ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Romeo Benzevansyah, penggawa SMAN 1 Jember bernomor punggung 14, saat berlaga di babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

R. Bg Romeo Benzevansyah memang harus menutup perjalanan terakhirnya bersama putra SMAN 1 Jember (Sketsa) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship tanpa tiket menuju final. Namun, ada satu hal yang membuatnya tetap bisa tersenyum di laga semifinal hari ini, Rabu, 7 Oktober 2026.

Putra Sketsa mampu memberikan perlawanan sengit ketika berhadapan dengan SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui), yang merupakan Champion DBL East Java-North 2026. Bahkan, putra Sketsa sempat membuat kejutan dengan unggul tiga kuarter berturut-turut.

Putra Sketsa tampil meyakinkan sejak awal pertandingan. Di kuarter pertama, mereka unggul 13-6 atas Sinlui. Keunggulan tersebut masih mampu dipertahankan hingga akhir kuarter kedua dengan skor 27-21.

Memasuki kuarter ketiga, Sketsa tetap berada di depan dengan skor 43-37. Namun, Sinlui mulai mengejar pada kuarter terakhir hingga akhirnya membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 60-55.

Aksi Romeo Benzevansyah saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java ChampionshipAksi Romeo Benzevansyah saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

Baca juga: Putri El Salvavit dan Debut Berharganya Bersama Putri Sketsa di DBL Arena

Bagi Eyo -sapaan akrabnya, situasi tersebut menjadi sesuatu yang tidak mereka sangka sebelumnya. Apalagi, menurutnya putra Sinlui datang sebagai salah satu tim kuat dari Surabaya. Namun, Sketsa justru mampu bermain lepas sejak awal pertandingan.

Sebelum laga dimulai, Eyo mengaku putra Sketsa sudah sepakat untuk tidak terlalu memikirkan hasil akhir. "Di locker room tadi aku bilang ke mereka untuk nothing to lose. Main all out, jangan mikirin skor, yang penting main bagus," ujarnya saat ditemui selepas laga.

Dorongan tersebut sukses membuat putra Sketsa mampu memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan. Eyo turut memberikan kontribusi lewat tembakan-tembakannya yang efektif hingga mengoleksi 25 poin.

Momen Romeo Benzevansyah saat melepaskan tembakan bebas dalam laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.Momen Romeo Benzevansyah saat melepaskan tembakan bebas di laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.

Performanya hari ini terbilang apik. Ia berhasil memasukkan empat tembakan bernilai tiga poin. Salah satunya bahkan tercipta saat waktu tersisa 2 detik sebelum kuarter ketiga berakhir.

Tak hanya dari tembakan tiga angka, Eyo juga tampil sempurna dari garis free throw. Dari lima kesempatan yang didapat, seluruhnya berhasil dikonversi menjadi poin. Sementara itu, untuk tembakan bernilai dua poin, ia mencatatkan empat tembakan masuk dari tujuh percobaan.

Baca juga: Hua Ind Mania Hadir dari Malang, Temani Langkah Putri Kosayu di DBL Arena

Secara keseluruhan, Eyo membukukan persentase field goal sebesar 53 persen di pertandingan hari ini. Ia mengaku cukup puas dengan penampilannya, meski masih melihat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

"Hari ini aku masih banyak banget turnover-nya. Terus tadi kurang tenang juga pas di-press sama lawan," cerita Eyo.

Meski hasil akhir belum mampu membawa putra Sketsa melangkah ke final, Eyo memilih untuk melihat perjuangan tim secara keseluruhan ketimbang larut dalam kesedihan. 

"Buat aku, hari ini game-nya berkesan banget. Karena kami bisa kasih perlawanan ke juara DBL East Java-North 2026 ini,"  katanya.

Romeo Benzevansyah saat selebrasi usai melesakkan tembakan tiga poin di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java ChampionshipRomeo Benzevansyah saat selebrasi usai melesakkan tembakan tiga poin di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

Laga tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan Eyo selama 3 musim bersama putra Sketsa di DBL East Java Championship. Selama 3 tahun berturut-turut, ia menjadi bagian dari tim yang berhasil melangkah hingga babak Fantastic Four DBL East Java Championship, setelah sebelumnya meraih predikat Champion DBL East Java-East 2026.

Sejak awal bermain basket, Eyo memang sudah memiliki keinginan untuk bisa melantai di DBL Arena. Ia mengenal basket dari sang ayah yang juga bermain basket sebagai hobi. 

Berawal dari sekadar menemani sang ayah berlatih, Eyo justru menemukan passion-nya sendiri di basket. Dari bangku SD hingga SMA, ia terus menekuni olahraga tersebut dan menjadikannya bagian dari perjalanan hidupnya.

Setelah menuntaskan tahun terakhirnya di SMA, perjalanan Eyo bersama Sketsa memang harus berakhir. Namun, kecintaannya terhadap basket masih akan terus berlanjut. Ia berencana tetap bermain saat melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Sementara untuk adik-adik kelasnya yang akan meneruskan perjuangan Sketsa, Eyo memiliki satu pesan sederhana.

Baca juga: Saat Ekspektasi Diri Jadi Beban, Viella Belajar Tampil Lebih Lepas

"Semangat latihannya terus, jangan menyerah. Semoga tahun depan bisa final DBL East Java," tandas Eyo.

Target menuju final memang belum berhasil ia wujudkan. Namun, Eyo menutup last dance-nya dengan satu hal yang tidak kalah penting, yaitu rasa bangga karena putra Sketsa berani berdiri dan memberikan perlawanan terbaik di panggung besar.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS