Peran guru tak sebatas mengisi materi di kelas. Guru juga punya peran sebagai fasilitator mimpi para siswanya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Semangat inilah yang dibawa oleh Andhika Aditya, guru Sejarah sekaligus Manajer basket SMAN 9 Bandung. Ia berhasil mengantarkan SMAN 9 Bandung kembali mengukir sejarah sebagai juara Hoda DBL with Kopi Good Day West Java Series 2026.
Menariknya, basket bukan olahraga pertama yang menemani Andika tumbuh dari kecil. Latar belakangnya justru lebih dekat dengan sepak bola. Namun, tepat pada tahun 2022 ketika mengajar di SMAN 9 Bandung, pandangan dan kecintaan Andika pada basket mulai terbuka. Sebab, SMAN 9 Bandung dikenal dengan tradisi dan prestasi basket yang kuat.
Kedekatan yang terjalin erat dengan para siswa membuat beliau dipercaya oleh anak-anak untuk mengemban amanah sebagai manajer tim basket putra SMAN 9 Bandung.
"Jujur, secara background olahraga saya jauh dari basket karena dari kecil lebih dekat dengan sepak bola. Tapi sejak dipercaya menjadi manajer tim putra tahun 2022, saya mulai belajar tentang olahraga ini dan bagaimana mengelola sebuah tim," ungkapnya.
Baca Juga: DBL Super Teacher: Fadolul Ghafur Buka Ruang Kelas di Pelosok Madura
Potret Andhika saat Bertugas Menjadi Manajer di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java Championship Series
Meski harus belajar dari 0, hal itu tak menyurutkan semangat Andhika sebagai fasilitator mimpi anak didiknya. Kepercayaan itu berlanjut dari tahun ke tahun hingga puncaknya pada gelaran DBL West Java Championship Series 2026.
Proses untuk mencapai titik ini bukanlah hal yang mudah. Niners, sebutan untuk tim basket SMAN 9 Bandung berhasil menjuarai DBL West Java-East musim 2025. Hal itulah yang membuat semua orang punya ekspektasi tinggi kepada Niners. Ekspektasi itu “diolah” oleh Andhika dan tim sebagai motivasi.
Komposisi tim Niners di tahun 2026 hanya tersisa tiga orang senior, yaitu Steven Sebastian, Muhammad Shamel, dan Arkanairo Reizo. Sisanya tujuh orang adalah debutan.
“Harapan dan ekspektasi yang diberikan kami jadikan motivasi untuk bisa kembali meraih prestasi yang lebih tinggi dari sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Jauh dari Kesan ”Killer”, Guru Matematika Smada Justru Jadi Kesayangan Suporter
Tantangan paling berat terjadi pada Final West Java-East 2026, pasalnya Niners harus menerima kekalahan dengan skor tipis 34-33 atas SMA Trimulia Bandung. Hal itu menjadi titik balik Niners untuk “balas dendam” di Final West Java Championship 2026. Andhika, sebagai manajer tim pun tak tinggal diam, ia terus berupaya untuk mengembalikan mental anak didiknya yang sedang jatuh.
“Yang saya lakukan adalah terus memberikan motivasi untuk terus menegakkan kepala pasca final kemarin untuk menatap pertandingan selanjutnya karena ini belum akhir, masih ada Fina sesungguhnya yaitu di West Java Championship,” tuturnya.
Kekalahan itu pun menjadi titik balik Andhika bersama Niners. Mereka berhasil mendapatkan “kesempatan kedua” untuk bangkit kembali dan belajar dari kekalahan. Takhta West Java pun milik Niners setelah berhasil mengalahkan SMAN 5 Bogor dengan skor akhir 55-37.
.png)
Andhika bersama dengan Niners Berhasil Menjuarai Honda DBL with Kopi Good Day West Java Champhionship series
“Sebelas tahun lamanya piala itu tidak pulang ke SMAN 9 Bandung, ternyata tahun ini piala itu berhasil dalam dekapan kami,” ungkap Andhika dengan bangga.
Dedikasi di lapangan basket bertalian dengan filosofinya saat menjadi guru Sejarah di kelas. Ia menolak pandangan yang memisahkan pencapaian akademik dan nonakademik. Baginya, kedua hal tersebut dapat dikolaborasikan agar pembelajaran tetap hidup. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah mengubah metode tugas presentasi Sejarah yang terkesan kaku menjadi sebuah pementasan drama atau seni.
“Teori yang didapatkan di kelas bisa diaplikasikan dalam bentuk aksi nyata. Ketika ada tugas presentasi dengan tema tertentu, siswa bisa melakukannya dalam bentuk pementasan. Pembelajaran jadi tidak membosankan dan menyenangkan, sehingga tidak ada lagi pandangan yang terpisah antara akademik dan nonakademik," paparnya.
Andhika tak mau berpuas diri. Semangat untuk terus belajar dan mengabdi mendorong dirinya untuk bergabung dalam program DBL Super teacher. Sejak kali pertama program ini diluncurkan, ia langsung mempelajari maksud dan tujuan dari kegiatan ini.
Baca Juga: DBL Super Teacher: Lewat Esports, Prima Ambe Jembatani Hobi Murid Jadi Prestasi
"Motivasi saya mengikuti program ini adalah untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas saya sebagai guru, menambah pengalaman, dan mengambil banyak pembelajaran. Saya sangat berterima kasih kepada DBL atas apresiasi ini kepada para guru. Saya siap mengikuti seluruh rangkaian program Super Teacher," tutupnya dengan penuh semangat.
DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.
Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)