ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Realitas bahwa masih banyak daerah yang belum mendapatkan pendidikan layak adalah tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Berangkat dari kenyataan itu, Fadolul Ghafur tergerak untuk mengambil peran nyata melalui kerelawanan. 

Guru Geografi MAS Mambaul Ulum Pamekasan Madura ini, bergabung sebagai bagian dari pengurus inti komunitas Kelas Senja sejak 2020. Bersama jejaring pemuda lokal, ia menembus pelosok Pamekasan, Sumenep, hingga Sampang untuk membawa angin segar bagi pembelajaran anak-anak di kawasan terpencil. Keikutsertaanya di kelas Senja berawal dari menjadi narasumber di salah satu kegiatan edukasi Kelas Senja pada tahun 2018. 

“Kelas Senja adalah salah satu komunitas sosial pendidikan yang memang berdiri secara mandiri, tidak terkait dengan instansi maupun dinas-dinas yang lain. Berdiri atas kepedulian kita sebagai anak muda untuk menunjang kegiatan-kegiatan pendidikan berbasis akademik dan nonakademik yang ada di wilayah-wilayah pelosok,” ujarnya.

Kegiatan bersama Kelas Senja (Sumber: dokumentasi pribadi)

Melalui pendekatan berbasis proyek, outbond, dan permainan edukatif, Kelas Senja ada untuk melengkapi aksesibilitas yang belum tersentuh secara maksimal pada ranah pendidikan formal. Bagi Fadolul, hadir langsung di tengah keterbatasan anak-anak pelosok bukan sekadar tentang memberi pelajaran, melainkan juga menumbuhkan rasa percaya diri, memantik motivasi, serta membuktikan bahwa setiap anak dimana pun mereka berhak mendapatkan ruang untuk mengasah potensi dan meraih prestasi.

Baca Juga: Jauh dari Kesan ”Killer”, Guru Matematika Smada Justru Jadi Kesayangan Suporter

“Biasanya kami datang ke wilayah-wilayah tersebut berdasarkan project selama beberapa bulan dan berlanjut sesuai dengan kebutuhan wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, Fadolul pun membawa misi untuk mengubah stereotip tentang sekolah pesantren yang hanya identik dengan agama. Di sekolahnya, MAS Maambul Ulum, ia berinovasi mendirikan program-program lingkungan. Salah satu program unggulannya adalah Ecopentren. Ecopentren merupakan program bentuk kepedulian ekologi pada satuan pendidikan pesantren. Salah satu tujuan program ini adalah meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan edukasi tentang praktik mengelola sampah. 

Fadolul saat Bekerjasama dengan Bank Sampah untuk Kegiatan Ecopentren (Foto: dokumentasi pribadi)

Program Ecopentren ini terus menunjukkan eksistensinya. Mulai dari bekerjasama dengan beberapa sekolah lewat kegiatan sosialisasi dan edukasi hingga penerapan program lingkungan seperti praktik pembuatan kompos dan pemanfaatan sampah. Semenjak 2022, banyak muncul prestasi-prestasi kepenulisan karya tulis. 

Baca Juga: DBL Super Teacher: Lewat Esports, Prima Ambe Jembatani Hobi Murid Jadi Prestasi

“Kegiatan Ecopentren ini tidak hanya menghasilkan produk atau edukasi saja tetapi juga memiliki output yang saya dan murid-murid saya kembangkan pada kepenulisan karya ilmiah dan esai. Jadi mereka bisa berprestasi dengan mengikuti lomba karya tulis dan olimpiade yang berkaitan dengan lingkungan dan geografi,” paparnya.

Program ini pun menjalin kolaborasi dengan bank sampah lokal di Pamekasan. Berkat inovasinya, Fadolul mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah.

Rekam jejak dedikasi di dalam dan luar sekolah tersebut menjadi pijakan utama saat ia mengikuti ajang Guru Inspiratif Astra Honda Motor 2025.

Perjalanannya dimulai dari seleksi Regional Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana ia terpilih masuk dalam 5 terbaik, hingga disaring kembali menjadi 3 perwakilan regional untuk maju ke tingkat nasional. Di tingkat nasional, ia berhasil menembus 10 besar finalis sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Juara 2 Guru Inspiratif Astra Honda Motor (AHM) 2025.

Penilaian dalam ajang nasional ini mencakup berbagai indikator komprehensif, mulai dari dedikasi pengabdian, rekam jejak prestasi, keberlanjutan program inovatif, hingga keaktifan guru dalam kegiatan sosial di luar sekolah.

Fadolul percaya bahwa pendidikan modern tidak lagi terbatas pada ruang kelas, esensi mengajar justru meluas hingga ke sudut-sudut pelosok, pondok pesantren, hingga aksi nyata pelestarian lingkungan. 

Salah satu Program Andalan Ecopentren yaitu Kompos (Foto: dokumentasi pribadi)

Lewat ajang DBL Super Teacher, Fadolul ingin mengembangkan metode pembelajarannya. Baginya pembelajaran abad ke-21, guru tidak boleh hanya mengajar menggunakan cara-cara konvensional seperti ceramah, tetapi juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi seperti AI, pembelajaran berbasis web, dan aplikasi. Dengan begitu, bisa mempercepat perkembangan pendidikan baik di akademik maupun nonakademik. 

Langkah nyata pemanfaatan teknologi tersebut telah ia wujudkan melalui situs Geo Spartan. Laman ini tidak hanya menyajikan materi, bank soal, serta media pembelajaran Geografi dan kebumian, tetapi juga menjadi wadah transparansi bagi Program Ecopentren yang digagasnya. Melalui platform ini, publik dapat melihat sejauh mana perjalanan program tersebut. Mulai dari ragam produk yang dihasilkan, daftar sekolah mitra, rekam kegiatan, hingga deretan prestasi yang telah dicapai.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Debi Pranata Mengubah Keterbatasan Anak Mesuji Jadi Potensi

Tak berhenti pada aspek teknologi, Fadolul juga memadukannya dengan pendekatan berbasis pemetaan (mapping) kemampuan siswa. Melalui asesmen diagnostik di awal pembelajaran, ia memetakan potensi dan bakat dasar setiap anak didik agar mereka dapat berkembang lebih cepat dan tepat sasaran. Bagi Fadolul, prestasi siswa hanya bisa lahir dari kesadaran mendalam seorang guru dalam mengenali dan mengarahkan keunikan potensi anak didiknya.

DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS