Smabul Boys (kelompok suporter SMAN 1 Bululawang) tidak akan pernah melupakan semua yang terjadi pada musim 2026.
Tim basket putra Smabul terus meroket di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.
Meski sempat kalah dari Charis National Academy Malang di fase grup, mereka langsung berhasil mengalahkan finalis DBL East Java-South sejak 2023, SMA Kolese Santo Yusup Malang, di laga pertama Playoffs.
Tidak berhenti sampai situ, Smabul juga berhasil mematahkan kutukan di Fantastic Four dan resmi melaju ke Final Party DBL East Java-South untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Bahkan, mereka juga berhasil keluar sebagai juara sekaligus membalaskan kekalahan dari SMAN 1 Blitar (49-42) yang selalu menutup jalan mereka menuju tingkat yang lebih tinggi.
Maka dari itu, Smabul resmi lolos untuk berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship. Dengan kata lain, mereka akan bertanding melawan tim-tim hebat lainnya dari seluruh Jawa Timur di DBL Arena.
Baca Juga: Tempuh 25 Kilometer dari Rumah ke Sekolah, Azriel Kejar Mimpi Bersama Smabul
Bukan hanya para pemain Smabul saja yang bersukacita. Di belakang mereka, ada ribuan anak Smabul Boys yang bersorak bahagia karena mimpi mereka untuk melakoni away days ke Surabaya akhirnya menjadi kenyataan.
Atmosfer tribun Smabul Boys di GOR Ken Arok sungguh meriah ketika tim basket mereka mengangkat piagam juara DBL East Java-South 2026. Semangat itu ingin terus mereka bawa ketika berdiri di DBL Arena.
***
SMAN 1 Bululawang baru memiliki kelompok suporter pada 2019 lalu. Sudah 7 tahun mereka setia untuk menemani perjalanan Smabul, khususnya di DBL.
Sejak pertama kali dibentuk, mereka sudah memiliki satu mimpi besar yang tidak pernah berhenti untuk diperjuangkan.
“Bisa jadi juara region Malang. Membawa nama dan mewakili Malang menuju ke Surabaya. Ini adalah mimpi yang berkepanjangan dari banyak alumni kita sejak 2019,” sebut Willy Yuan Pranata, capo Smabul Boys.
Mimpi itu terasa semakin spesial mengingat mereka bukan berasal dari wilayah perkotaan, melainkan dari Kabupaten Malang. Smabul Boys ingin mengawal tim basket Smabul untuk membuktikan bahwa tim basket daerah juga bisa bersaing di panggung tertinggi.
Setelah melalui perjuangan berat dan harus berhenti di fase grup selama bertahun-bertahun, pintu Smabul Boys untuk meraih harapan itu akhirnya terbuka pada 2023.
Kala itu, Smabul berhasil lolos ke Fantastic Four untuk pertama kalinya. Sayang, mereka harus mengakui keunggulan SMAN 1 Blitar (73-64).
Baca Juga: Romeo Tutup 3 Musim Bersama Sketsa dengan Penuh Kebanggaan
Momen yang serupa kembali terjadi 2 tahun kemudian. Untuk kedua kalinya, Smabul sukses menyabet tiket untuk berlaga di semifinal. Namun, mereka lagi-lagi menelan kekalahan dari musuh yang sama.
Ternyata, semua itu memang harus terjadi sebagai bagian dari proses yang panjang menuju kondisi yang lebih sempurna. Sebab, segala pengalaman tersebut akhirnya membuat nama Smabul semakin besar secara perlahan.
“Tahun ini pemainnya sendiri banyak yang potensial. Dari suporter tiap tahun juga makin berkembang. Yang dulunya hanya sedikit, sekarang makin up, makin lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Willy.
Dengan demikian, kehebatan Smabul pada musim ini tidak muncul secara instan. Ada proses yang panjang di balik layar untuk membangun kualitas dan menepis keraguan banyak orang.
.jpg)
Selebrasi SMAN 1 Bululawang setelah menjuarai Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South
***
“Seperti apa sih DBL Arena Surabaya itu?”
