Keinginan untuk terus bertumbuh dan menyerap ilmu baru menjadi alasan utama Tsaniyah Nur Kholilah melangkah ke program DBL Super Teacher. Sebagai pendidik Biologi, pembina riset, sekaligus manajer Jurnal Prima di MAN 2 Kota Malang, ia melihat kesempatan ini sebagai ruang berharga untuk mengasah diri.

Lebih dari sekadar mengajar di kelas, keseharian Tsaniyah -sapaan karibnya- berkaitan erat dengan ekosistem riset madrasah yang terus berupaya membumikan metodologi ilmiah bagi para siswanya.

Membuat siswa mencintai dunia penelitian bukanlah perkara instan. Walaupun memang siswa-siswi di MAN 2 Malang ini sudah terbiasa dengan penelitian, tetapi tetap ada  sebagian siswa yang di awal merasa gentar saat mendengar istilah karya ilmiah. Untuk mengatasi hal itu, Tsaniyah membawa pendekatan yang hangat dan humanis. Baginya, riset harus  berangkat dari masalah di sekitar dan dicari solusinya bersama-sama. 

“Untuk karya ilmiah kita akan dampingi berkali-kali. Mulai dari tahap penyusunan masalah sampai dengan revisi-revisinya. Jadi tidak ada yang menghakimi, tetapi sama-sama mencari solusi,” tuturnya. 

Potret Tsaniyah saat Melakukan Pendampingan bersama Anak Didiknya (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Baca Juga: DBL Super Teacher: Ameliasari Kesuma, Guru Ekonomi yang Rawat Budaya Menulis

Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat ia mendampingi tim bioinformatika. Di tengah rumitnya materi akademik, seorang siswa justru asyik menggambar karena kesulitan memahami materi. Alih-alih menegurnya, Tsaniyah mengapresiasi keindahan gambar tersebut. Ketika tim sempat berkecil hati karena belum berhasil pada kompetisi sains akademik utama, keahlian menggambar siswa itu menjadi titik balik. Mereka memadukan edukasi jamu tradisional dengan ilustrasi karakter unik seperti anime untuk ajang poster internasional. Hasilnya, tim berhasil meraih juara di tingkat internasional dan siswa tersebut kini sukses menembus Jurusan Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Dari situ saya belajar, jangan pernah menyepelekan bakat nonakademik siswa. Bisa jadi siswa itu berhasil bukan hanya karena akademiknya, tetapi dari bakat nonakademiknya yang ternyata bisa saling mendukung," jelasnya.

Produk yang Dihasilkan Siswa MAN 2 Kota Malang (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Tak berhenti di situ, untuk memanfaatkan potensi siswanya tersebut, munculah ide inovasi pembelajaran untuk kelas di bawahnya. Yaitu gambar-gambar tumbuhan yang dipersonifikasi menjadi manusia. Ide tersebut kemudian dibawa Tsaniyah pada lomba Indonesia Toray Science Foundation (ITSF). Dari situ, ia terpilih menjadi salah satu dari lima belas orang dari Sabang sampai Merauke yang mendapatkan nominasi guru inovasi nasional. 

Tsaniyah saat Mendapatkan Penghargaan Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Baca Juga: DBL Super Teacher: Rusneni Husen, Hidupkan Talenta Bahasa Indonesia di Halmahera

Pengalaman ini makin memperkuat keyakinannya bahwa bakat nonakademik siswa tak boleh dipandang sebelah mata, sebab potensi tersebut kerap menjadi jembatan menuju keberhasilan akademik.

Menghadapi era pembelajaran STEM, Tsaniyah percaya bahwa tantangan mengajar masa kini menuntut guru untuk tidak sekadar menuntaskan kurikulum. Pembelajaran Biologi harus mampu menghubungkan sains, teknologi, dan masalah nyata secara interaktif. Pada akhirnya, pencapaian tertinggi seorang pendidik bukan terletak pada seberapa banyak rumus yang dihafal siswa, melainkan pada keberhasilan menanamkan rasa senang belajar sehingga mereka tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat.

"Siswa kadang malas kalau pembelajarannya tidak menarik. Tuntutan kita adalah menjadikan pembelajaran itu menarik, bermakna, dan bermanfaat. Pada akhirnya, anak-anak mungkin tidak ingat detail materi biologi yang dipelajari, tapi yang pasti mereka ingat adalah rasa senang saat belajar. Hal itulah yang menciptakan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat (long-life learner)," pungkas Tsaniyah.

Dedikasi Tsaniyah Nur Kholilah memberikan gambaran nyata tentang peran penting guru masa kini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan berawal dari kepedulian terhadap setiap bakat siswa. Lewat pendekatan riset yang humanis dan inovatif, guru MAN 2 Kota Malang ini membuktikan bahwa mendidik bukan sekadar menuntaskan materi kurikulum, melainkan menyalakan kecintaan belajar yang membekali siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Fadolul Ghafur Buka Ruang Kelas di Pelosok Madura

DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL North Sulawesi, Rabu, 21 Oktober 2026
Berikut Para Peraih Best Five AQUA DBL Dance 2026 North Sulawesi
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Jakarta Championship, Rabu, 21 Oktober 2026
Hasil DBL Jakarta Championship: ACS Revans, Pangudi Luhur Tak Terbendung
Jadwal dan Link Live Streaming DBL North Sulawesi, Selasa, 20 Oktober 2026