ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ega Bintang Pandora Setyabudi

Ega Bintang Pandora Setyabudi berteriak lantang di tengah DBL Arena. Teriakan itu terjadi saat SMA Trimurti Surabaya berhasil mengunci kemenangan atas SMAN 2 Sidoarjo pada Minggu, 4 September 2022.

Pemain berusia 16 tahun itu mengaku bangga dengan teman setimnya. Trimurti berhasil tampil apik pada laga kedua mereka di Honda DBL with KFC 2022 East Java Series - North Region. 

Trimurti sempat kalah di gim pertama. Saat itu musuhnya adalah SMA Petra 1 Surabaya. Tapi Ega tak ikut bertanding. Ia punya agenda Umroh bersama keluarga. Baru pada laga kedua, remaja berjersei 24 itu turun ke lapangan. Menjadi penyumbang poin terbanyak. Itulah sebab Ega berteriak terbawa suasana. Apalagi kini ia sudah kelas 12 dan mau pensiun dari kiprahnya di Honda DBL. 

Di balik kegiatan Umroh Ega sebetulnya ada kisah besar. Pada Maret 2022 ia didiagnosa terkena kanker Nasofaring stadium satu. Saat itu ia sudah bingung bukan main. Tetapi Ega bersyukur sakitnya bisa cepat ketahuan. Agar bisa langsung ditindaklanjuti oleh dokter.

 

“Kejadiannya baru banget. Awal tahun itu aku suka pusing. Telinga sebelah kiri juga rasanya seperti tersumbat, nggak dengar apa-apa. Akhirnya, bolak-balik ke spesialis THT, terus salah satu dokternya ngasih tahu kalau aku kena kanker nasofaring,” katanya.

Setelah itu, Ega langsung berusaha menata kembali mentalnya. Ia juga menjalani pengobatan rutin dengan telaten. Berkat dorongan semangat dari orang tua dan teman-temannya, Ega akhirnya bangkit kembali. Bahkan beberapa kali pergi ke rumah sakit sendirian. Karena tak mau merepotkan ayah dan ibunya. 

“Orang tua nggak pernah berhenti semangatin aku, terus aku juga percaya kalau kanker itu nggak hanya bisa sembuh karena obat aja, tapi juga dari dorongan diri kita sendiri dan lingkungan di sekitar kita,” katanya. 

Mulai Mei sampai awal Juli Ega harus riwa-riwi untuk kemoterapi. Totalnya ada enam kali. Sementara radioterapinya dilakukan setiap hari setiap pulang sekolah. Istirahatnya cuma di hari Sabtu dan Minggu. Ega juga mengaku sempat down karena penampilannya berubah. Dari rambut rontok hingga lehernya menghitam. Tetapi semangat sembuhnya bangkit lagi perlahan. 

“Waktu radioterapi aku bilang, aku bisa sendiri, jadi orang tua bisa istirahat di rumah. Tapi kalau kemo lama kan, jadi ditemenin. Pokoknya orang tua tuh selalu ada buat aku. Aku juga dibimbing buat ikhlas sama mereka,” ungkapnya. 

Harapan untuk main basket Ega tak pernah pudar. Ketika sakit ia ingin segera kembali ke lapangan. Meskipun sebenarnya, awal mula sepak terjang Ega di olahraga basket hanya main-main biasa saja. Saat itu dia masih duduk di kelas lima SD. Tak pernah terpikir akan serius seperti ini. Ia baru menekuni basket saat masuk di kelas 8 SMP.

Ega juga mendalami dance. Khususnya street dance. Bahkan sampai ikut kompetisi hingga ke Singapura, Thailand dan Malaysia. Saat Pandemi Covid-19 merebak, Ega masih aktif menjadi dancer. Ia sampai ikut battle online. Kompetisi dance terbaru yang akan Ega ikuti akan digelar Oktober mendatang. Tepatnya di Bandung.

“Jadi ya dua kegiatan itu yang juga mendorong Ega agar cepat pulih. Akhir-akhir pengobatan saat pulih ini sudah mulai latihan basket, tapi nggak terlalu berat. Memang nggak bisa diforsir, kalo kebanyakan latihan bisa drop, kalau drop nanti bisa kambuh lagi,” katanya. 

Ega adalah polesan DBL Academy tahun 2018. Idola yang memotivasinya untuk main basket banyak. Ada Yesaya Alessandro, Andakara Prastawa, hingga Xaverius Prawiro. September ini, Ega akan menjalani tes MRI lagi. Untuk menentukan kesembuhannya dari Kanker Nasofaring. Semangat Ega!

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
TITLE PARTNERS
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS