ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret penggawa Bima, Evan Valerian Ciputra saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali

Kesempatan bermain yang terbatas sempat membuat Evan Valerian Ciputra kehilangan kepercayaan diri. Namun, student-athlete kelas X SMA Bintang Mandiri School itu tak ingin menyerah begitu saja. Lewat latihan ekstra, ia berusaha membuktikan bahwa dirinya layak mendapat kepercayaan lebih dari sang pelatih.

“Jujur, mental saya sempat down saat saya jarang mendapat kepercayaan coach saya untuk memainkan saya. Namun, saya tidak putus asa. Saya membuktikan kepada coach saya saat latihan dan scrimmage, bahwa saya cocok dan layak menjadi starting five atau pemain ke-6,” cerita Evan.

Usaha itu turut mewarnai pengalaman debutnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Bersama Bima, julukan tim basket Bintang Mandiri School, Evan menjalani musim pertamanya di kompetisi DBL. Dari dua pertandingan yang telah dijalani, ia menyumbangkan total 12 poin, 2 assist, dan 2 steal.

Baca Juga: Sempat Ingin Berhenti, Audry Bangkit dari Keraguan

Bagi Evan, kesempatan tampil di kompetisi ini menjadi pengalaman yang membanggakan. Apalagi, Bima berhasil melaju hingga babak Big Eight dalam keikutsertaan perdana mereka di ajang 5on5 DBL.

“Saya juga enggak menyangka bakal menang dan lanjut ke babak delapan besar,” tuturnya.

Perjalanan Evan bersama basket sendiri bermula saat ia duduk di kelas VI SD. Sebelumnya, ia sudah menekuni futsal sejak kelas V SD. Namun, setelah merasa jenuh, ia ingin mencoba olahraga baru.

Ajakan seorang teman sekelas untuk bergabung dengan klub basket Bintang Mandiri menjadi awal perjalanannya. Tak disangka, olahraga yang semula hanya ingin dicoba itu justru membuatnya jatuh cinta.

“Karena di basket saya merasa lebih nyaman aja. Terus saya dapat banyak teman baru saat saya ikut basket. Kebetulan, di sekolah saya basketnya juga lagi ngehits,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Evan terus menjalani prosesnya sebagai pemain basket. Meski begitu, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Salah satu tantangan yang ia hadapi adalah mengatasi rasa gugup ketika harus bertanding di hadapan banyak suporter.

Baca Juga: Jejak Sang Kakak Antar Adel Menemukan Mimpinya di DBL

“Sempat dong. Saya juga kena anxiety di awal-awal main. Apalagi melihat suporter lawan yang ramai banget. Tapi untungnya, suporter Bintang Mandiri School tidak kalah suaranya,” ceritanya.

Untuk mengatasi rasa gugup itu, Evan berusaha tidak memikirkan hal-hal di luar pertandingan. Ia memilih menikmati permainan dan fokus menjalankan tugasnya di lapangan.

“Saya tidak terlalu memikirkan hal yang di luar lapangan dan rasa takut kalah. Saya menikmati jalannya pertandingan dan fokus pada tugas saya waktu itu,” jelasnya.

Salah satu momen yang membekas baginya terjadi ketika Bintang Mandiri berjuang menyamakan kedudukan menjadi 24-24. Sebelumnya, Evan sempat melakukan turnover yang berujung pada poin lawan. Namun, ia kemudian ikut terlibat dalam rangkaian permainan yang membawa timnya menyamakan skor. Selain itu, Evan juga berkontribusi dengan 7 poin, 1 assist, dan 1 rebound yang akhirnya membawa Bima meraih kemenangan atas SMAN 9 Denpasar dengan skor 28-24.

Momen itu membuat Evan merasa senang karena bisa merespons kesalahan yang sebelumnya ia lakukan.

“Saya merasa sangat senang, soalnya saya sempat bikin turnover yang membuat lawan dapat poin. Lalu, saya bisa memperbaiki kesalahan yang telah saya perbuat,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar Evan. Ia memahami bahwa kesalahan bisa terjadi dalam pertandingan, tetapi seorang pemain harus mampu kembali fokus dan berusaha memperbaikinya.

Dalam perjalanannya, Evan juga mendapat dukungan dari teman-teman, pelatih, dan orang tuanya. Mereka menjadi sosok yang membuatnya tetap bersemangat, termasuk ketika ia sedang lelah menjalani proses sebagai pemain.

Ia pun mengingat latihan bersama rekan setim sebagai salah satu pengalaman paling berkesan pada musim pertamanya di DBL.

“Menurut saya, di musim pertama DBL, hal yang paling saya kenang adalah momen ketika saya dan satu tim berlatih setiap hari demi persiapan DBL dengan matang,” ungkapnya.

Bagi Evan, perjalanan bersama Bintang Mandiri School di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali menjadi pengalaman baru yang ingin ia kenang. Namun, ia juga masih memiliki keinginan untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan bermain yang lebih besar.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL Bali 2026, Rabu 21 Oktober 2026

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS