Salah satu keinginan terbesar Joshua Exaudi Naibaho akhirnya menjadi kenyataan pada 24 September 2026.
Cowok yang kini menduduki bangku kelas XI itu bisa merasakan atmosfer kompetisi lima lawan lima Honda DBL with Kopi Good Day East Jakarta untuk pertama kalinya. Musim lalu, Joshua dan SMAN 98 Jakarta (Night) lebih berfokus di ajang AZA 3X3 Competition East Jakarta.
“Tahun lalu ikut 3X3 karena memang tim dan coaching belum memadai untuk 5-on-5,” sebut Joshua.
Performa Joshua dan Night di AZA 3X3 Competition 2025 East Jakarta pun terbilang solid. Mereka berhasil melesat hingga Big Eight. Cukup untuk memberi sinyal bahwa mereka pantas untuk kembali berlaga di kompetisi lima lawan lima.
Berhadapan dengan SMAN 22 Jakarta di laga perdana musim ini, Joshua langsung bersinar terang. Di lapangan, ia selalu membawa motivasi yang jelas dan kuat untuk tetap berjuang semaksimal mungkin. “Menang sampai jadi Champion,” tegasnya.
Baca Juga: Menuju DBL East Jakarta: Night Cari Tahu Kekuatan Lawan Lewat Live Streaming
Poin demi poin berhasil dicetak oleh Joshua. Baik melalui layup, free throw, maupun tripoin, semuanya masuk dengan akurasi yang efisien.
Memasuki jeda pertandingan, Joshua telah mencetak 10 dari 12 poin Night. Mereka hanya tertinggal empat poin dari SMAN 22 Jakarta (16-12). Joshua benar-benar serius menjalani tugasnya sebagai kapten. Ia merupakan jantung dari permainan timnya.
Tren penyerangan Joshua yang impresif itu terus dipertahankan sampai pertandingan berakhir. Secara keseluruhan, ia berhasil mengumpulkan 22 poin, 4 rebound, dan 3 steal dengan akurasi field goal hingga 60 persen.
Namun, produktivitasnya itu ternyata masih belum cukup untuk membawa Night meraih kemenangan. Pada kuarter ketiga, ritme permainan mereka menghilang. Night sama sekali tidak bisa membalas perolehan 13 poin dari SMAN 22 Jakarta dalam kurun tersebut. Sejak itu, momentum seolah sudah sepenuhnya nyaman di tangan musuh.
Dengan begitu, Night harus tereliminasi di laga pertama mereka dengan skor akhir 40-24. Mimpi untuk bermain dan menang di panggung tertinggi itu harus kembali menunggu untuk diwujudkan.
Baca Juga: Debut Belum Berbuah Manis, Rafa Yusuf Masih Simpan Mimpi ke Indonesia Arena
Kendati demikian, Joshua ternyata memiliki “kacamata” lain untuk memandang arti dari mimpi tersebut. Menurutnya, keinginan untuk bermain di Final DBL Jakarta itu juga tetap hidup dan diteruskan oleh teman-temannya.
Sebab, saat SMP, Joshua telah menyalurkan kehebatan dan kepercayaan dirinya kepada rekan-rekan setimnya yang musim ini berhasil melangkah lebih dekat untuk berdiri di Indonesia Arena.
***
Setelah pertama kali mengenal dan bermain basket saat kelas VI SD, Joshua memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di SMPN 160 Jakarta. Tanpa berlama-lama, ia langsung antusias untuk mengikuti ekskul basket di sekolahnya. Julukan timnya Onixty.
Bagaimanapun, ada satu hal yang berhasil membuat Joshua terkejut. “Ternyata SMP saya basketnya sangat terstruktur dan tidak kalah dari sekolah-sekolah lain,” jelasnya.
Joshua lantas mengajak teman-teman barunya untuk juga mengikuti ekskul basket bersamanya, mulai dari Kevin Kyrway Tjahyadi, Jorge Pierta Sinambela, Muhammad Abdul Fatah, hingga Rainier Azzam Hidayat Soi.
Terkhusus Jorge, Joshua sangat percaya terhadap potensinya. Dengan tinggi 185 cm, Jorge memiliki postur yang besar. Jika dapat diasah lebih serius, ia bisa bermain semakin dominan di lapangan.
Meski ekskul basket di SMPN 160 Jakarta sudah tertata, Joshua dan teman-temannya tetap menghadapi berbagai tantangan kala itu. Saat menduduki bangku kelas VIII, mereka tidak memiliki kakak kelas yang bisa menjadi panutan karena terhalang pandemi Covid-19.
“Jadi saya dan teman-teman saya giat latihan tanpa adanya bimbingan dari kakak kelas,” cerita Joshua.
Baca Juga: Manifesting Berhasil, Srikandi Al Maruf Resmi Melangkah ke Indonesia Arena!
Potret kebersamaan tim basket SMPN 160 Jakarta (Foto: dokumentasi pribadi Joshua Exaudi Naibaho)
Dalam seminggu, Joshua dan Onixty bisa berlatih basket sampai tiga kali. Ada juga latihan fisik yang selalu dilaksanakan setiap Sabtu pagi.
Kerja keras itu akhirnya menunjukkan buahnya secara perlahan. Mereka mulai aktif mengikuti laga-laga yang diselenggarakan sekolah lain. Setahun berikutnya, Joshua dan Onixty semakin konsisten untuk memenangi banyak kejuaraan.
“Kami sudah banyak improve. Kami mendapatkan 18 piala juara dalam setahun. Bahkan kami sampai mencari event di luar kota karena selalu menang kalau main di Jakarta,” ungkap Joshua.
Namun, setiap awal selalu ada akhir. Skuad Onixty angkatan Joshua itu akhirnya harus menjalani laga terakhir mereka di Depok.
Saat pertandingan usai, tentu ada rasa haru di antara mereka. Sang pelatih kemudian memberikan pesan terakhir yang selalu mereka pegang hingga saat ini.
“Di mana pun SMA kalian nanti, jangan lupa dengan almamater kalian ini,” katanya.
Baca Juga: Demi Mengejar Mimpi Bersama Tiga Enam, Mas Aditya Permana Ingin Tetap Konsisten
***
Kini, teman-teman Joshua telah bersinar di panggung DBL Jakarta bersama sekolah masing-masing.
Musim lalu, Azzam dan SMA Al Maruf Jakarta berhasil mencapai partai puncak DBL East Jakarta dan bermain di babak Championship.
Begitu pula dengan Jorge bersama SMA Pangudi Luhur Jakarta yang bahkan mampu mencapai Fantastic Four di babak Championship dalam 2 musim beruntun dan menjalani pertarungan sengit melawan SMA Bukit Sion Jakarta dan Raffles Christian School Jakarta.
Secara tidak langsung, mimpi Joshua untuk berjuang mencapai Final DBL Jakarta di Indonesia Arena juga tertanam dalam permainan mereka. Jika Joshua tidak mengajak mereka untuk bergabung dalam skuad Onixty, ceritanya mungkin akan berbeda saat ini.
“Saya sangat bangga teman-teman saya bisa lebih sukses sekarang. Saya harap mereka bisa mendapatkan karier basket yang jauh lebih bagus lagi kedepannya,” ucap Joshua.
Baca Juga: Hasil DBL Jakarta Championship: Deretan Drama Hiasi Babak Fantastic Four!
Mereka semua masih memiliki satu kesempatan lagi untuk menyabet tiket final pada musim depan. Joshua pun akan bersikeras untuk terus meningkatkan permainan mereka bersama teman-teman Night.
Joshua Exaudi Naibaho melakukan layup untuk SMAN 98 Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Jakarta
“Saya akan melatih defense saya lagi untuk kedepannya,” tutur Joshua.
Joshua juga berharap akan muncul sosok-sosok baru yang dapat meneruskan mimpi untuk membuat Night menjadi tim yang jauh lebih hebat. Musim depan, mereka ingin bermain jauh lebih dominan dan tidak langsung gugur di laga pertama.
“Semoga ada generasi baru yang jago dan bakal masuk SMA 98,” tutup Joshua.
DBL East Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027, yang terselenggara di 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Setiap musimnya, DBL Indonesia juga menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan kerseruan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027, yang mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Baca Juga: Evelyn Papuana dan Ujian Bertubi di Penghujung Perjalanan Srikandi PSKD 1
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)