Sebastian Vanderkley punya target khusus pada tahun terakhirnya bersama Manado Independent School. Ia ingin membawa almamaternya meraih gelar juara. Apalagi sekolahnya terakhir kali menjadi juara pada 2012 silam.

"Aku dan tim ingin menjuarai Honda DBL. Tersenyum lebar bersama pelatih dengan hasil kerja keras yang kami lakukan selama ini. Soalnya ini jadi mimpku sejak bermain basket," ungkap pemain berdarah Belanda tersebut.

Meski belum melakukan program latihan, Sebastian dan beberapa teman-temannya tetap menjalani program latihan yang diberikan oleh tim pelatih. Tentunya dengan protokol kesehatan.

Setiap pagi, ia dan beberapa skuad MIS melakukan jogging yang dilanjutkan dengan latihan fundamental hingga sekolah dimulai tepat pukul 7.30 WITA.

Dalam program fundamental tersebut, Sebastian melakukan beberapa drill seperti offense dari bebeberapa sisi, shooting, hingga lay up. Setelahnya mereka kerap melakukan one on one untuk meningkatkan sense individual mereka.

Semangat yang ia tunjukkan ini tak lepas dari sebuah kutipan yang pernah ia dengar. Ketika bangun tidur setiap orang punya dua pilihan. Kembali tidur untuk bermimpi atau bangun dan meraih mimpi. 

"Soalnya kami tahu untuk menjadi juara itu nggak dengan bersantai di sofa. Harus all out di latihan biar waktu di lapangan bisa semakin maksimal," tutup Sebastian. (*)

Populer

Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Para Penakluk Tradisi, Inilah Barisan Pemain Peraih Hattrick DBL All-Star
Dari Pemain IBL ke Pelatih Juara, Transformasi Tak Terduga Hendra Thio
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi