Jauh sebelum merasakan ketatnya persaingan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali, Gending Bagus Yudas Abi Saskara sudah lebih dulu terpukau oleh atmosfer kompetisi ini dari bangku penonton. Salah satu kenangan yang masih membekas adalah saat ia menyaksikan partai final DBL Bali 2019 yang mempertemukan SMAN 1 Denpasar dengan SMAN 2 Denpasar di GOR Purna Krida.
Saat itu, Gending datang bersama kedua orang tuanya. Ia masih kecil, tetapi atmosfer pertandingan meninggalkan kesan tersendiri. Koreo raksasa dan sorak-sorai penonton yang tak henti-hentinya membuat suasana di dalam GOR terasa berbeda dari pertandingan biasa.
“Saya merasakan atmosfer yang sangat berbeda saat berada di dalam GOR. Saat itu saya masih kecil, melihat koreo raksasa dan sorak-sorai penonton yang tak ada hentinya tentu membuat saya merasa tegang selama pertandingan,” kenangnya.
Pengalaman tersebut membuat Gending mulai membayangkan dirinya berada di lapangan yang sama. Bukan sekadar ingin bermain di DBL, ia bahkan sudah memiliki tujuan yang lebih spesifik, tampil di partai final.
“Selesai menonton pertandingan tersebut, saya sempat berandai-andai, bagaimana jika saya yang berada di pertandingan tersebut. Sebenarnya, keinginan saya dulu bahkan lebih spesifik, yaitu ingin bermain di final DBL. Karena saya sadar bahwa atmosfer final DBL tidak akan sama dengan pertandingan biasa,” ujarnya.
Baca Juga: Terinspirasi Sang Kakak, Nathan Bawa CHIS Ukir Sejarah
Menariknya, perjalanan Gending di dunia basket justru bermula bukan dari keinginan menjadi pemain profesional atau mengejar prestasi. Saat kelas III SD, ia mulai berlatih basket setelah orang tuanya mendapat rekomendasi dari dokter agar Gending aktif berolahraga. Saat itu, ia memiliki riwayat asma.
“Saya mulai mengenal basket sejak SD, awalnya saya ikut hanya untuk sekadar berolahraga. Karena saat kecil saya punya riwayat asma dan atas saran dokter saya direkomendasikan untuk mulai mengikuti aktivitas olahraga. Dan akhirnya saya diikutkan akademi basket oleh orang tua saya,” cerita Gending.
Sebelum menetap di basket, ia sempat mencoba olahraga lain. Gending mengikuti trial di akademi sepak bola. Namun, pengalaman tersebut justru membawanya pada kesimpulan bahwa ia lebih nyaman berada di lingkungan basket.
.jpg)
SMAN 3 Denpasar melaju ke babak Fantastic Four DBL Bali 2026
“Sebenarnya saya sempat trial di akademi sepak bola di Lapangan Renon. Tapi entah kenapa saya merasa lebih cocok dengan teman-teman latihan basket,” ungkapnya.
Seiring waktu, basket menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Gending mengingat bahwa kondisinya berangsur-angsur membaik sejak mulai berlatih. Ia juga menyebut asmanya kini sudah tidak pernah kambuh. Namun, perjalanan itu tidak berhenti pada rutinitas olahraga masa kecil. Basket justru membuka jalan baginya untuk mengejar mimpi yang tumbuh setelah menyaksikan final DBL.
Baca Juga: Dipa dan Mimpi yang Dulu Hanya Bisa Ia Saksikan dari Tribun
Kini, Gending merupakan student-athlete kelas XI SMAN 3 Denpasar atau Trisma yang kembali berpartisipasi dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Musim ini menjadi tahun keduanya mewakili sekolah di kompetisi tersebut.
Jika pada musim sebelumnya ia masih beradaptasi dengan atmosfer pertandingan, kali ini Gending merasa datang dengan kesiapan yang lebih baik.
“Tentu rasanya menyenangkan dan bangga bisa berpartisipasi dalam salah satu event basket bergengsi antarpelajar dan mewakili nama sekolah dua tahun berturut-turut,” tuturnya.
Ia juga merasakan perubahan dalam dirinya setelah melewati musim pertama. Pengalaman bertanding membuatnya lebih matang, sementara persiapan yang dijalani bersama tim turut meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Yang jelas saya merasa jauh lebih matang dan siap di tahun ini,” katanya.
Bagi Gending, perkembangan tersebut tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri. Ia melihat Trisma juga tumbuh menjadi tim yang lebih solid setelah melewati berbagai turnamen, termasuk pengalaman menghadapi kekalahan berulang kali.
“Menurut saya roster DBL Trisma di tahun ini jauh lebih matang dan kompak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Setelah kami melalui banyak turnamen, mengalami kekalahan berulang kali dan mendapat pengalaman, tim ini berkembang cukup baik,” jelasnya.
Trisma pun menambah porsi latihan selama beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi. Berbagai pengalaman yang mereka kumpulkan menjadi bekal untuk menjalani musim ini dengan target yang lebih besar.
“Dan juga kami menambah porsi latihan selama beberapa bulan terakhir sebagai bentuk persiapan,” lanjut Gending.
Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Dalam laga perebutan tiket menuju Fantastic Four pada Rabu, 21 September 2026, Trisma berhasil mengalahkan SMAN 1 Blahbatuh dengan skor meyakinkan 62-27.
Gending turut berkontribusi dalam kemenangan tersebut dengan mencatatkan 10 poin, 2 assist, dan 2 rebound. Hasil ini membawa Trisma melangkah lebih dekat ke fase akhir kompetisi sekaligus menjadi bukti perkembangan tim yang ia ceritakan setelah menjalani persiapan panjang.
Meski telah memasuki musim keduanya, mimpi yang tumbuh ketika ia masih menjadi penonton belum berubah. Gending masih ingin merasakan atmosfer final DBL secara langsung sebagai pemain. Bersama Trisma, ia juga berharap bisa membawa pulang gelar juara musim ini.
“Harapan kami tentu saja jadi juara di tahun ini,” tegasnya.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL Bali 2026, Kamis 22 Oktober 2026
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)