Ada kebanggaan tersendiri yang sulit dijelaskan ketika seorang pemain berdiri di panggung DBL untuk pertama kalinya. 

Bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana sebuah nama sekolah, hingga dukungan tulus orang-orang di belakang layar akhirnya terbayar lunas saat di lapangan.

Kisah inilah yang dirasakan betul oleh Fakhirah Safa Putri, pemain debutan andalan SMA Garuda Cendekia Jakarta di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta.

Menjadi saksi sejarah bagi sekolahnya yang mendaftarkan tim di DBL untuk pertama kalinya, perjalanan Aira -sapaan akrabnya- tentu tidak instan. 

Langkah awal mereka bahkan sempat diuji dengan rasa cemas ketika timnya sempat dikabarkan gagal lolos verifikasi awal.

"Jujur aku bersyukur banget, Alhamdulillah tim aku bisa main di DBL tahun ini karena sempat gagal lolos verifikasi dan udah hopeless banget aku nggak akan main di DBL tahun ini," kenang Aira. Beruntungnya, angin segar berpihak pada mereka. 

Sebagai seorang rookie yang langsung mengemban tanggung jawab besar di lapangan, penampilan Aira di musim perdananya langsung mencuri perhatian. 

Pada laga perdana Garuda Cendekia, Aira tampil luar biasa dengan menyumbangkan 12 poin, 2 assist, dan 2 rebound. 

Kontribusi masif itulah yang membawa timnya mengunci kemenangan perdana dengan skor meyakinkan 39-7 atas SMA Citra Kasih Don Bosco Pondok Indah.

Kemenangan manis di laga pembuka itu mengantarkan Garuda Cendekia pada ujian sesungguhnya di pertandingan kedua. 

Mereka harus berhadapan dengan lawan berat, yakni runner-up DBL South Jakarta musim lalu, SMAN 3 Jakarta (Teladan). 

Meski berstatus sebagai debutan, Aira dan rekan-rekan tampil tanpa gentar. Mereka sukses menyajikan pertarungan sengit dan ketat yang nyaris menciptakan kejutan besar, sebelum akhirnya langkah Garuda Cendekia harus terhenti usai tumbang dengan skor tipis 15-13.

Meski langkah Garuda Cendekia harus terhenti di laga kedua dan belum berhasil menembus babak Fantastic Four, Aira mengaku sama sekali tidak berkecil hati. 

Baginya, bisa berdiri dan membawa nama sekolah dikenal banyak orang di panggung bergengsi sekelas DBL kategori lima lawan lima sudah menjadi sebuah pencapaian yang patut disyukuri.

Kecintaan Aira terhadap basket sendiri bermula sejak ia duduk di kelas 2 SD. Berawal dari hobi saat jam pelajaran olahraga hingga akhirnya memutuskan serius berlatih sejak kelas 6 SD, melihat kakak kelasnya yang tampil di DBL telah menjadi bahan bakar mimpi terbesarnya.

Baca Juga: Cedera Tak Padamkan Mimpi Aqylla Kania Bawa Stingers ke Indonesia Arena

Namun, di balik perjuangannya di lapangan, ada satu cerita unik dan mengharukan yang membuat debut Aira terasa begitu spesial. 

Sebagai bagian dari angkatan pertama yang terjun ke DBL, dukungan luar biasa mengalir deras. Bukan hanya dari teman seangkatan dan keluarga, tetapi juga dari guru-guru SMP terdahulu.

Meski Aira kini telah berseragam SMA Garuda Cendekia Jakarta, para guru di SMP lamanya tak mau ketinggalan memberikan dukungan. 


Postingan ulang media sosial Fakhirah Safa saat memperoleh dukungan dari guru SMP

Karena bertepatan dengan jam sekolah, para guru rela memboyong proyektor ke ruang guru, bahkan terpantau merembet hingga ke ruang Bimbingan Konseling (BK), hanya untuk menyaksikan tayangan siaran langsung pertandingan Aira bersama rekan-rekan SMP yang kini satu sekolah dengannya.

"Terharu dan senang banget sih kak, walaupun bermain tapi bukan pakai nama SMP, guru-guru tetap dukung aku. Tapi dari situ juga jadi tambah semangat latihannya biar bisa lebih baik lagi kedepannya," ungkap Aira.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Hanny Kurniawan Seimbangkan Logika dan Kreativitas

Dukungan masif suporter, teman sekolah, hingga guru-guru tercinta inilah yang menjadi penyemangat tersendiri bagi Aira dalam melawan tantangan terbesar di musim pertamanya, yakni menaklukkan ego diri sendiri dan menyiapkan mental bertanding di hadapan ribuan penonton.

Menatap masa depan, mimpi Aira bersama panggung DBL masih sangat panjang. Baru menginjak kelas X, ia masih memiliki dua musim ke depan untuk terus berprose dan membawa nama Garuda Cendekia melangkah lebih jauh.

Potret para pemain dan dancer SMA Garuda Cendekia Jakarta bersama para suporter usai pertandingan

Ketika disinggung mengenai impian terbesarnya, termasuk megahnya babak final DBL Jakarta yang diselenggarakan di Indonesia Arena, Aira memandang hal tersebut sebagai motivasi raksasa.

"Jujur sangat keren, karena dari adanya final di Indonesia Arena, student-athlete tingkat SMA pun jadi bisa ngerasain bermain di lapangan Indonesia Arena, bukan hanya atlet profesional. Motivasi aku pastinya sangat tinggi, karena siapa sih yang nggak mau tanding di Indonesia Arena?" ujarnya antusias.

Baca Juga: Di Balik Perjalanan Chikal Kirana, Ada Sosok Ayah yang Selalu Jadi Tempat Pulang

Dengan sisa waktu dua tahun ke depan, Aira dan skuad Garuda Cendekia bertekad untuk berlatih lebih giat lagi. 

DBL Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Cara Benawa Daniswan Memaknai Arti Kemenangan yang Sesungguhnya
Bawa Pulang Gelar MVP, Doa Richelle Terjawab Lebih dari Harapannya
Ayasha-Aqylla, Dua Sahabat yang Bertemu Sebagai Rival di Final DBL South Jakarta
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Jakarta Championship, Selasa, 20 Oktober 2026
Sempat Menyerah, Justin Sinambela Kini Berharap Bisa Tembus Indonesia Arena