Dari tribun DBL Arena Surabaya, Ferry Oktantono Tri Pamungkas dan Denis Aprillisiawati tak pernah benar benar bisa tenang. Mata keduanya terus mengikuti pergerakan Aura Putri Khalila yang sedang berjuang bersama SMKN 2 Boyolangu menghadapi SMA St. Louis 1 Surabaya atau Sinlui pada Senin, 5 Oktober 2026.
Ada rasa tegang setiap kali Aura terlibat dalam perebutan bola. Namun, di balik itu, Ayah Ferry dan Mama Denis tahu perjalanan putrinya bersama SMKN 2 Boyolangu sudah sampai sejauh ini bukan sesuatu yang datang begitu saja.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Big Eight Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship, SMKN 2 Boyolangu lebih dulu mencatatkan diri sebagai runner up sektor putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West di Madiun. Pencapaian tersebut menjadi alasan lain bagi Ayah Ferry dan Mama Deni untuk bersyukur melihat Aura kembali tampil di DBL Arena Surabaya.
Mereka datang langsung dari Tulungagung untuk melihat Aura bertanding. Bagi Ayah Ferry dan Mama Denis, kehadiran di DBL Arena bukan sekadar menemani pertandingan, tetapi bentuk dukungan yang sejak awal selalu diberikan kepada putrinya.
Baca juga: 300 Kilometer Ditempuh Sang Mama Demi Kawal Na Raya
Ini bukan kali pertama Aura berada di DBL Arena. Pada 2025, ia juga pernah membawa SMKN 2 Boyolangu tampil di venue yang sama dan menghadapi SMA Gloria 1 Surabaya.
Kini, untuk kedua kalinya, Aura kembali menginjakkan kaki di panggung tersebut. Bedanya, ia datang dengan pengalaman lebih banyak dan tanggung jawab yang berbeda setelah sejumlah pemain senior dari musim sebelumnya telah lulus.

Aksi dribble bola yang dilakukan Aura Putri Khalila (nomor punggung 7) di tengah ketatnya penjagaan pemain SMA St. Louis 1 Surabaya.
"Intinya bukan menang dan kalah. Sampai dari sini, sampai ke tempat ini, dua tahun ini kan sampai sini. Sudah dua kalinya. Buat pengalaman anaknya. Alhamdulillah sudah pencapaiannya luar biasa,” ujar Ayah Ferry.
Bagi Ayah Ferry, pertandingan di DBL Arena merupakan bagian dari proses yang harus dijalani Aura. Hasil akhir tetap penting, tetapi pengalaman menghadapi tim dengan level permainan berbeda juga menjadi bekal untuk perkembangan putrinya.
Baca juga: Keanu Gibran Bangga Jadi Bagian Perjalanan Putra Sketsa di DBL Arena
Mama Denis pun memandang perjalanan tersebut dengan rasa syukur. Ia melihat Aura dan rekan rekannya telah melewati perjalanan yang tidak selalu mudah untuk kembali membawa SMKN 2 Boyolangu ke Surabaya.
Terlebih, musim ini Aura harus bermain bersama pemain pemain yang lebih muda. Ia tidak hanya meneruskan perjalanan yang sebelumnya dibangun para senior, tetapi juga ikut membawa adik adiknya merasakan pertandingan di panggung yang lebih besar.
Mama Denis tidak ingin anak anaknya datang dengan pikiran bahwa mereka pasti kalah karena berhadapan dengan Sinlui. Sebaliknya, sejak awal ia dan Ayah Ferry tetap meminta mereka bermain dengan keyakinan untuk menang.
Namun, jika hasil akhirnya berbeda, bukan berarti perjalanan mereka menjadi sia-sia. Ada permainan lawan yang bisa dipelajari dan pengalaman yang bisa dibawa pulang.
"Yang kita ambil itu ilmunya. Kalau memang mendapatkan kemenangan itu suatu bonus. Bukannya pesimis. Dari awal kita tetap menerapkan harus menang. Tapi kalau kalah, ya sudah. Kita ambil ilmunya saja," tutur Mama Denis.
Baca juga: Dari Jember ke Surabaya, Aries Smasa Kawal Perjalanan Putra Sketsa
Pesan tersebut kemudian menemukan bentuknya di lapangan. Aura merasakan sendiri perbedaan cara bermain Sinlui ketika kedua tim bertemu pada pertandingan ketiga hari itu.
Menurut Aura, Sinlui mampu menjaga ketenangan dalam permainan. Set play berjalan lebih teratur dan setiap pemain mampu menjalankan perannya ketika berada di lapangan.
Sebaliknya, SMKN 2 Boyolangu beberapa kali kesulitan mempertahankan ketenangan ketika mendapat pressure dan trap. Situasi tersebut membuat permainan mereka menjadi lebih terburu buru.
Aura sempat melihat timnya mampu menjaga permainan pada awal laga. Namun, ketika tekanan semakin besar, mental pemain ikut terdampak dan membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.
"Yang bisa kita dapat dari pertandingan hari ini itu pengalaman dan ilmu. Mereka mainnya tenang banget, menata dan pemainnya juga merata. Kita ambil sisi positifnya. Mereka bisa set play dan main tenang,” kata Aura.
Baca juga: Mama Lucy dan Perjuangannya Dampingi Aryo dari Bandung ke DBL Arena
Bagi Aura, bagian tersebut justru menjadi pelajaran penting dari pertandingan. Ia ingin membawa cara bermain Sinlui sebagai contoh bahwa menghadapi tekanan tidak selalu harus dibalas dengan permainan terburu buru.
"Kita ketika kena pressure atau trap malah panik. Mental kita harus lebih kuat dan bisa mencontoh mereka,” lanjut Aura.
Mental memang menjadi hal yang sejak lama diperhatikan Ayah Ferry dan Mama Denis. Bahkan sebelum Aura mengenal basket, keduanya sudah terbiasa memberikan pilihan kepada putrinya dan membiarkannya menentukan jalan yang ingin dijalani.
Sebelum menjadi pemain basket, Aura merupakan anak yang dekat dengan dunia tari. Sejak PAUD hingga kelas VI SD, ia mengikuti kegiatan tari di Sanggar Kembang Sore.
Memasuki SMP, Ayah Ferry kemudian memberikan dua pilihan kepada Aura. Ia bisa memilih voli atau basket jika ingin melanjutkan aktivitas olahraga setelah meninggalkan tari.
Aura memilih basket.
Baca juga: Kilas Balik Finalis DBL Madiun 2026: Lika-liku Perjalanan Putri SMKN 2 Boyolangu
Pilihan itu kemudian mempertemukannya dengan klub di Tulungagung. Di sana, Aura belajar basket dari dasar dan mulai ditempa untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Ayah Ferry menyebut Coach Adrian, Coach Noor dan Coach Soni sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam perkembangan Aura. Menurutnya, para pelatih tersebut merupakan bagian penting dari proses Aura sampai menjadi pemain seperti sekarang.

Aura Putri Khalila (nomor punggung 7) bersama rekan-rekan setimnya di SMKN 2 Boyolangu saat bersiap memasuki arena pertandingan.
"Memang mereka yang melahirkan anak saya seperti itu. Yang membuat anak saya seperti sekarang. Dari nol sampai bisa ikut banyak kejuaraan. Alhamdulillah apa yang diajarkan coach coach di MVP itu menghasilkan anak seperti Aura sekarang," ujar Ayah Ferry.
Namun, perjalanan tersebut pernah mengalami hambatan. Aura sempat mengalami masalah pada lutut dan mendapat vonis tidak boleh bermain basket selama 2 tahun.
Baca juga: Tiga Pemain Putri yang Perlu Kalian Waspadai di DBL Madiun 2026
Masa itu menjadi salah satu titik terberat bagi Aura. Ia sempat mengalami penurunan mental karena harus berhenti dari olahraga yang baru saja mulai ia tekuni dengan serius.
Keluarga kemudian mendampingi proses pemulihannya. Selain menjalani terapi bersama pelatih di MVP, Aura juga melakukan aktivitas seperti bersepeda dan berenang untuk membantu proses pemulihan.
Setelah kembali pulih, Aura perlahan menemukan permainan terbaiknya. Ia kembali mengikuti kompetisi dan mulai meraih berbagai prestasi bersama klub maupun sekolah.
Pengalaman tersebut membuat Ayah Ferry semakin yakin bahwa kemampuan seorang pemain tidak hanya dibentuk melalui latihan fisik. Mental juga harus terus dijaga, terutama ketika berhadapan dengan situasi sulit.
"Jangan pernah merasa minder. Fight terus. Masalah menang kalah itu urusan belakang. Fight terus sampai akhir," pesan Ayah Ferry kepada Aura.
Baca juga: Menuju DBL East Java-West: Gelar Juara Modal SMKN 2 Boyolangu Tatap Musim Baru
Pesan itu pula yang berusaha diterapkan keluarga ketika mendampingi perjalanan Aura. Setiap kali ada pertandingan di luar kota, Ayah Ferry dan Mama Denis sebisa mungkin hadir.
Untuk pertandingan di Surabaya, keduanya kembali melakukan hal yang sama. Mereka meninggalkan aktivitas masing masing dan berangkat dari Tulungagung agar bisa menyaksikan Aura secara langsung.
Dukungan orang tua bahkan tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Dalam beberapa perjalanan sebelumnya, keluarga juga ikut membantu memenuhi kebutuhan tim karena dukungan sekolah belum sepenuhnya maksimal.
Saat mengikuti kompetisi di Madiun, misalnya, kebutuhan makan tim juga harus dipersiapkan sendiri. Para pemain dan orang tua membawa perlengkapan memasak agar kebutuhan selama perjalanan tetap terpenuhi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dilewati SMKN 2 Boyolangu. Para pemain juga harus membagi waktu antara sekolah, PKL dan latihan basket.
Baca juga: Hasil DBL East Java Championship: Putra Sketsa dan Sinlui ke Fantastic Four!
Aura sendiri menjalani PKL dari jurusan perbankan. Ia bisa baru menyelesaikan kegiatan PKL pada sore hari, sementara latihan sudah menunggu tidak lama setelahnya.
Meski lelah, ia dan rekan rekannya tetap berusaha hadir. Bagi Aura, perjuangan tersebut menjadi bagian dari proses yang membuat perjalanan tim terasa semakin berarti.
Kini Aura sudah berada di kelas XII. Selain basket, ia tetap menjaga akademiknya di jurusan perbankan dengan nilai yang menurut Mama Denis berada di atas rata rata.
Setelah lulus nanti, Aura masih memiliki beberapa kemungkinan. Ia mendapat peluang untuk melanjutkan basket melalui klub, sementara di sisi pendidikan ia juga memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah hingga mempertimbangkan UGM.
Baca juga: Kangen Masa SMA, Jacquelyn Chandra Hadir Dukung Sinlui di DBL Arena
Ayah Ferry dan Mama Denis memilih tidak menentukan jalan tersebut untuk putrinya. Mereka hanya ingin Aura memilih sesuatu yang memang ia sukai dan mampu dijalani dengan sungguh sungguh.

Upaya serangan dan layup yang dilakukan Aura Putri Khalila (nomor punggung 7) di tengah ketatnya pertahanan SMA St. Louis 1 Surabaya.
"Kalau kamu memang punya minat di situ, kamu punya kemampuan di situ, ya lanjutkan. Saya sebagai orang tua tetap support. Terserah anaknya mau memilih ke mana," kata Ayah Ferry.
Pada akhirnya, pertandingan melawan Sinlui menjadi satu bagian lagi dari perjalanan panjang Aura. Ada basket yang baru ia kenal sejak SMP, cedera yang sempat membuatnya berhenti, hingga orang tua yang terus datang dari Tulungagung untuk melihatnya bermain.
Semua pengalaman itu membuat Aura memahami bahwa basket tidak selalu berbicara tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ada keberanian untuk tetap bermain ketika lawan lebih kuat, ketenangan ketika mendapat tekanan, dan kemauan untuk belajar dari setiap pertandingan.
Hari itu, DBL Arena kembali menjadi ruang belajar bagi Aura dan SMKN 2 Boyolangu. Bukan hanya tentang menghadapi Sinlui, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perjalanan panjang terus memberi alasan bagi Aura untuk melangkah lebih jauh.
Baca juga: Tahun Terakhir SMA, Joanne Kejar Satu Kejuaraan Lagi tuk Lengkapi Perjalanannya
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Aura Putri Khalila bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).