ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Koreografi tiga dimensi Tetramania saat mengawal SMAN 4 Surabaya menghadapi SMAN 1 Gresik pada Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Koreografi tiga dimensi menjadi pusat perhatian saat Tetramania mengawal SMAN 4 Surabaya menghadapi SMAN 1 Gresik pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Memenuhi tribun dengan visual tangan, lingkaran merah, hingga tiga sosok yang berdiri di atas singgasana, koreografi tersebut membawa satu cerita tentang perjalanan dari keterpurukan menuju kebangkitan.

Cerita itu tidak hadir melalui satu visual saja. Tetramania menyusun koreografi dalam empat bagian yang saling terhubung, yakni The Downfall, The Struggle, The Convergence, dan The Awakening.

Muhammad Fahmi Syafarudin, tim kreatif Tetramania, menjelaskan bahwa setiap bagian memiliki peran dalam menggambarkan perjalanan yang mereka ingin sampaikan.

"Konsepnya itu lebih ke bagaimana kita bangkit dari keterpurukan. Jadi ada The Downfall, The Struggle, terus The Convergence, dan terakhir The Awakening," jelas Fahmi.

Baca juga: Saat MZEE Menentukan Takdirnya, Tetramania Bawa Kisah Pejuang ke Tribun

Bagian awal tergambar melalui The Downfall. Konsep tersebut menjadi gambaran tentang kondisi ketika seseorang berada di titik keterpurukan sebelum akhirnya mulai mencari jalan untuk bangkit.

Cerita kemudian bergerak menuju bagian tengah melalui The Struggle. Tangan-tangan yang muncul dari kegelapan menjadi visual orang-orang yang sedang berusaha keluar dari keadaan tersebut.

Koreo The Strunggle Tetramania menampilkan tangan-tangan yang muncul dari kegelapan sebagai symbol perjuangan pada Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North di DBL Arena Surabaya. 

Warna merah mendominasi bagian ini. Bagi Tetramania, warna tersebut membawa makna keberanian, amarah, semangat, dan pengorbanan yang dibutuhkan dalam sebuah perjuangan.

"Jadi kita bikin konsepnya itu berurutan. Dari yang awalnya jatuh atau The Downfall, terus berjuang di The Struggle, habis itu menyatu di The Convergence, sampai akhirnya bangkit di The Awakening," tutur Raihan Abadi Syafiq, tim kreatif Tetramania, yang akrab disapa Regi.

Setelah perjuangan, cerita berlanjut ke sisi kanan dan kiri koreografi. Dua tangan yang mengarah pada sebuah lingkaran merah menjadi bagian dari The Convergence atau penyatuan.

Baca juga: Scootersmania Titipkan Harapan Kebangkitan untuk Smamga

Lingkaran merah tersebut menjadi simbol tujuan, harapan, sekaligus kekuatan yang ingin dicapai bersama. Dua kekuatan yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri akhirnya diarahkan menuju satu titik yang sama.

Dari penyatuan itu, cerita mencapai bagian terakhir. Tiga sosok berbalut warna merah berdiri di atas singgasana sebagai gambaran The Awakening atau kebangkitan.

Koreo The Awakening yang menampilkan tiga sosok berbalut merah sebagai symbol kebangkitan Tetramania pada Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Ketiganya melambangkan kekuatan, kekuasaan, ambisi, dan tekad yang kembali tumbuh setelah melewati keterpurukan. Sosok tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan yang telah dilewati akhirnya membawa seseorang menuju fase untuk kembali berdiri dan menghadapi tantangan berikutnya.

Alur tersebut juga diperkuat melalui dua tulisan yang berada di sisi koreografi, yakni Get Up dan The Downfall. Keduanya menjadi penanda bahwa kejatuhan bukan menjadi akhir dari cerita yang ingin disampaikan Tetramania.

Di balik visual yang memenuhi tribun, ada proses yang harus dilalui sebelum koreografi tersebut akhirnya dapat dibentangkan. Konsep mulai dikerjakan sejak sekitar 10 Agustus, sementara pengerjaan berlangsung selama empat hari.

