Panggung Azarine DBL Dance Competition 2025 Banten ternyata tak hanya menyimpan cerita soal perjuangan tim dance dan kru dalam menampilkan koreografi terbaik saja. Ada pula cerita yang lebih luas yang dimiliki oleh para dancer ini.
Seperti cerita yang dimiliki oleh Nathania Caya Dewi. Dancer dari SMA Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan itu punya cerita bagaimana ia membangun sebuah brand fashion bernama “dariku137”. Ia memang dikenal sebagai sosok yang kreatif dan berkecimpung di dunia fashion sejak lama. Tak heran, ia kini memiliki brand denim sendiri sejak usia belia.
Brand ini sebenarnya sudah ia bangun sejak ia duduk di kelas 10 SMA. Brand ini lahir dari keresahannya terhadap limbah fashion. Khususnya yang berbahan denim, yang mana dikenal sebagai bahan yang sulit untuk didaur ulang.
“Saya bikin sustainable denim jaket, di mana saya menyambung-nyambungkan denim-denim yang biasanya sudah tidak terpakai. Apalagi kita tahu kalau di industri fashion itu, bahan denim adalah bahan yang paling susah didaur ulang, dan jadi limbah yang paling banyak,” tuturnya.
Baca juga: Tekuni Gymnastic Sejak SD, Vanya Ameera Ungkap Manfaatnya untuk Tampil di DBL!
Tak sekadar menggabungkan potongan denim lama. Nathania juga mengeksplorasi berbagai material lain. Brand dariku137 berkembang dengan sentuhan personal dengan membuka custom order dan custom painting. Pelanggan bisa memesan desain dan gambar sesuai dengan keinginan mereka.
Dua tahun berjalan, brand ini menjadi ruang eksplorasi sekaligus ruang untuk Nathania mengembangkan diri. Khususnya di bidang fashion dan desain. Ditanya soal inspirasi di balik brand miliknya ini, dara berusia 17 tahun itu mengaku inspirasinya datang dari sosok Ibundanya.
Produk jaket denim buatan Nathania Caya Dewi (source: Instagram/@dariku137)
“Mama saya desainer kebaya dan punya brand sendiri. Tapi, saya mau desain denim karena saya belum bisa desain kebaya,” ujarnya.
Dari sana, ketertarikannya pada dunia fashion semakin kuat. Ia pun mulai mengikuti kelas modelling, sejalan dengan perannya sebagai model untuk berbagai keperluan brand. Modelling ini sendiri bukan dunia yang baru untuknya. Ia sudah akrab dengan kamera sejak kecil.
Baca juga: Di balik Gelar MVP AZA 3X3 Derren Effendy, Ada Perjuangan Melawan ACL!
“Waktu kecil, saya sering jadi modelnya mama kalau dia bikin kebaya. Nah, waktu sudah remaja, akhirnya saya ikut kursus modelling di Surabaya. Pas pindah ke sini, saya ikut kelas modelling juga di BSD,” ceritanya.
Menjalankan bisnis, modelling, dance, dan sekolah tentu bukan perkara mudah. Namun Nathania punya prinsip yang jelas. Baginya, pendidikan tetap menjadi fondasi utama.
“Cara menyeimbangkan bisnis dan sekolah, yang pasti harus mengejar tugas-tugas sekolah semua, karena sekolah itu nomor satu. Boleh berkegiatan di luar pelajaran, tapi yang penting harus susulan,” tegasnya.
Baca juga: Beasiswa Kampus untuk Atlet Basket: Kuliah Lancar dan Passion Tetap Jalan
Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Banten merupakan bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa