Bagi Jesslyn Tirta, basket bukan sekadar olahraga yang ia tonton dari jauh. Mantan Ketua OSIS SMA Cita Hati East Surabaya itu juga pernah merasakan bagaimana sebuah pertandingan bisa menyatukan banyak orang dalam satu semangat.
Namun, ada satu pengalaman yang belum pernah ia rasakan bersama sekolahnya sendiri, yakni melihat tim Cita Hati East bermain di partai final DBL East Java-North.
Sabtu, 3 Oktober 2026, Jesslyn akhirnya datang ke DBL Arena untuk menyaksikan Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North yang mempertemukan antara SMA St louis 1 Surabaya dan SMA Gloria 1 Surabaya.
Jesslyn ingin merasakan langsung bagaimana rasanya berada di tengah sebuah tribun sekolah yang sedang mengawal timnya di partai puncak.
“Sebenarnya, saya memang suka nonton basket, jadi dari awal memang tertarik untuk datang. Selain itu, saya juga tertarik melihat semangat dari semua orang yang terlibat, bukan hanya pemainnya, tapi juga para supporter,” cerita Jesslyn.
Baca juga: Helena Meysha dan Nungaro Samuel Prediksi Champion DBL East Java 2026
Ia kemudian memilih SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui) sebagai tempat untuk merasakan pengalaman tersebut. Sebelum pertandingan, Jesslyn sengaja membeli baju Sinluiers (julukan suporter SMA St Louis 1 Surabaya). Bukan karena ia merupakan bagian dari sekolah itu, melainkan karena ia ingin benar-benar masuk ke dalam atmosfer yang selama ini ingin ia rasakan.
Menurutnya, Sinlui punya tim yang kuat dan semangat yang terasa hingga ke tribun.
“Saya memilih Sinlui karena menurut saya mereka punya tim yang kuat dan pemain-pemainnya juga impressive. Saya juga suka melihat bagaimana mereka punya team spirit yang kuat, bukan cuma di dalam lapangan tapi juga dari supporternya,” ujarnya.
Namun, memakai baju Sinluiers saja belum cukup. Jesslyn memilih berada di tengah tribun supporter dan ikut merasakan langsung bagaimana mereka memberikan energi untuk tim sepanjang pertandingan.
“Saya memang pengin merasakan langsung bagaimana rasanya berada di tengah-tengah supporter yang sangat passionate. Dan ternyata seru banget. It feels like one of those core memories karena saya belum pernah merasakan atmosfer seperti itu sebelumnya,” katanya.
Awalnya, Jesslyn datang sebagai penonton umum. Ia bukan siswa Sinlui dan tidak tumbuh bersama tradisi supporter sekolah tersebut. Tetapi perasaan itu perlahan menghilang setelah ia berada di tengah tribun.
Orang-orang di sana justru membuatnya merasa diterima.
Bukan hanya para supporter, tetapi juga orang tua, guru, hingga Romo yang berada di sekitar mereka.
“Yang paling terasa adalah betapa welcoming-nya semua orang yang terlibat. Bukan cuma teman-teman supporternya, tapi parents, teachers, bahkan Romo juga sangat welcoming kepada saya. Walaupun saya bukan siswa Sinlui, saya tetap merasa diterima dan bisa ikut menikmati experience-nya bersama mereka,” tutur Jesslyn.
Dari tribun, Jesslyn juga melihat sesuatu yang sebelumnya mungkin tidak terlalu ia pikirkan. Menjadi supporter ternyata membutuhkan kerja sama.
Ia memperhatikan bagaimana seluruh tribun bisa bergerak bersama. Ada waktu untuk berteriak, memberikan dukungan, dan mengikuti koordinasi yang sudah dipersiapkan.
Baca juga: Sinlui atau Gloria? Ini Prediksi Coach Mey dan Bisma di Final DBL East Java 2026
“Semua orang tahu kapan harus teriak, kapan harus memberikan support, dan semuanya terasa sangat teratur, tapi tetap seru. Dari situ saya bisa lihat bahwa support dari tribun juga membutuhkan kerja sama, sama seperti pemain di dalam lapangan,” jelasnya.
Pengalaman itu kemudian membawa pikiran Jesslyn kembali kepada Cita Hati East.
Sekolahnya belum pernah sampai ke partai final. Karena itu, melihat langsung bagaimana sebuah komunitas sekolah mengawal tim di panggung terbesar membuatnya membayangkan pengalaman serupa untuk sekolahnya suatu hari nanti.
“Of course, sebagai siswa Cita Hati East, saya juga berharap suatu hari nanti kami bisa merasakan hal yang sama dan semoga bisa sampai ke partai puncak dan jadi juara juga,” tuturnya.
Jika hari itu datang, Jesslyn ingin melihat seluruh elemen Cita Hati East berkumpul di satu tribun. Siswa, guru, orang tua, hingga alumni datang bersama untuk memberikan energi kepada tim.
“Pastinya saya ingin atmosfer yang sangat enerjik dan penuh semangat. Saya ingin seluruh siswa, guru, orang tua, dan bahkan alumni bisa datang bersama untuk support timnya,” katanya.
Harapan itu rupanya tidak membuat Jesslyn ingin terus berdiri di satu sisi. Ketika Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java yang akan berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026 kembali mempertemukan Sinlui dan Gloria 1, ia memilih datang kembali untuk menikmati pertandingan tanpa mendukung salah satu tim secara khusus.
Ketika ditanya apakah kali ini akan kembali ke tribun Sinlui atau bergantian mendukung Gloria 1, Jesslyn menjawab santai.
“Jesslyn gak dukung tim yang mana-mana kali ini,” jawabnya.
Bagi Jesslyn, pengalaman di DBL Arena akhirnya bukan cuma tentang pertandingan yang ia saksikan. Ada sesuatu yang lebih besar yang ia bawa pulang, gambaran tentang bagaimana rasanya sebuah sekolah berdiri bersama untuk mendukung timnya.
Baca juga: Tinggalkan Renang, Nadine Lanjutkan Mimpi di Basket
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)