ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Tristan Sura Prawara bersama jajaran tim saat sesi perkenalan starting five di lapangan sebelum pertandingan dimulai pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship Selasa, 6 Oktober 2026.

Kondisi tubuh yang kurang fit bisa saja menjadi alasan untuk beristirahat. Namun, bagi Tristan Sura Prawara, itu bukan alasan untuk melewatkan pertandingan penting bersama SMAN 1 Bululawang (Smabul).

Guard kelas XI itu tetap berada di lapangan saat Smabul menghadapi SMKN 2 Probolinggo (Esemkada) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, Tristan tetap menjalankan tugasnya dan ikut membawa Smabul mengamankan kemenangan 45-24.

Laga tersebut sekaligus memastikan Smabul melangkah ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship. Sebelumnya, Smabul sudah lebih dulu menjadi champion Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java South di Malang.

Tristan turut memberi kontribusi lewat 15 poin, 1 rebound, dan 2 assist selama 20 menit 5 detik berada di lapangan. 9 poin di antaranya lahir dari tembakan tripoin. Ia mencatatkan tiga tripoin sukses dari 4 percobaan.

Baca juga: Musim Pertama Bersama Putra Sinlui, Andres Jethevan Bawa Pengalaman Timnas U15

Tiga tembakan dari luar garis tiga angka itu menjadi bagian dari kontribusinya untuk Smabul di laga tersebut. Di balik penampilannya, Tristan ternyata harus lebih dulu berkompromi dengan kondisi tubuhnya yang belum benar benar fit.

Aksi Tristan Sura Prawara (nomor punggung 10) saat menunjukkan gestur tripoin usai melesakkan tembakan jarak jauh ke ring lawan dalam pertandingan SMAN 1 Bululawang.

Ia mengaku sempat mengalami demam sebelum pertandingan. Beruntung, kondisinya berangsur membaik ketika laga dimulai. Tristan pun tetap memilih bermain dan menjalankan perannya bersama Smabul.

"Pas tadi memang sempat demam. Tapi pas main sudah turun demamnya. Sudah selesai ini paling mau minum obat biar fit lagi," ujar Tristan.

Pertandingan ini bukan pengalaman pertama Tristan bersama Smabul. Ia juga sudah tampil pada musim sebelumnya sehingga cukup memahami bagaimana rasanya menjalani kompetisi bersama tim tersebut.

Baca juga: Pesan Orangtua Aura Putri di Balik Perjalanan Menuju DBL East Java Championship

Memasuki musim ini, Tristan merasakan adanya perkembangan dalam permainan Smabul. Ia melihat kondisi fisik pemain semakin siap dan permainan tim juga lebih terbangun. Persiapan yang dijalani pun tidak berhenti pada latihan bersama.

Ketika tidak ada pelatih, Tristan masih menyempatkan diri menambah jam latihan. Kesempatan itu ia gunakan untuk berlatih shooting, baik sendiri maupun bersama teman.

"Kalau latihan biasanya ada fisik, terus latihan tim juga. Kalau enggak ada coach, biasanya shooting sendiri atau sama teman. Biar tetap ada latihan tambahan," katanya.

Kebiasaan itu sudah menjadi bagian dari perjalanan Tristan sejak mengenal basket. Ia pertama kali mencoba olahraga tersebut ketika masih duduk di kelas II SD di Malang.

Baca juga: Mama Lucy dan Perjuangannya Dampingi Aryo dari Bandung ke DBL Arena

Awalnya, Tristan bahkan tidak tahu bahwa hari itu akan menjadi awal perjalanannya di basket. Ia hanya mengira sedang diajak orang tuanya pergi ke mall. Ternyata, tujuan mereka justru tempat latihan basket.

Tristan akhirnya mencoba. Dari sana, rasa suka itu tumbuh dan membuatnya terus datang ke lapangan.

"Waktu kelas dua SD itu awalnya diajak ke mal sama orang tua. Ternyata malah dibawa ke latihan basket. Pas sudah coba, ternyata suka. Dari situ lanjut terus," tutur Tristan.

Tidak ada anggota keluarganya yang lebih dulu bermain basket. Dari tiga bersaudara, Tristan justru menjadi satu satunya yang memilih menekuni olahraga tersebut.

Baca juga: Keanu Gibran Bangga Jadi Bagian Perjalanan Putra Sketsa di DBL Arena

Sejak kelas II SD, ia juga mendapat bimbingan dari Coach Bisma. Sosok tersebut menjadi salah satu orang yang mendampingi Tristan dalam proses mengenal basket hingga berkembang sebagai pemain.

Saat masih SD, Tristan cukup sering bermain dan merasakan kemenangan. Namun, memasuki SMP, kesempatan bermain bersama sekolah tidak sebanyak sebelumnya. Ia pun lebih banyak mendapatkan pengalaman melalui klub.

Meski begitu, Tristan tidak kehilangan keinginannya untuk terus bermain. Pengalaman tersebut justru membuatnya semakin yakin bahwa basket bukan sekadar aktivitas yang ia lakukan untuk mengisi waktu luang.

Kini, ia punya keinginan untuk membawa basket lebih jauh dalam kehidupannya. Tristan ingin terus berkembang dan menjadikan olahraga tersebut sebagai jalan untuk mengejar mimpinya menjadi atlet.

Tristan Sura Prawara (nomor punggung 10) saat melakukan drive bola di tengah ketatnya penjagaan lawan.

"Kalau buat ke depannya saya memang pengin tetap di basket. Saya mau jadi atlet. Karena dari dulu juga sudah suka basket, jadi penginnya lanjut terus," ucapnya.

Baca juga: 300 Kilometer Ditempuh Sang Mama Demi Kawal Na Raya

Keinginan tersebut berjalan beriringan dengan perkembangan yang ia rasakan di lapangan. Tristan merasa rasa percaya dirinya musim ini semakin meningkat. Ia juga mulai semakin nyaman menjalankan perannya sebagai guard.

Di dalam tim, Tristan tidak merasa harus selalu menjadi pemain yang mengambil keputusan. Menurutnya, permainan Smabul berjalan dengan saling mengisi. Siapa pun bisa mendapatkan kesempatan sesuai situasi pertandingan.

"Chemistry kami sudah bagus. Jadi enggak bergantung sama satu orang. Tergantung play juga. Siapa yang dapat kesempatan, ya dijalankan," jelas Tristan.

Kemenangan atas Esemkada tetap menyisakan beberapa catatan untuk Smabul. Ada pola permainan yang belum berjalan sesuai rencana. Eksekusi free throw juga masih perlu diperbaiki setelah Smabul hanya mampu memasukkan dua free throw sepanjang pertandingan.

Pertahanan justru menjadi bagian yang mendapat perhatian besar dari tim. Tristan menyebut pelatih terus mengingatkan mereka untuk menjaga defense agar tetap berjalan sesuai rencana.

"Coach lebih banyak bilang soal defense. Tadi defense kami lumayan, tapi free throw masih kurang. Jadi setelah ini mungkin harus lebih banyak evaluasi dan latihan lagi," katanya.

Baca juga: Mimpi yang Tak Pernah Membuatmu Lupa Rumah

Setelah kemenangan tersebut, tiket menuju Fantastic Four akhirnya berada di tangan Smabul. Bagi Tristan, hasil itu terasa membanggakan karena target yang mereka pasang berhasil dicapai.

Skuad SMAN 1 Bululawang berpose bersama di tengah lapangan usai memastikan langkah mereka menembus babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.

Namun, ia tidak ingin kemenangan atas Esemkada membuat timnya cepat puas. Babak berikutnya justru akan menghadirkan tantangan yang lebih besar. Smabul harus kembali bersiap, terutama memperbaiki hal hal yang masih kurang dari pertandingan ini.

Ada rasa senang dan bangga setelah memastikan langkah ke Fantastic Four. Di saat yang sama, Tristan sadar bahwa perjalanan mereka belum selesai.

"Senang dan bangga pasti. Tapi setelah ini pasti lebih berat. Jadi harus lebih siap lagi, terutama defense. Target awalnya memang Fantastic Four, tapi setelah game ini target itu semoga final," tegas Tristan.

Baca juga: Sang Kapten yang Tenang Menerjang Badai

Dari sebuah ajakan orang tua di kelas II SD yang awalnya ia kira akan berujung ke mall, Tristan justru menemukan olahraga yang ingin terus ia jalani. Bertahun tahun kemudian, pilihannya membawa Tristan sampai ke DBL Arena Surabaya bersama Smabul.

Hari ini, ia bermain dalam kondisi demam dan pulang dengan tiket Fantastic Four di tangan. Perjalanannya bersama basket pun masih terus berlanjut.

Kini, satu target sudah terlewati. Setelah ini, Tristan dan Smabul harus kembali bersiap karena perjalanan mereka belum selesai.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Tristan Sura Prawara bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMKN 2 Probolinggi vs SMAN 1 Bululawang bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS