Nyaris 190 Sentimeter, Scha Tahu Tinggi Bukan Segalanya

| Penulis : 

Dengan tinggi badan hampir menyentuh 190 sentimeter, Schareylenne Alicya Kastanja atau akrab disapa Scha mudah mencuri perhatian setiap kali berdiri di lapangan. Namun, di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, tinggi badan bukan selalu menjadi keuntungan bagi student-athlete Nation Star Academy Surabaya (NSA) itu.

Postur 189,6 sentimeter memang membuatnya punya keunggulan ketika berada di bawah ring. Tetapi di sisi lain, Scha juga harus menghadapi penjagaan ketat dari lawan. Saat menerima bola, tiga hingga empat pemain bisa langsung mendekat untuk menghentikan pergerakannya.

Menghadapi lawan dengan postur yang lebih kecil pun tidak selalu mudah. Scha harus lebih cermat mencari posisi agar bisa memanfaatkan posturnya tanpa justru kesulitan bergerak.

Salah satu pengalaman itu ia rasakan ketika NSA menghadapi SMA Gloria 1 Surabaya. Scha mendapat tekanan ketat hingga beberapa kali terjebak di antara dua pemain lawan yang juga memiliki postur besar.

Baca juga: Hasil AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North, Minggu 27 September 2026

“Tinggi itu sebenarnya enak kalau nggak dijaga. Kalau dijaga sampai tiga atau empat orang, susah juga buat nerima bola,” cerita Scha.

Padahal, tinggi badan itulah yang pertama kali membuat seorang pelatih mendorongnya untuk serius bermain basket.

Scha sudah dikenalkan dengan basket oleh sang Mama sejak usia lima tahun. Namun, ketika itu ia belum tertarik. Ia justru lebih senang bermain bulutangkis dan menjalani latihan sekadar untuk hobi.

Ketertarikannya pada basket baru tumbuh ketika duduk di kelas VII SMP. Pelatih melihat postur tinggi Scha dan memintanya mencoba basket dengan lebih serius. Dari sana, ia mulai menyadari bahwa tinggi badan yang dimilikinya bisa menjadi modal di lapangan.

Perlahan, olahraga yang dulu tidak terlalu ia minati itu justru menjadi bagian dari hidupnya. Dari Ambon, Scha kemudian melanjutkan perjalanan basketnya di Surabaya. Di sana pula ia baru mengenal DBL dan mulai bermimpi bisa tampil di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia itu.

Baca juga: Sinlui Menang Dramatis, Sinclaire Jefferson Jadi Penentu Comeback!

Musim ini menjadi tahun kedua Scha melantai di DBL East Java-North. Meski sudah tidak lagi berstatus rookie, rasa gugup masih sesekali muncul.

Bukan hanya kemampuan bermain yang terus ia pelajari. Scha juga mulai belajar mengendalikan emosi selama pertandingan.

Di laga melawan SMA Petra 2 Surabaya dan SMAN 16 Surabaya, ia sempat mendapat technical foul karena selebrasi yang terlalu terbawa suasana. Scha mengakui masih perlu belajar mengontrol emosinya ketika pertandingan berjalan panas.

Teman-teman setim kemudian menjadi tempatnya kembali menenangkan diri. Pelatih juga terus mengingatkan agar Scha bisa memanfaatkan kelebihan posturnya dengan lebih baik.

Dukungan terbesar tetap datang dari rumah. Sang Mama rutin menyaksikan pertandingan Scha melalui live streaming. Sebelum bertanding, keduanya juga biasa berdoa bersama lewat telepon.

Pesan sederhana seperti “semangat” dan “kamu pasti bisa” selalu diberikan sang Mama sebelum pertandingan. Setelah laga, Mama masih memberikan evaluasi kecil, termasuk mengingatkan Scha agar tidak panik ketika berada di bawah ring dan lebih dulu melihat ring sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: Dulu Dilatih Coach Ivan, Kini Bonfil Gandeng Sang Guru

Jauh dari Ambon juga membuat dukungan keluarga terasa semakin berarti. Scha masih sering berkomunikasi dengan adiknya yang terpaut sembilan tahun. Ketika pulang, ia bahkan kerap mengajak sang adik bermain basket.

Kini, memasuki pertandingan penting di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Scha tidak hanya belajar menjadi student-athlete dengan postur tinggi. Ia juga belajar bagaimana menggunakan kelebihan tersebut, menghadapi tekanan yang datang bersamanya, dan tetap tenang ketika keadaan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

Pelajaran itu kembali ia bawa pada Minggu, 27 September 2026. Scha menyumbang 8 poin dan 12 rebound saat NSA mengalahkan SMAN 1 Puri Mojokerto dengan skor 34-25.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan NSA melaju ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Di tengah perjalanan itu, Scha kembali menunjukkan bahwa tinggi badan memang bisa menjadi modal, tetapi bukan satu-satunya hal yang menentukan langkahnya di lapangan.

Baca juga: Di Gloria 1, Lyly Bawa Mimpi dari Kediri

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Dari Pekanbaru ke Yogyakarta, Cherdio Ingin Raih Mimpi dan Buktikan Diri
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta, Minggu, 27 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Jakarta, Minggu, 27 September 2026
Link Live Streaming Final Party DBL West Java 2026
Sabrina Yunindya Jemput Mimpi di Ibu Kota