Sosok MZEE berdiri di tengah tribun DBL Arena Surabaya ketika Tetramania mengawal SMAN 4 Surabaya menghadapi SMAN 7 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Senin, 10 Agustus 2026.
Kura-kura yang menjadi maskot Tetramania itu tampil sebagai karakter utama dalam koreografi bertema The MZEE of Purpose. Di belakangnya, matahari, awan, serta tulisan Choose Your Own Destiny, Destroy, dan Enemies melengkapi perjalanan seorang pejuang yang mereka ceritakan.
Bagi Tetramania, MZEE bukan sekadar maskot. Sosok kura-kura tersebut dipilih karena memiliki karakter yang kuat dan dikenal mampu bertahan dalam perjalanan panjang.
“Kita ambil itu karena kura-kura itu abadi. Selain itu memiliki kekuatan yang hebat,” ujar Raihan Abadi Syafiq, tim kreatif Tetramania.
Baca juga: “Korbankan Cinta Dalam Dirimu”, Pesan Smantas Owl Team di Balik Koreo Naga
Kekuatan tersebut kemudian terlihat melalui tempurung yang menjadi bagian khas MZEE. Bagi Tetramania, tempurung menjadi gambaran tentang kekuatan yang dimiliki seorang pejuang untuk bertahan menghadapi perjalanan.
Cerita MZEE kemudian diperkuat dengan trisula yang dibawanya. Tiga ujung trisula tersebut menjadi simbol tiga prinsip yang harus terus dijaga.
“MZ ini melambangkan seorang pejuang yang tidak bertarung demi kekuasaan, melainkan demi menjaga nilai kehormatan dan identitas,” jelas Regi.
Tiga prinsip tersebut adalah kehormatan, nilai, dan identitas. Ketiganya menjadi dasar perjalanan MZEE sebagai sosok yang tidak sekadar mengejar kekuasaan, tetapi berusaha mempertahankan apa yang dianggap penting.
Warna putih pada jubah MZEE juga memiliki makna tersendiri. Warna tersebut menggambarkan ketulusan yang menjadi bagian dari sosok pejuang dalam cerita mereka.
Sementara itu, matahari menjadi titik utama di bagian tengah koreografi. Cahaya yang muncul dari balik awan tersebut menggambarkan harapan sekaligus tujuan yang ingin dicapai.
Baca juga: Musa, Padang Pasir, dan Unta 4D Twyster Kawal Kemenangan Twenty
Awan yang berada di bawah matahari justru menunjukkan bahwa perjalanan menuju tujuan tidak selalu berjalan mulus. Ada rintangan yang harus dilewati sebelum seorang pejuang akhirnya sampai pada cahaya.
“Meski perjalanan dipenuhi rintangan, cahaya akan selalu menunggu bagi mereka yang terus melangkah,” tutur Regi.
Pesan itu kemudian dirangkum melalui tulisan Choose Your Own Destiny. Bagi Tetramania, kalimat tersebut menggambarkan pilihan seseorang untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Di sisi tribun, tulisan Destroy membawa pesan yang tidak kalah penting. Kata tersebut diambil dari gagasan destroy what holds you back, atau menghancurkan segala sesuatu yang menghambat langkah.
Namun, Destroy tidak dimaknai sebagai tindakan menghancurkan tanpa alasan. Tetramania menggunakannya sebagai simbol keberanian untuk menyingkirkan hal-hal yang membuat seseorang sulit berkembang.
Di sisi lainnya, tulisan Enemies berada di atas awan. Pesan tersebut mengambil gagasan Every Hero Has An Enemies yang menggambarkan bahwa setiap pejuang pasti memiliki lawan dalam perjalanannya.
Awan menjadi simbol rintangan, keraguan, dan konflik yang akan selalu muncul ketika seseorang berusaha mencapai tujuan.
Baca juga: Spider-Man Noir Jadi Pembuka Misi Smamda Brotherhood di DBL East Java-North
Dari berbagai elemen tersebut, Tetramania menyusun satu perjalanan utuh. MZEE digambarkan sebagai seorang pejuang yang harus menghadapi rintangan dan lawan, menghancurkan hal-hal yang menghambat, lalu bergerak menuju cahaya.
“Ketika seluruh rintangan berhasil dilewati, cahaya kemenangan akhirnya bersinar. Takdir, kejayaan, dan masa depan kini menjadi miliknya sendiri karena diperjuangkan dengan keberanian dan pengorbanan,” kata Muhammad Fahmi Syafarudin, tim kreatif Tetramania. .
Cerita tersebut harus diwujudkan dalam waktu yang cukup singkat. Tetramania hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk menyelesaikan persiapan koreografi sebelum pertandingan.
Sistem kerja pun dibuat dengan pola kejar target. Sketsa dan plot dikerjakan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan desain serta pengerjaan di lapangan.
“Kita di sini pakai sistem kerjanya itu kejar target,” ujar Regi.

Tetramania memberikan dukungan kepada Putra SMAN 4 Surabaya dari tribun DBL Arena Surabaya.
Fahmi dan Regi menjadi dua orang yang menangani bagian kreatif. Keduanya membagi tugas mulai dari membuat sketsa, menyusun plot, mengerjakan desain, hingga turun langsung dalam proses pengerjaan.
Setiap bagian dikerjakan sesuai pembagian tugas agar visual yang dibuat tetap mengikuti konsep awal. Detail kecil pun harus diperhatikan, terutama ketika masuk ke tahap pewarnaan dan bayangan.
“Yang nguras waktu itu nge-plot terus nyampur warnanya, setting shadow. Harus presisi soalnya kalau nggak cocok sama konsepnya nanti kelihatan jelek,” jelas Regi.
Persiapan Tetramania juga tidak berhenti pada koreografi. Mereka tetap melakukan latihan untuk menjaga kekompakan anggota ketika berada di tribun.
Simulasi dilakukan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Latihan tersebut termasuk perkusi yang menjadi bagian dari dukungan Tetramania selama pertandingan.
Seluruh persiapan itu kemudian dibawa ke DBL Arena. MZEE, matahari, awan, serta berbagai pesan yang mengelilinginya akhirnya menjadi satu cerita yang bisa dilihat dari tribun.
Baca juga: Kebut Sejak Juli, Ultras Madness Siapkan Sonic untuk Kawal Putra Smatag
Bagi Tetramania, koreografi tersebut bukan hanya cara untuk membuat tribun terlihat menarik. Ada pesan yang ingin mereka sampaikan kepada para pemain Putra Tetra yang tengah berjuang di lapangan.
“Kita menyiapkan koreo bukan cuma untuk menyemangati kalian. Kita ini mendukung kalian, kalian harus bisa membuktikan kalau kalian bisa,” ujar Regi.
Putra Tetra akhirnya belum mampu memberikan kemenangan setelah harus mengakui keunggulan SMAN 7 Surabaya dengan skor 16-18.
Hasil tersebut tidak membuat pesan Tetramania berhenti. Mereka justru berharap para pemain bisa memberikan respons lebih baik pada pertandingan berikutnya.
“Saya harap ke depannya feedback-nya lebih bagus lagi. Kita di sini sudah totalitas, kita sudah loyalitas,” tutur Fahmi.
Di tengah tribun, MZEE menjadi gambaran seorang pejuang yang sedang menentukan jalannya sendiri. Matahari menjadi tujuan, sementara awan, lawan, dan berbagai rintangan menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati.
Pada akhirnya, Choose Your Own Destiny bukan hanya tulisan yang menghiasi koreografi Tetramania. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan memiliki pilihan, dan setiap pilihan membutuhkan keberanian untuk diperjuangkan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).