Berhasil mengantarkan tim putra ke fantastic four Honda DBL West Java Series 2019-West Region merupakan pencapaian positif bagi coach Rama Aditya. Oleh karenanya, ia memulai musim 2020 dengan pengembangan berkala yang lebih matang. Apalagi skuadnya musim ini didominasi oleh rookie.

"Kami melakukan periodisasi dari tahun ke tahun. Salah duanya adalah fokus dalam aerobik dan unaerobik. Dari enam bulan bisa disusutkan periodisasinya jadi macro untuk mingguan dan micro dalam skala harian," ujar coach Rama.

Program latihan itu dilakukan sebab ia sudah paham kekuatan Smanda (sebutan SMAN 2 Karawang). Wajar sih, karena coach Rama sudah memasuki tahun ke 14 melatih Smanda.

Jika melihat dari penampilan timnya musim lalu, coach Rama sedikit menitik beratkan pada finishing touch tim besutannya. "Evaluasi dari musim lalu mereka punya banyak kesempatan untuk mencetak poin. Tapi banyak yang tidak menghasilkan poin," tambahnya.

Musim ini putra Smanda akan diperkuat enam pemain baru. Tugas coach Rama pun makin berat. Sebab, timnya di tahun ini kehilangan sosok leader di skuad Smanda.

"Ada enam pemain yang akan lulus di tahun ini untuk tim putra. Dan salah satunya adalah sang kapten. Jadi, tahun ini saya kehilangan sosok pemimpin dalam tim," terangnya.

Akan tetapi tambahan beberapa pemain baru itu makin membuat permainan Smanda lebih kuat di musim ini. Coach Rama menyebutkan jika akan mengandalkan kelebihan pemainnya.

"Musim ini karena postur pemain nggak terlalu tinggi, jadi saya akan mengandalkan kecepatannya. Hal itu jelas saya perkuat lewat latihan agility, footwork, dan quick step tiap latihan," tutup coach Rama.(*)

Populer

Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
James Lauw, Peserta Non-DBL yang Konsisten Menduduki Posisi Lima Besar
Beep Test: Pengertian dan Manfaat untuk Kebugaran
81 Pemain Putra Masuk List Pemanggilan Seleknas FIBA U18 Asia Cup Qualifiers
Cara Vote DBL Play Road to DBL Camp 2026, Jangan Lupa Dukung Jagoanmu!