Bekas jarum infus belum memudar dari lengan kiri Muhammad Yuda Romadhon Listiyono. Warnanya masih sedikit kemerahan dan ada bengkak kecil. Ia baru saja keluar dari rumah sakit pada Jumat pagi, 2 Oktober 2026. Namun, siang harinya ia sudah tiba di Sritex Arena untuk bertanding di ajang AZA 3X3 Competition 2026 Central Java-South.
Yuda sendiri tergabung dalam tim SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. Di saat tubuh orang pada umumnya masih membutuhkan istirahat total usai dirawat di rumah sakit, pikiran Yuda justru hanya tertuju ke satu nama: DBL.
Hari ini adalah last dance-nya sekaligus perdananya mencicipi atmosfer kompetisi DBL. "Aku di-opname sekitar 5 sampai 6 hari karena trombosit turun drastis gara-gara kecapekan. Baru keluar tadi pagi, langsung berangkat ke sini," ujar Yuda dengan senyum tipis usai pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Jayden Wijaya di Final DBL East Java-North!
Beberapa hari sebelum jadwal pertandingan, porsi latihan intensif yang ia jalani demi persiapan DBL menguras fisiknya hingga batas maksimal. Tubuhnya menyerah pada serangan demam berdarah, memaksa Yuda terkapar di ruang perawatan. Akibatnya, pada laga pertama, rekan-rekan setimnya di SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo harus bertarung pincang—hanya bertiga tanpa amunisi cadangan di bangku pemain.
Keadaan itu membuat hati Yuda bergemuruh. Begitu dokter memberikan izin rawat jalan di hari pertandingan kedua, tak ada kata ragu dalam dirinya.
Bertanding di kompetisi DBL adalah mimpinya sedari dulu. Ia bahkan selalu menceritakan impiannya kepada kedua orang tuanya. Tak hanya sekali-dua kali, tapi berulang kali sejak ia masuk kelas X. Hal itu yang membuat orang tuanya luluh membiarkan Yuda beraksi di kompetisi DBL meski dalam kondisi belum prima.
"Dari kelas X aku selalu cerita ke orang tua kalau pengin banget main di DBL. Baru kesampaian di kelas XII ini. Jadi walau baru keluar rumah sakit, saya bela-belain datang. Ini first dance sekaligus last dance saya," tutur Yuda.
Sialnya, langkah SMA Al Azhar Syifa Budi Solo harus terhenti. Mereka takluk dari SMAN 2 Karanganyar dengan skor 6-3. Meskipun demikian, tak ada penyesalan yang terpancar dari raut wajahnya.
Baca Juga: Gagahnya Sparta dan Benteng Sesaji Smansa di DBL Central Java-South
Bagi Yuda, berdiri di lapangan dan berjuang bersama timnya hingga detik terakhir adalah sebuah janji yang sudah ditunaikannya.
Ketangguhan mental yang ditunjukkan Yuda di arena basket rupanya bukan hal yang muncul tiba-tiba. Di luar lapangan basket, siswa kelas XII ini dikenal sebagai sosok multitalenta dengan deretan prestasi mentereng.
Di bidang akademik dan inovasi sains, Yuda pernah menyabet Gold Medal di Bali International Science Fair (BISF) lewat karya inovasi sikat gigi pintar (smart toothbrush) yang terintegrasi dengan aplikasi pemantau kebersihan gigi. Ia juga meraih Silver Medal I2APO di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan inovasi pengolahan limbah ampas kopi.
Tak berhenti di situ, Yuda juga memadukan ketelitian sains dengan fokus tajam di arena olahraga ekstrem. Terinspirasi dari sang ayah yang berlatar belakang militer, ia menekuni cabang tembak reaksi.
Hasilnya tidak main-main: Yuda berhasil keluar sebagai Juara 1 Standard Non Super Junior Jateng Kejuaraan Nasional Tembak Reaksi AA-IPSC Level III Kapolda Jateng Cup Indonesia Open 2024.
"Setiap bidang butuh fokus dan presisi yang beda. Di tembak reaksi harus hitung poin dan selisih waktu. Kalau di basket, butuh ketahanan dan kerja sama. Semua saling melengkapi," jelasnya tentang cara mengolah mental kompetitifnya.
Baca Juga: Kilas Balik Finalis DBL East Java-North: Putri Sinlui Terus Bermain Dominan
Bagi Yuda, perjalanan di DBL mungkin telah usai, namun pelajaran tentang loyalitas dan kerja keras akan terus ia kenang.
"Belum rezekinya tahun ini. Tapi saya puas dan bangga bisa menuntaskan rasa penasaran ini di lapangan. Semoga adik-adik kelas bisa terus membawa nama sekolah lebih tinggi lagi di musim depan," pungkasnya penuh optimisme.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)