Christian Nathan Devara Rompies punya alasan tersendiri untuk bermimpi besar di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Jauh sebelum merasakan atmosfer kompetisi secara langsung, ia lebih dulu mengenal panggung DBL lewat sang kakak, Brooklyn Raffael Tristan.
Kini, saat Nathan menjalani musim debutnya bersama SMA CHIS Denpasar, ia bukan hanya ingin mengikuti jejak sang kakak. Ia juga ingin mencapai sesuatu yang belum pernah diraihnya sendiri.
Langkah itu mulai terlihat musim ini. Nathan dan rekan-rekannya berhasil membawa CHIS Denpasar melangkah ke Fantastic Four, pencapaian yang belum pernah diraih sekolah tersebut sejak mengikuti DBL pada 2023. Mereka bahkan harus melewati salah satu ujian berat ketika berhadapan dengan SMAN 1 Denpasar (Smansa), runner-up musim lalu.
Pertandingan tersebut berlangsung ketat hingga harus ditentukan melalui babak overtime. Di tengah tekanan itu, CHIS akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 39-34. Nathan turut menyumbangkan 13 poin, 3 assist, dan 5 rebound untuk membantu timnya mengamankan kemenangan.
Bagi Nathan, pertandingan itu bukan sekadar kesempatan untuk menambah catatan statistik. Ada keinginan besar untuk memastikan perjalanan CHIS tidak berhenti di babak 8 besar.
"Intinya aku all out aja di akhir-akhir, biar timku enggak berhenti di delapan besar dan bisa lanjut ke babak selanjutnya," ungkap Nathan.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL Bali 2026, Kamis 22 Oktober 2026
Keinginan itu tidak datang tanpa persiapan. Nathan mengatakan bahwa timnya sudah mempersiapkan diri sejak mengetahui akan bertemu Smansa di babak delapan besar. Persiapan tersebut bukan hanya soal fisik dan kemampuan bermain, tetapi juga mental untuk menghadapi lawan dengan rekam jejak prestasi yang kuat.
Smansa memang bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Status mereka sebagai runner-up musim lalu membuat pertandingan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi CHIS Denpasar. Namun, Nathan dan rekan-rekannya memilih untuk bermain tanpa terbebani ekspektasi berlebihan.
"Nothing to lose aja sih," ujarnya.
SMA CHIS Denpasar melaju ke babak Fantastic Four DBL Bali 2026
Sikap tersebut terlihat dari ekspresi skuad CHIS sepanjang pertandingan. Selebrasi setelah mencetak angka maupun melakukan blok menjadi cara mereka menjaga semangat. Bagi Nathan, ekspresi itu bukan strategi khusus untuk menjatuhkan mental lawan, melainkan cara sederhana untuk menambah energi tim.
"Ini biar bikin semangat kita nambah aja," jelasnya.
Meski demikian, bermain lepas bukan berarti mereka tidak merasakan tekanan. Ketika skor semakin ketat, Nathan mengakui bahwa rasa down sempat muncul. Pada situasi seperti itu, dukungan dari pelatih menjadi salah satu hal yang membantu mereka tetap percaya bahwa pertandingan masih bisa dimenangkan.
"Kalo down pastinya ada. Tapi dorongan dari pelatih sempat bilang ini belum selesai, jadinya kita ada dorongan buat ambil game hari ini," tuturnya.
Pesan tersebut kembali terasa ketika pertandingan harus berlanjut ke babak overtime. Dalam jeda sebelum memasuki periode penentuan, pelatih memberikan pengingat yang menuntut para pemain untuk mengambil tanggung jawab lebih besar di lapangan.
Baca Juga: Dipa dan Mimpi yang Dulu Hanya Bisa Ia Saksikan dari Tribun
"Coach cuma bilang, ini bukan siapa yang siap mentalnya, tapi siapa yang mau take over the game-nya," cerita Nathan.
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa kemenangan tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan. Ketika pertandingan memasuki momen penentuan, setiap pemain harus berani mengambil kesempatan dan memberikan kontribusi bagi timnya.
Bagi CHIS, keberhasilan melewati situasi tersebut juga tidak terlepas dari proses yang mereka bangun bersama. Nathan mengungkapkan bahwa latihan rutin dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membentuk kepercayaan antarpemain. Dengan semakin mengenal kemampuan satu sama lain, mereka bisa saling memahami ketika berada di lapangan.
"Kita banyakin latihan dan bonding bareng tim. Jadinya kita udah tahu kemampuan satu sama lain," katanya.
Kepercayaan itu juga datang dari para pemain senior. Nathan mengaku mendapat dukungan untuk bermain dengan keyakinan, tanpa harus terbebani statusnya sebagai pemain baru.
"Senior-senior bilang selalu percaya sama kita," ungkapnya.
Dukungan tersebut menjadi berarti bagi Nathan yang masih duduk di kelas X. Meski berstatus rookie, ia sudah mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan bersejarah CHIS musim ini. Tim yang sejak mengikuti DBL pada 2023 belum pernah menembus Big Eight itu kini berhasil melangkah hingga Fantastic Four.
Namun, kecintaan Nathan pada basket sebenarnya telah tumbuh jauh sebelum ia mengenakan seragam CHIS di panggung DBL. Saat masih berusia 8 tahun dan duduk di kelas II SD, ia pernah menyaksikan sang kakak, Brooklyn Raffael Tristan, bertanding di DBL bersama SMAN 1 Denpasar pada musim 2019 dan 2021.
Awalnya, Nathan mengaku tidak tertarik untuk menekuni basket. Namun, melihat sang kakak bermain ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA perlahan mengubah pandangannya.
Potret kebersamaan Nathan dan sang kakak, Brooklyn beserta keluarga tercinta (Foto: dokumentasi pribadi Nathan Rompies)
"Awalnya saya tidak tertarik untuk mengikuti basket, tapi saya melihat kakak saya bermain basket saat kakak saya masih bangku SMP dan SMA. Dari situ saya mulai tertarik dengan dunia basket," ceritanya.
Pengalaman menyaksikan sang kayak bertanding membuat Nathan mulai menyimpan keinginan untuk merasakan atmosfer yang sama. Kini, keinginan itu sudah menjadi kenyataan. Ia tidak lagi sekadar menyaksikan pertandingan dari luar lapangan, tetapi ikut berjuang membawa sekolahnya meraih pencapaian terbaik.
Baca Juga: Hasil DBL Bali: Dua Kejutan Besar, Putra Tunas Daud dan CHIS Ukir Sejarah!
Menariknya, Brooklyn bukan hanya sosok yang memperkenalkan Nathan pada basket. Sang kakak juga menjadi tolok ukur yang ingin ia lampaui.
"Mungkin kalau motivasi, pengen levelnya bisa di atas dia (Brooklyn)," kata Nathan.
Untuk mengejar ambisi tersebut, Nathan bahkan kerap menonton video pertandingan Brooklyn. Dari sana, ia mempelajari berbagai kemampuan yang bisa diterapkan dalam permainannya sendiri.
Salah satu gerakan yang cukup sering ia praktikkan adalah coast to coast, yakni membawa bola dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya untuk menciptakan peluang mencetak angka.
Kini, Nathan punya kesempatan untuk membangun pencapaiannya sendiri. Ia memang masih berada di awal perjalanan sebagai pemain DBL, tetapi keberhasilan membawa CHIS menembus Fantastic Four menjadi langkah penting yang bisa ia banggakan.
Meski begitu, Nathan belum merasa puas. Baginya, pencapaian individu maupun keberhasilan melangkah ke babak berikutnya belum cukup untuk menuntaskan ambisinya musim ini. Ia masih mengincar satu hal yang ingin diwujudkan bersama timnya.
"Rasa saya senang bisa debut di DBL, tapi saya belum puas karena saya belum juara," ungkapnya.
Targetnya pun tidak berubah yakni mampu membawa CHIS Denpasar menjadi juara. Di sisi lain, ada mimpi personal yang terus ia kejar, yakni menyamai pencapaian sang kakak yang berhasil merasakan gelar juara pada tahun pertamanya di DBL.
"Besar banget, karena pengen nyamain kakak lah, sama-sama juara di tahun pertamanya," ujarnya.
Bagi Nathan, perjalanan musim ini bukan hanya tentang melangkah lebih jauh daripada pencapaian CHIS pada beberapa musim sebelumnya. Ini juga tentang membuktikan bahwa inspirasi yang ia dapatkan dari sang kakak bisa menjadi awal bagi cerita yang ia bangun sendiri.
Baca Juga: Sempat Diragukan, Evan Tetap Berjuang Membuktikan Diri
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)