Baca juga: Liburan Bersama Urung Terwujud, SMANEMANIA Angkat Jadi Konsep Koreo

Seluruh proses dilakukan secara internal oleh anggota Tetramania. Fahmi, Regi, dan anggota lainnya terlebih dahulu membuat gambaran awal menggunakan aplikasi Ibis Paint sebelum desain tersebut dipindahkan ke media berukuran besar.

Sketsa tersebut kemudian menjadi panduan dalam proses pengerjaan. Karena melibatkan banyak anggota dari berbagai angkatan, pengerjaan dibagi ke dalam beberapa bagian agar setiap elemen dapat diselesaikan sesuai target.

Regi mengatakan pembagian tugas menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

"Dari awal memang sudah dibagi-bagi, siapa yang bagian gambar, siapa yang bagian motong, terus siapa yang bagian nyusun. Jadi biar lebih cepat juga dan gak numpuk di satu orang," ujar Regi.

Koordinasi pun dilakukan selama proses pengerjaan. Setiap target disampaikan melalui grup, kemudian diteruskan oleh para koordinator kepada anggota yang bertugas.

"Ini di share ke grup dan dibilangin ke anak-anaknya. Jadi kita kayak ngumpul satu-satu koornya tadi, kita bilang semuanya agar terhindar dari miskom," ujar Fahmi.

Baca juga: Lanjutkan Tema Mesir Kuno, Twyster Bawa Musa Membelah Laut ke Tribun

Waktu pengerjaan yang terbatas membuat sebagian anggota harus menyelesaikan bagian mereka hingga larut malam. Namun, pembagian tugas membuat setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menyatukan seluruh elemen koreografi.

Hasilnya, potongan-potongan visual yang sebelumnya dikerjakan secara terpisah akhirnya membentuk satu cerita ketika dibentangkan di tribun. Bukan sekadar dekorasi pendukung pertandingan, koreografi tersebut menjadi medium Tetramania untuk menyampaikan pesan kepada tim basket SMAN 4 Surabaya.

Tetramania memberikan dukungan kepada SMAN 4 Surabaya saat berlaga pada Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North di DBL Arena Surabaya. 

Pesan itu berangkat dari kondisi tim pada pertandingan sebelumnya yang harus menelan kekalahan. Tetramania ingin mengingatkan bahwa satu hasil pertandingan tidak serta-merta mengakhiri perjalanan.

"Kita tetap datang itu kan pengen nyemangati lebih lagi. Kayak misalnya basketnya kalah, kita tuh gak mandang dari segi kalah atau menangnya. Karena kita kan ada di sekolah satu unit. Jadi kita sama-sama berjuang," tutur Fahmi.

Karena itu, cerita yang mereka tampilkan di tribun juga menjadi gambaran tentang apa yang ingin mereka sampaikan kepada para pemain. Ketika The Downfall menggambarkan keterpurukan, The Struggle menunjukkan perjuangan, The Convergence menyatukan kekuatan, dan The Awakening menjadi simbol kebangkitan.

Baca juga: Kami Belum Usai, Pesan Bhoners Mania dari Balik Koreografi

Sementara itu, Regi berharap pesan yang dibawa melalui koreografi tersebut dapat ikut menjadi energi bagi tim SMAN 4 Surabaya.

"Sama sih, Kak. Kayak lebih berharap menang sekali aja. Kalau bisa lebih semangat lagi latihannya, lebih solid lagi, lebih banyak komunikasi agar gak miskom kayak saat pertandingan tadi," kata Regi.

Pada akhirnya, The Struggle bukan sekadar satu bagian dari koreografi Tetramania. Ia menjadi bagian dari rangkaian cerita yang dimulai dari keterpurukan, melewati perjuangan dan penyatuan, lalu berakhir pada kebangkitan.

Dari tangan yang muncul dalam kegelapan hingga tiga sosok yang berdiri di atas singgasana, Tetramania memilih menyampaikan satu pesan melalui tribun terpuruk bukan berarti selesai.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMAN 4 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS