ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret kebahagiaan penggawa Tunas Daud, Putu Pradipa Suci Yudhanegara usai dipastikan melaju ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali

Dulu, Putu Pradipa Suci Yudhanegara hanya bisa menyaksikan para student-athlete berlaga di panggung DBL. Dari bangku penonton, ia melihat bagaimana pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi, bagaimana para tim berjuang memperebutkan kemenangan, dan bagaimana atmosfer pertandingan membuat lapangan terasa begitu istimewa.

Saat itu, remaja yang akrab disapa Dipa itu masih duduk di kelas IX SMP. Bermain di panggung yang sama belum menjadi pengalaman yang pernah ia rasakan. Ia hanya bisa mengagumi para student-athlete yang bertanding, sambil menyimpan keinginan untuk suatu hari berada di posisi mereka.

Salah satu pertandingan yang pernah ia saksikan adalah pertemuan SMAN 2 Denpasar (Resman) dan SMAN 1 Denpasar (Smansa) di partai Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali. Dipa mungkin belum membayangkan bahwa pada musim berikutnya, ia akan menghadapi salah satu tim tersebut sebagai lawan. Bahkan, ia bakal ikut menjadi bagian dari cerita ketika sang juara harus mengakhiri perjalanannya.

Kini, Dipa bukan lagi penonton. Sebagai student-athlete kelas X SMA Tunas Daud Denpasar, ia akhirnya mendapat kesempatan merasakan atmosfer DBL secara langsung. Dan pada pertandingan melawan Resman di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali, pengalaman pertamanya itu menghadirkan cerita yang sulit dilupakan.

“Panggung DBL Bali ini adalah salah satu event yang benar-benar aku tunggu sejak SMP. Dulu, aku melihat kakak-kakak bermain dan menurut aku mereka keren banget saat ditonton,” cerita Dipa.

Baca Juga: Hasil DBL Bali: Dua Kejutan Besar, Putra Tunas Daud dan CHIS Ukir Sejarah!

Namun, berada di dalam lapangan ternyata berbeda dengan menyaksikannya dari luar. Jika dulu ia bisa menikmati pertandingan sebagai penonton, kali ini ia harus menghadapi tekanan yang datang dari berbagai arah. Sorakan suporter, intensitas permainan, hingga lawan yang punya rekam jejak sebagai juara membuat debutnya bukan perkara sederhana.

“Baru masuk lapangan saja, intensitasnya sudah tinggi. Pastinya tegang dan nervous, apalagi ada tekanan dari suporter,” ujarnya.

SMA Tunas Daud Denpasar melaju ke babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali

Tantangan itu semakin terasa ketika Tunas Daud berhadapan dengan Resman. Lawan mereka bukan tim sembarangan. Resman merupakan juara musim lalu dan menjadi salah satu tim yang langganan melaju ke partai final, sementara Tunas Daud datang dengan catatan dua musim sebelumnya yang selalu terhenti pada pertandingan pertama.

Di atas kertas, pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi Tunas Daud. Namun, Dipa memilih menjadikan status lawan sebagai motivasi. Ia berusaha lebih serius mempersiapkan diri, mulai dari sebelum berangkat menuju pertandingan hingga menjalani pemanasan di ruang ganti.

Ia juga tak menampik bahwa tekanan sempat mempengaruhi mentalnya, terutama ketika skor terus berkejaran. Rasa gugup dan takut sempat membuat kepercayaan dirinya goyah. Meski begitu, ia mencoba menenangkan diri dan kembali berfokus pada permainan.

“Pastinya ada perasaan down saat skor kejar-kejaran. Mulai dari nervous, tegang, sampai takut, karena ini pengalaman pertama aku bermain di DBL. Apalagi, lawan yang kami hadapi bukan tim sembarangan. Mereka tim kuat,” kata Dipa.

Baca Juga: Sempat Diragukan, Evan Tetap Berjuang Membuktikan Diri

Baginya, kepercayaan terhadap persiapan tim menjadi hal yang harus dijaga. Ia dan rekan-rekannya berusaha belajar dari kesalahan, saling membantu ketika ada yang keliru, dan tidak menjatuhkan satu sama lain. Dukungan antarpemain menjadi bagian penting untuk menjaga mental ketika pertandingan berlangsung ketat.

Kepercayaan itu kemudian diuji hingga detik-detik terakhir.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Tunas Daud memimpin 6-2 pada kuarter pertama, tetapi Resman memangkas jarak dan berbalik unggul 10-9 saat paruh pertama berakhir. Kedua tim sama-sama mencetak 8 poin pada kuarter ketiga, membuat Resman tetap memimpin 18-17 sebelum memasuki kuarter penutup.

Tak ada ruang untuk lengah. Setiap penguasaan bola menjadi penting, sebab satu kesalahan bisa mengubah hasil pertandingan. Hingga waktu tersisa sekitar 15 detik, Tunas Daud masih tertinggal 21-22.

Resman mendapat dua kesempatan free throw, tetapi keduanya gagal berbuah angka. Di tengah situasi tersebut, Dipa mendapatkan defensive rebound. Ia segera mengalihkan pandangan ke depan dan melihat ruang kosong yang bisa dimanfaatkan.

Tanpa membuang kesempatan, ia berlari menuju ring dan menyelesaikan serangan dengan driving layup. Bola masuk. Tunas Daud berbalik unggul 23-22.

Angka itu menjadi bagian penting dari kemenangan yang membawa Tunas Daud menyingkirkan sang juara musim lalu. Bagi Dipa, momen tersebut bukan hanya tentang keberhasilan menyelesaikan satu serangan. Itu juga menjadi bagian dari pengalaman pertamanya di panggung yang sudah lama ingin ia rasakan.

“Target aku musim ini pastinya juara. Aku juga ingin membawa SMA Tunas Daud melangkah jauh lebih jauh lagi dan tentunya bisa juara di DBL Bali musim ini,” tutupnya.

Target itu kini masih terbuka. Sebelum menghadapi Resman, Tunas Daud memang memasang sasaran awal untuk lolos ke Big Eight. Namun, kemenangan atas juara bertahan membuat perjalanan mereka berlanjut dan memberi kesempatan untuk melangkah lebih jauh.

Bagi Dipa, mimpi yang dibawa sejak SMP kini telah membawanya ke tempat yang dulu hanya ia saksikan dari bangku penonton. Ia belum selesai berjuang, begitu pula Tunas Daud. Masih ada pertandingan berikutnya, masih ada target yang ingin dicapai, dan masih ada mimpi yang ingin diwujudkan.

Baca Juga: Tumbuh di Keluarga Sepak Bola, Nadine Wijaya Memilih Basket

Kemenangan Tunas Daud atas Resman menunjukkan bahwa apa yang terjadi di DBL bukan sekadar deretan angka di papan skor. Bukan sekadar catatan statistik atau rekor kemenangan. Di balik setiap pertandingan, ada student-athlete yang membawa mimpi, menghadapi keraguan, dan berani mengambil kesempatan untuk membuktikan diri.

Dipa pernah menjadi penonton yang mengagumi para pemain di lapangan. Kini, ia punya ceritanya sendiri untuk dikenang.

More Than Just Numbers. It’s About Dreams!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS