Bagi Ni Ketut Pusparianti (Puspa) dan saudara kembarnya, Ni Komang Pusparini (Rini), basket bukan sekadar olahraga yang mereka tekuni bersama. Sejak kecil, keduanya tumbuh di lapangan yang sama, belajar saling memahami, dan berbagi mimpi yang sama. Kini, saat masa SMA mereka hampir berakhir, satu hal masih ingin mereka tuntaskan bersama, yakni membawa Dosman, julukan SMAN 1 Gianyar menjadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali.
Kesempatan itu kembali terbuka setelah Dosman memastikan tempat di partai puncak. Saat menghadapi SMA Santo Yoseph Denpasar, Dosman menang telak dengan skor 79-32. Puspa menjadi salah satu kontributor penting lewat catatan 13 poin, delapan assist, dan empat rebound. Sementara itu, Rini menyumbangkan 12 poin, tiga assist, dan empat rebound.
Kontribusi keduanya menjadi gambaran bagaimana saudara kembar ini kembali berjuang bersama di lapangan. Namun, perjalanan Puspa menuju titik ini tidak selalu berjalan mulus.
Pada Oktober 2024, ketika mengikuti kejuaraan nasional di Semarang, Puspa mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL). Cedera tersebut membuatnya harus menepi selama kurang lebih 8 bulan.
Dampaknya terasa semakin berat karena cedera itu datang ketika DBL Bali 2024 sudah di depan mata. Saat masih duduk di kelas X, Puspa harus merelakan kesempatan bermain yang telah lama ia nantikan. Bahkan, jersei untuk pertandingan sudah disiapkan.
Baca Juga: Tanamkan Disiplin, Coach Anton Bawa CHIS Tembus Final DBL untuk Pertama Kalinya!
“Rasanya sedih, kesal, dan kecewa. Soalnya sudah persiapan, terus aku juga ingin bermain bersama kakak-kakak kelas waktu itu,” kenang Puspa.
Di saat rekan-rekan setimnya berjuang di lapangan, Puspa hanya bisa mengikuti pertandingan melalui siarang langsung kanal YouTube DBL. Kakinya masih bengkak dan harus tetap diluruskan sehingga ia belum bisa bergerak leluasa.
Ada perasaan campur aduk ketika menyaksikan kembarannya, Rini bermain. Di satu sisi, Puspa kecewa karena tak bisa merasakan pengalaman tersebut secara langsung. Namun, di sisi lain, ia ikut bahagia melihat saudara kembarnya mendapatkan kesempatan bermain.
“Iya aku menonton lewat YouTube. Waktu itu kakiku masih bengkak dan harus diluruskan, jadi belum bisa banyak bergerak. Tetapi, aku senang karena Rini bisa bermain 5on5,” ujarnya.
Bagi Puspa, masa pemulihan bukan hanya soal mengembalikan kondisi fisik. Ada pula rasa takut yang harus dihadapi, termasuk kekhawatiran bahwa dirinya mungkin tidak bisa kembali bermain seperti sebelumnya.
“Rasa takut itu selalu ada. Tetapi, aku punya motivasi ingin bermain di DBL dan pertandingan lainnya. Orang-orang di sekitarku juga terus mendukung, jadi aku berusaha menjalani pemulihan,” cerita Puspa.
Keinginan untuk kembali ke lapangan membuatnya terus menjalani proses pemulihan. Ia ingin kembali bermain dengan performa yang lebih baik, sekaligus mengurangi rasa takut akan mengalami cedera serupa.
Baca Juga: Reuni Dua Eks Pemain Profesional dengan Peran Berbeda
Sementara Puspa berjuang memulihkan diri, Rini juga menjalani prosesnya sendiri di lapangan. Menurut Puspa, keduanya sempat memiliki gaya bermain yang berbeda. Rini awalnya belum terlalu percaya diri ketika harus membawa bola atau melakukan penetrasi ke dalam.
Potret Rini (kiri) dan Puspa (kanan) di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali (Foto: dokumentasi pribadi Ni Ketut Pusparianti)
Namun, ketika Puspa tak bisa bermain, Rini mulai belajar menjalankan peran sebagai point guard. Situasi tersebut menjadi bagian dari proses perkembangan mereka sebagai pemain.
Kini, setelah Puspa kembali bermain, keduanya bisa saling melengkapi. Mereka sama-sama mampu mengisi posisi point guard dan terkadang bermain sebagai shooting guard. Pengalaman yang berbeda justru membuat mereka semakin memahami kebutuhan satu sama lain di lapangan.
Kekompakan itu tidak terbentuk dalam waktu singkat. Puspa dan Rini sudah bermain basket bersama sejak kecil. Mereka berlatih di Lapangan Banteng dan terbiasa menghabiskan waktu untuk olahraga yang sama.
