Kemunculan tim putra SMA Panca Setya Sintang memberi warna baru dalam persaingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 West Kalimantan.

Bahkan, bisa dibilang kehadiran mereka sebagai debutan cukup mencuri perhatian. Di laga perdana, skuad Panca Setya nyaris menjegal langkah SMA Immanuel Pontianak yang berstatus sebagai semifinalis musim lalu.

Begitu juga saat berhadapan dengan SMAN 1 Pontianak. Ketangguhan Valentino Wilson dan kawan-kawan membuat mereka menang dramatis, 44-43, atas SMAN 1 Pontianak. 

Di balik itu, langkah Panca Setya hingga akhirnya dapat berdiri di panggung DBL Pontianak 2025-2026 tidak semudah yang terlihat. Proses yang ditempuh bukan hanya soal intensitas latihan yang tinggi, melainkan juga tentang bertahan di tengah keterbatasan akomodasi yang belum sepenuhnya memadai.

“Banyak lika-liku yang harus kami lalui, terutama saat proses persyaratan DBL untuk berkas, akta, dan lain-lain. Banyak pemain harus pulang dulu ke kampung yang jarak tempuhnya tidaklah dekat dan terbatas sarana transportasi karena jalur darat sangat jarang,” buka Rachmad Nur Herdiansyah, asisten pelatih Panca Setya.

Baca Juga: Valentino Wilson Bagikan Perjuangan Debut Panca Setya, Rela Tempuh 300 Kilometer

Ia kemudian melanjutkan. “Lebih dominan jalur sungai yang bisa makan waktu enam sampai tujuh jam. Yang paling jauh, sampai tiga hari dengan jarak tempuh dari Sintang ke Kabupaten Melawi. Itu pun, sinyal HP belum ada dan listrik hanya hidup dua sampai tiga jam pukul 18.00-21.00.”

Rintangan yang dihadapi ternyata belum berhenti sampai situ. Soal pendanaan untuk mempersiapkan sebuah tim pun diakui menjadi tantangan tidak kalah berat. 

Berangkat dari kondisi tersebut, pria yang akrab disapa Rachmad itu saling bahu-membahu dengan sang kepala pelatih demi menemukan jalan keluar. Ia tak menampik kalau mencari sokongan dana di wilayah yang berada di salah satu ujung timur Kalimantan bukan perkara mudah.

“Dari pihak sekolah sangat membantu karena bisa backup 50 persen dari kebutuhan dan 50 persen lagi dicari dari luar sekolah. Pihak Pemda Sintang men-support dari fasilitas penginapan selama di Pontianak. Sempat hampir hopeless juga,” ceritanya. 

Namun, Rachmad patut berbangga atas ketangguhan mental yang dimiliki para anak-anak didiknya. Sedari awal memutuskan untuk melantai di DBL Pontianak 2025-2026, ia memang benar-benar menekankan pentingnya mentalitas. 

Apalagi, status sebagai pendatang baru membuat mereka masih buta dengan peta persaingan yang tersaji dalam turnamen ini. 

“Banyak hal yang disiapkan, seperti latihan strength conditioning, endurance, power, akurasi shooting, game plan, serta scrimmage game yang kami lakukan dengan alumni atau senior klub dan tim basket seleksi Popda Kabupaten Melawi,” tutur Rachmad.

”Kami juga mengulas video-video pertandingan DBL tahun sebelumnya dengan pemain dan coach. Untuk fasilitas juga masih jauh dari kata memadai karena kami berlatih di lapangan out door dan bertarung dengan cuaca Kalimantan yang tidak menentu,” sambungnya. 

Setiap pertandingan yang dilewati bak pelajaran berharga bagi Rachmad dan pasukannya. Usai menghadapi panasnya tensi di lapangan, mereka masih harus berkutat dengan proses evaluasi.

“Contoh, saat pertandingan pertama, turnover kami ada 27. Lalu, pertandingan kedua menjadi 11. Lalu, dicari lagi penyebab banyaknya turnover dari apa melalui video pertandingan. Ternyata, anak-anak belum terbiasa dengan bola,” terangnya.

Baca Juga: Michael Wijaya Cerita Filosofi 15 Bintang di Jersey Santu Petrus

Perjuangan skuad Panca Setya memang patut diberi apresiasi setinggi-tingginya. Asa yang sudah dipupuk sejak 2022 akhirnya menjelma menjadi kenyataan. 

“Belum ada tim dari daerah timur Kalimantan Barat yang mengikuti DBL. Selain itu, kami tentunya termotivasi untuk mencicil pemain agar bisa bersaing di Pontianak sekaligus untuk aset daerah juga,” ujar Rachmad. 

Musim ini menjadi saksi atas mimpi Panca Setya yang perlahan-lahan akan terwujud. Sebagai asisten pelatih, sosok berperawakan 190 sentimeter itu menaruh keinginan agar seluruh pemainnya tidak pernah takut menggantungkan impian setinggi mungkin. 

Dari pengalaman ini pula, dirinya ingin agar anak-anak asuhnya dapat memaknai lebih dalam arti berjuang yang sesungguhnya. 

Terima kasih bagi tim putra Panca Setya yang sudah mau menunjukkan tekad besar di DBL Pontianak 2025-2026. Kami tunggu aksi kalian di musim depan!

Sebagai informasi, DBL Pontianak 2025-2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Hasil DBL Kupang 2025-2026: Misi Revans Sukses, Putri Smandhu Melesat!
Dari Tari Tradisional Hingga Pramuka, Kenalan Sama Dyah Ajeng Si Multitalenta!
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Kupang, Rabu 28 Januari 2026
Cek! Berikut Daftar Tim yang Lolos Playoffs DBL Pontianak 2025-2026