double-double.
Marsha mencatat 16 poin dan 11 rebound saat Little Sun menghadapi SMP Angelus Custos Surabaya di Junior DBL 2026 Surabaya, Sabtu, 19 September 2026. Catatan tersebut ikut mengantarkan Little Sun meraih kemenangan 32-20.
Marsha sendiri tidak menyangka target tersebut bisa tercapai. Sebelum pertandingan, ia tidak memasang target pribadi tertentu. Justru sang mama yang lebih dulu memberinya target untuk mencatat double double.
"Enggak expect sih. Ini pertama kali aku double double. Sebelum pertandingan juga enggak ada target, cuma mama yang kasih target double double," ujarnya.
Baca juga: Basket untuk Skill, Karakter untuk Hidup ala Coach Li Cu
Sejak awal laga, Little Sun mampu menjaga keunggulan atas Angelus Custos. Marsha juga terus berada di lapangan hingga pertandingan berakhir. Selain mencetak angka dan mengamankan rebound, ia turut menyumbangkan 2 assist.
Meski menghasilkan catatan terbaiknya sejauh ini, Marsha tidak merasa pertandingan berjalan mudah. Ia sempat gugup pada awal laga dan mengaku kelelahan setelah bermain penuh. Baginya, masih ada bagian dari permainan yang perlu diperbaiki.
"Capek banget. Tadi juga sempat gugup di awal. Tapi setelah itu ya jalanin saja. Kalau dari permainan sendiri, aku rasa sekarang lebih bagus dari musim lalu," katanya.
Salah satu evaluasi yang paling ia rasakan datang dari sisi defense. Marsha menilai Little Sun beberapa kali kehilangan fokus sehingga memberi kesempatan kepada lawan untuk mencetak angka. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian yang ingin ia perbaiki pada pertandingan berikutnya.
"Defense masih kurang. Kadang enggak fokus, mungkin karena panas juga. Jadi harus lebih fokus lagi. Tadi juga banyak salah, makanya aku harus lebih banyak passing," tuturnya.

Marsha Isabella (nomor punggung 13) mencoba mencetak angka di tengah penjagaan pemain SMP Angelus Custos Surabaya pada Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya.
Baca juga: Angelina Natazza Mulai Menanam Mimpi Besar di DBL
Di sisi lain, Marsha sempat mencoba mencari tambahan angka melalui tembakan tiga angka. Ia mengaku sudah beberapa kali melepaskan tembakan dari luar garis, tetapi hanya satu yang berhasil masuk. Hasil tersebut sempat membuatnya frustrasi karena ia berharap bisa memasukkan lebih banyak tembakan.
Untuk menjaga kemampuannya tetap berkembang, Marsha tidak hanya berlatih bersama tim sekolah. Ia juga mengikuti latihan bersama CLS Knights. Di rumah, ia sesekali berlatih bersama papanya dengan fokus pada shooting dan gerakan dasar.
Basket sendiri sudah dijalani Marsha sejak kelas IV SD. Awalnya ia mengikuti ajakan untuk bergabung dengan klub bersama sepupunya. Dari yang semula hanya mencoba, Marsha justru merasa nyaman dan terus menjalani basket sampai sekarang.
Latihan tambahan juga menjadi salah satu caranya mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Setelah merasakan sendiri bermain selama 40 menit, Marsha merasa fisik masih perlu ditingkatkan agar bisa lebih kuat menjalani pertandingan.
Baca juga: Tahun Terakhir di Junior DBL, Aisyah Kini Berani Ambil Peran untuk NSA
Di luar latihan, Marsha juga cukup sering mengikuti pertandingan para pemain SMA di DBL melalui live streaming. Ia mengatakan hampir semua pertandingan yang sempat ditonton selalu menarik perhatiannya. Bukan karena ingin melihat hasil akhirnya saja, tetapi karena ia ingin memperhatikan cara para pemain bermain.
"Hampir semua pertandingan aku tonton kalau ada. Aku suka lihat cara mainnya," ujar Marsha.
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara Marsha mengenal permainan di level SMA. Apalagi Junior DBL dan DBL berlangsung di arena yang sama. Saat ini ia masih bermain sebagai pemain SMP, tetapi sudah memiliki keinginan untuk kembali ke arena tersebut ketika memasuki jenjang SMA.
Marsha ingin membawa basketnya terus berjalan setelah lulus SMP. Ia belum menentukan pemain atau sosok tertentu yang menjadi panutannya, tetapi sudah memiliki gambaran tentang tujuan yang ingin dikejar.
"Kalau nanti SMA, aku mau tetap main basket. Target dari papa juga mau jadi Timnas. Untuk sekarang di Junior DBL aku pingin champion," kata Marsha.
Baca juga: Mimpi yang Dulu Dikejar, Kini Muhammad Adhim Tumbuhkan
Target champion itu muncul setelah musim lalu perjalanan Little Sun harus berhenti di Fantastic Four. Saat itu, mereka bertemu SMP Petra 1 Surabaya. Musim ini, Marsha ingin membawa timnya melangkah lebih jauh.
Double-double pertama sudah menjadi satu pencapaian pribadi yang berhasil ia bawa dari pertandingan kali ini. Namun, Marsha tahu perjalanannya belum selesai. Defense masih menjadi pekerjaan rumah, begitu pula kemampuan fisik dan penyelesaian tembakan yang ingin terus ia kembangkan.
Dari Junior DBL, Marsha sedang mengumpulkan pengalaman sedikit demi sedikit. Ia belajar dari pertandingan, berlatih lebih banyak, memperhatikan permainan pemain SMA, sekaligus menjaga mimpi untuk terus bermain basket di jenjang berikutnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Marsha Isabella bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMP Little Sun Surabaya vs SMP Angelus Custos Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).