Itu satu pertanyaan yang selalu ada di benak anak-anak Smabul Boys dalam beberapa tahun terakhir. Musim ini, mereka akhirnya dapat menjawab rasa penasaran tersebut.
Setelah Smabul keluar sebagai juara DBL East Java-South 2026, para pengurus Smabul Boys langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah agar bisa berangkat ke DBL Arena.
Sebenarnya hal tersebut sudah direncanakan sejak 2023 lalu, ketika Smabul lolos Fantastic Four perdana, tetapi akhirnya baru bisa direalisasikan musim ini.
Mereka kemudian mulai mengatur dari awal. Pertama adalah mengurus perizinan. Setelah mendapatkan “lampu hijau” dari kepala sekolah dan jajarannya, Smabul Boys langsung menyerahkan perihal perizinan orangtua kepada mereka.
“Ini kan perjalanan jauh juga. Untuk kita kan juga perlu izin dari orangtua. Jadi sekolah juga melakukan sosialisasi,” turut Willy.
Kemudian, Smabul Boys dan pihak sekolah juga berdiskusi tentang transportasi yang akan mereka gunakan untuk perjalanan ke Surabaya. Bus akhirnya menjadi pilihan yang paling ideal.
Baca Juga: Lima Poin dan Mimpi Coach Angga yang Belum Selesai untuk Sketsa
Semakin dekat menuju Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship, Smabul Boys semakin mempersiapkan banyak hal untuk bersinar di DBL Arena.
Sekitar 2 minggu sebelum melakoni away days, mereka memulai proses untuk merancang koreo yang ingin mereka bentangkan di tribun.
Koreo tersebut dibuat di lapangan sekolah. Smabul Boys konsisten menyempurnakan mahakarya itu hampir setiap siang dan malam hari. “Kita bikinnya sama rata antaranggota. Meskipun ada beberapa yang gak bisa siang, gak bisa malam, kita tetap bagi rata,” tegas Willy.

Momen anak-anak Smabul Boys mengerjakan koreo untuk Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship (Foto: dokumentasi pribadi Nafi Auza Oxten Zalam)
Momen pembuatan koreo ini pun memberikan banyak kenangan berharga untuk anak-anak Smabul Boys.
Mereka tidak hanya bekerja sama untuk memamerkan hasil karya terbaik di DBL Arena saja. Kegiatan ini juga menjadi tempat untuk mempererat persahabatan dan mewarnai masa SMA mereka.
“Waktu kita mengerjakan koreo, ada banyak yang main basket dan futsal. Habis itu ada makan bareng, dikumpulkan jadi satu dan dimakan bareng-bareng. Banyak asyik-asyikan dan bercanda juga,” ungkap Willy.
Ketika Smabul Boys melanjutkan proses ini pada siang hari, tidak jarang juga terdapat guru-guru yang mengamati dan turut menemani serta bersenda gurau dengan mereka.
Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Terhitung ada empat koreo yang siap untuk dipamerkan di DBL Arena. Tinggal menunggu waktu sampai hari itu tiba.
***
Selasa, 6 Oktober 2026. Angin segar menyejukkan Kecamatan Bululawang pada pagi hari. Suhunya sekitar 24 derajat Celcius.
Cuaca boleh dingin. Namun, semangat anak-anak Smabul Boys tetap berapi-api. Sebab, laga perdana Smabul di DBL Arena diselenggarakan pada hari itu. Mereka akan berhadapan dengan Runner Up DBL East Java-East 2026, SMKN 2 Probolinggo.
Sebanyak lima bus telah disiapkan untuk mengantar Smabul Boys ke Surabaya. Namun, sebelum itu, beberapa dari mereka yang menduduki bangku kelas XII harus melakoni gladi bersih untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terlebih dahulu.
“Kita gladi bersih untuk gelombang pertama dulu. Jadi meskipun kita berangkat ke Surabaya, kita juga mementingkan akademik di sekolah dan mengutamakan pendidikan terlebih dahulu,” jelas Nafi Auza Oxten Zalam, Ketua Smabul Boys.
Setelah semua agenda penting di sekolah selesai, ratusan suporter yang berangkat berkumpul di halaman sekolah untuk memanjatkan doa terlebih dahulu. Semoga perjalanan mereka lancar dan sampai tujuan dengan selamat.
Baca Juga: Kurang Fit Tak Membuat Tristan Menepi, Smabul Melaju ke Fantastic Four

Momen rombongan Smabul Boys berdoa bersama sebelum berangkat menuju DBL Arena (Foto: dokumentasi pribadi dokumentasi pribadi Nafi Auza Oxten Zalam)
Anak-anak pun telah mengenakan kaos kebanggaan Smabul Boys. Besarnya antusiasme di sana sungguh sudah tidak terbendung lagi.
Rombongan Smabul Boys akhirnya berangkat sekitar pukul 10.00 WIB. Ada sekitar 18 guru yang akan menemani langkah bersejarah mereka di DBL ini.
Suasana jadi semakin meriah saat di dalam bus. Sembari menunggu tiba di DBL Arena, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak Smabul.
Ada yang karaoke bersama sejak awal keberangkatan, ada juga yang sekedar mengobrol tentang apa saja yang akan mereka lakukan di Surabaya. Tidak lupa, ada beberapa yang mengisi perut dengan makan camilan dan tertidur pulas.

Momen kebersamaan Smabul Boys saat dalam perjalanan menuju DBL Arena (Foto: dokumentasi pribadi Nafi Auza Oxten Zalam)
***
Smabul Boys akhirnya tiba di DBL Arena sekitar pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB. Saat keluar dan turun dari bus, ada satu hal yang langsung dirasakan oleh sang capo.
“Panas,” kata Willy.
Ya, cuaca di Malang dan Surabaya memang jauh berbeda. Namun, Smabul Boys tetap bergairah untuk bernyanyi lantang di DBL Arena.
Mereka segera mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan di tribun. Mulai dari perkusi, giant flag, hingga koreo.
Setelah itu, anak-anak Smabul Boys melakukan ibadah secara bergantian sembari menunggu jam pertandingan. Laga mereka dijadwalkan pada pukul 13.30 WIB.
Smabul Boys akhirnya melangkah masuk ke DBL Arena. Ini lah mimpi mereka. Di setiap langkah, ada banyak perjuangan dari generasi-generasi sebelumnya yang mereka bawa. Mereka telah membuka jalan untuk Smabul Boys hingga bisa berada di titik ini.

Momen keseruan Smabul Boys di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship
Ada satu hal yang juga menjadi kejutan untuk anak-anak Smabul Boys. Di DBL Arena, proses untuk menyiapkan koreo terbilang jauh lebih mudah.
“Di sini (DBL Arena) enak ada tiang buat langsung nyangkutin tali. Kalau di Malang kita harus menghabiskan sekitar 2 jam pada malam sebelumnya cuma untuk masang tali. Kalau di sini enak tinggal hitungan detik langsung ke atas talinya,” cerita Willy.
Anak-anak Smabul Boys lantas memamerkan syal mereka yang berwarna merah dan putih. Itu sudah lama menjadi salah satu identitas mereka setiap mengawal perjalanan basket Smabul dari tribun.
Baca Juga: Esemkada Fans Kawal SMKN 2 Probolinggo ke DBL Arena!
Willy pun semangatnya bukan main. Saat laga sudah dimulai, ia selalu berjalan ke sana kemari sembari memimpin ratusan massa Smabul Boys. Tribun mereka penuh dengan energi positif.

Momen guru-guru SMAN 1 Bululawang menyaksikan anak didik mereka bermain di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship
Guru-guru Smabul pun duduk berpencar untuk merasakan pengalaman yang bervariasi. Ada yang di dekat lapangan, ada yang di tribun umum, ada juga yang bernyanyi dan menari bersama anak didiknya di tribun suporter.
Memasuki kuarter ketiga, Smabul telah unggul 25-13 atas SMKN 2 Probolinggo. Kedudukan masih nyaman di tangan mereka. Untuk memperkuat momentum tersebut, Smabul Boys akhirnya memutuskan untuk menaikkan koreo mereka.
Koreo utama berukuran 12 x 10 meter menggambarkan seorang banteng berwujud manusia sedang duduk santai di atas takhta. Ia mengenakan atribut layaknya seseorang yang pantas untuk dihormati.
“Temanya kita adalah raja. Kenapa pakai konsep raja? Karena kita adalah Champion dan perwakilan dari region Malang. Kita ingin membawa nama baik SMA Kabupaten Malang di sini,” jelas Willy.
Selain itu, Smabul Boys juga membentangkan koreo pendukung di sisi kiri dan kanan. Masing-masing ukurannya 8 x 6 meter.
Koreo sisi kiri bertuliskan, “I’ll follow you everywhere, everytime (Saya akan mengikutimu di mana pun dan kapan pun)”, sedangkan sisi kanan tercantum, “From Smabul with Love (Dari Smabul dengan cinta).
.jpg)
Koreografi SMAN 1 Bululawang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship
***
Keseruan Smabul Boys menyambut laga perdana di DBL East Java Championship ternyata tidak berlangsung di DBL Arena saja.
Mereka yang berada di sekolah juga turut “berpesta” dan merayakan momen ini bersama-sama.
Itu mereka lakukan dengan berkumpul bersama di ruang aula dan menyaksikan pertandingan tersebut melalui live streaming yang ditampilkan menggunakan layar besar.

Momen keseruan SMAN 1 Bululawang saat menyaksikan laga mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship dari ruang aula sekolah (Foto: Instagram resmi @sman1bululawang)
“Kelas-kelas yang lagi pelajaran itu semua dipanggil ke aula untuk nobar (nonton bareng). Mereka juga berdoa bersama di situ,” kata Oxten.
Setiap pemain Smabul mencetak angka, siswa-siswi di sana akan langsung memberikan sorakan yang keras sebagai bentuk cinta terhadap mereka.
***
Dominasi Smabul di lapangan ternyata semakin sulit untuk diatasi oleh para pemain SMKN 2 Probolinggo.
Setiap mereka berhasil mencetak angka untuk mencuri momentum dan memutarbalikkan keadaan, Smabul selalu berhasil membalas dan menggagalkan upaya untuk comeback tersebut.
Saat buzzer terakhir berbunyi, akhirnya Smabul keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 45-24. Dengan kemenangan ini, Smabul berhak untuk melanjutkan langkah mereka ke Fantastic Four DBL East Java Championship!
“Benar-benar unexpected sih. Kita awalnya mikir bakal sengit dan gap poinnya tipis. Ternyata kita bisa mengungguli kuarter demi kuarter,” ujar Oxten.
Baca Juga: Seragam Berganti, Alleanza 54 Tetap di Hati
Setelah pertandingan berakhir, Smabul Boys dan seluruh keluarga besar sekolah akhirnya bisa menyanyikan mars SMAN 1 Bululawang di DBL Arena. Sungguh suasana yang merinding.
.jpg)
Tim basket SMAN 1 Bululawang bersama kelompok suporter setelah menang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship
Sekitar 7 tahun ke belakang, mereka hanya bisa menyanyikan itu di ajang DBL East Java-South. Kini, lagu kebanggaan itu akhirnya didengar oleh semua orang di DBL Arena. Mereka benar-benar berhasil.
Anak-anak Smabul kemudian meramaikan banyak booth di atrium DBL Arena. Mereka ingin menikmati momen ini sebaik mungkin.
Ada yang asyik bermain gim, ada yang mengabadikan momen. Bahkan, beberapa guru juga senang untuk menangkap kebahagiaan anak-anaknya.
Inilah Home of the Dreamers.
Sore harinya, rombongan Smabul Boys akhirnya kembali ke Bululawang. Mereka sampai di sekolah sekitar pukul 19.30 WIB.
Berangkat mengejar mimpi, pulang membawa cerita. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, SMAN 1 Bululawang akhirnya mengambil tempat dalam panggung tertinggi basket Jawa Timur.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca Juga: Nyaris Gagal Berangkat, Azna Tetap Kejar Debut di DBL Arena
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)