Puspa sendiri mulai mengenal basket setelah mendapat dorongan dari sepupunya, Ni Kadek Dina Pratiwi, serta pelatihnya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Dina bukan sosok asing di dunia basket Dosman. Ia juga pernah memperkuat SMAN 1 Gianyar di Honda DBL pada musim 2023, 2024, dan 2025.
Baca Juga: Hasil DBL Bali: Sektor Putra Hadirkan Finalis Baru
Penampilannya bahkan membawanya terpilih sebagai salah satu Campers DBL Camp 2026. Dari dorongan sang sepupu dan pelatihnya, Puspa mulai menekuni basket hingga akhirnya tumbuh bersama Rini dalam perjalanan olahraga yang sama.
Kebersamaan sejak kecil membuat keduanya terbiasa membaca pergerakan satu sama lain. Mereka tidak selalu membutuhkan banyak instruksi untuk memahami apa yang harus dilakukan ketika pertandingan berlangsung.
“Karena dari kecil sudah bermain bareng jadi kami sudah tahu satu sama lain. Sudah tahu nanti dia bakal bergerak ke mana dan harus bagaimana,” kata Puspa.
Hubungan mereka pun tidak berhenti ketika pertandingan usai. Keduanya terbiasa berbagi cerita tentang latihan dan saling mengetahui perkembangan masing-masing. Meski begitu, berada di tim yang sama tidak membuat perjalanan mereka selalu identik.
Rini telah tiga kali mencapai final, sedangkan bagi Puspa, musim ini menjadi penampilan final keduanya. Ia seharusnya memiliki kesempatan untuk mencatatkan penampilan final yang sama banyaknya dengan saudara kembarnya. Namun, cedera pada 2024 membuat satu kesempatan itu terlewat.
“Kalau Rini sudah tiga kali masuk final. Harusnya aku juga sudah tiga kali, tetapi waktu DBL 2024 aku tidak bisa ikut karena cedera,” ungkapnya.
Kini, keduanya kembali mendapatkan kesempatan untuk berjuang bersama di partai puncak. Bedanya, mereka sudah berada di kelas XII. Waktu untuk mengenakan seragam sekolah, berlatih bersama, dan bertanding membela Dosman pun semakin terbatas.
Baca Juga: Berawal dari Anjuran Dokter, Gending Kini Memburu Mimpi Final DBL
Perjalanan menuju final musim ini juga menjadi pengalaman tersendiri bagi Puspa. Ia mengaku senang karena timnya mampu melangkah sejauh ini, meski sempat diremehkan oleh sejumlah pihak.
“Senang banget. Soalnya banyak yang meremehkan kami, tetapi akhirnya kami bisa masuk final. Kami juga didukung orang tua dan teman-teman satu tim,” tuturnya.
Menurut Puspa, kekompakan menjadi salah satu hal yang membantu timnya terus berkembang. Para pemain saling mendukung, termasuk adik-adik kelas yang memberikan semangat kepada para pemain senior yang sedang menjalani tahun terakhir di SMA.
Ia juga ingin menunjukkan bahwa sebuah tim tidak harus bergantung pada pemain yang hebat secara individu. Kerja sama, kemauan untuk saling membantu, dan kepercayaan satu sama lain menjadi hal yang tidak kalah penting.
Dukungan keluarga turut menemani perjalanan Puspa dan Rini. Orang tua mereka memperhatikan kebutuhan sehari-hari, mendoakan, serta memberikan semangat ketika keduanya merasa sedih atau mulai meragukan peluang untuk menang.
Bagi Puspa, dukungan tersebut menjadi pengingat untuk terus berusaha dan memberikan yang terbaik. Apalagi, musim ini menjadi kesempatan mereka untuk menutup perjalanan SMA dengan pencapaian yang membanggakan.
Ketika ditanya mengenai target di final, Puspa menjawab singkat tanpa ragu.
“Champion!”
Ia ingin terus berjuang sampai peluit akhir berbunyi. Soal hasil pertandingan, Puspa memilih menyerahkan sisanya kepada Tuhan setelah berusaha semaksimal mungkin bersama tim.
Bagi Puspa dan Rini, kesempatan tampil di final kali ini bukan pengalaman pertama. Mereka sudah pernah merasakannya musim lalu. Namun, keinginan untuk meraih gelar juara masih tetap sama.
Setelah tumbuh bersama melalui basket, melewati masa ketika Puspa harus menepi, dan kembali bermain dalam satu tim, keduanya kini memiliki kesempatan untuk mengejar tujuan yang sama sekali lagi.
Sebelum masa SMA berakhir, Puspa dan Rini ingin menuntaskan perjalanan tersebut dengan membawa pulang gelar juara untuk SMAN 1 Gianyar.
Baca Juga: Dipa dan Mimpi yang Dulu Hanya Bisa Ia Saksikan dari Tribun
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)