ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Nilai di atas kertas sering kali dianggap sebagai muara akhir hasil belajar. Namun, Rusneni Husen punya cara yang berbeda. Guru Bahasa Indonesia asal SMAN 2 Halmahera Utara ini tak hanya berfokus pada pencapaian pembelajaran di kelas. Rusneni mendampingi peserta didiknya mengembangkan bakat minat mereka melalui ajang bernama Talenta. 

Ajang Talenta adalah program khusus milik SMAN 2 Halmahera Utara untuk membina peserta didik menemukan minat bakatnya. Dalam hal ini, Bu Eni -sapaan akrabnya- membina debat Bahasa Indonesia dan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang lomba baca puisi.

Eni tak ingin pembelajaran Bahasa Indonesia terkesan kaku dan terpaku pada tekstual saja. Lebih dari itu, ia ingin Bahasa Indonesia menjadi ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

“Lewat Bahasa Indonesia, mereka bisa belajar menyampaikan gagasan, berpikir kritis, membangun argumentasi, menghayati karya sastra, dan berkomunikasi dengan baik,” tuturnya.

Potret Eni saat Mengajar Bahasa Indonesia di Kelas (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Eni ingin mendobrak stigma bahwa Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang monoton. Terlebih lagi banyak yang “menyepelekan” pelajaran ini karena dianggap sudah menjadi makanan sehari-hari. Eni berusaha untuk membuat media pembelajaran menarik seperti video pembelajaran animasi, diskusi, dan pembelajaran interaktif. Untuk menghadirkan pembelajaran interaktif pun bukanlah hal yang mudah. Ia harus membagi waktu dan mencari ide sesuai dengan kebutuhan siswa. Pelan-pelan tapi pasti, Eni mulai mengubah cara pandang anak didiknya bahwa Bahasa Indonesia itu menyenangkan.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Andhika, Guru Sejarah Penjaga Mental Juara SMAN 9 Bandung

“Ketika membina debat, saya pasti memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuka pendapat, menanggapi gagasan teman, dan belajar menyusun argumen berdasarkan fakta yang mereka lihat dan amati sendiri. Hal itu pun juga berlaku pada puisi dan materi lainnya,” ujarnya. 

Erni punya tugas bukan hanya mengantarkan mereka juara, melainkan juga menemukan potensi mereka. Ketika mereka sudah mulai percaya diri dan berani untuk tampil, itu baru indikator bahwa pembelajaran yang ia berikan telah memberikan dampak kepada anak didiknya.

Prinsip yang ia bawa selaras dengan pencapain anak didiknya di kemudian hari. Terbukti siswa-siswi SMAN 2 Halmahera Utara berhasil menorehkan juara tingkat Provinsi, bahkan ada juga yang melanjutkan hingga tahap Nasional.

Erni bersama dengan Anak Didiknya pada Ajang FL3SN (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai calon DBL Super Teacher, Eni ingin mengembangkan pembelajaran berbasis proyek lewat Ajang Talenta. Dengan begitu, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak berhenti di kelas, tapi “naik kelas” ke panggung prestasi. Gagasan ini berangkat dari keyakinan bahwa kemampuan akademik dan nonakademik tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus bersinergi untuk membentuk peserta didik yang kompeten, kritis, dan percaya diri. Dalam pendekatan tersebut, keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai tetapi juga dari proses, kreativitas, kemampuan bekerjasama, keberanian berpendapat, dan pengembangan karakter peserta didik. Hal tersebut akhirnya bisa menjadi bekal nyata bagi mereka untuk berkarya dan berprestasi.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Fadolul Ghafur Buka Ruang Kelas di Pelosok Madura

“Bagi saya, pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan tindakan, kemampuan dengan karakter, serta potensi dengan kesempatan, saya ingin menjadi guru yang tidak hanya membantu peserta didik memahami pelajaran tetapi juga menemukan alasan untuk percaya pada kemampuan dirinya sendiri,” pungkasnya. 

Erni Menemani Anak Didiknya saat Lomba Membaca Puisi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS