Sebastian Hugo akhirnya berdiri di panggung yang sejak lama ia impikan. Meskipun tak pernah merasakan atmosfer DBL dari lapangan pertandingan, siswa kelas XII SMA St. Antonius Jakarta itu kini mendapat kesempatan lewat Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. 

Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 sendiri adalah momen yang datang di saat paling krusial dalam hidupnya.

Hugo sudah mengenal DBL sejak lama. Ia sering melihat teman-temannya tampil membela sekolah masing-masing, sesuatu yang diam-diam selalu ia inginkan. 

“Sebenernya dari awal masuk SMA tuh emang pengen ikut DBL. Tapi sekolah aku, ekskul basketnya mati,” ujarnya. 

Harapan sempat muncul ketika ia masuk SMA St. Antonius Jakarta, namun janji untuk menghidupkan tim basket tak pernah benar-benar terwujud.

Kesempatan ikut Road to DBL Camp sempat ia lewatkan tahun lalu karena ketinggalan informasi. Tahun ini, Hugo tak mau mengulang kesalahan yang sama. 

Apalagi statusnya sebagai siswa kelas XII membuat ajang ini terasa semakin penting. “Sekarang udah kelas XII. Aku ikut ini buat nyari kesempatan, siapa tahu ada yang lihat kalau aku juga punya bakat,” katanya.

Selama ini, perjalanan basket Hugo terbilang tidak mudah. Tanpa ekskul resmi, ia berlatih sendiri dan ikut turnamen dengan cara mandiri bersama teman-temannya. 

Baca Juga: Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 Hari Pertama Tuntas, Fokus Skill Individu

Mulai dari mengurus pendaftaran hingga patungan biaya, semua dilakukan tanpa sokongan sekolah. Meski begitu, beberapa prestasi tetap berhasil diraih dan bahkan sempat mendapat apresiasi saat upacara sekolah.

Motivasi terbesar Hugo saat ini adalah masa depan. Ia berharap basket bisa membantunya membuka jalan menuju bangku kuliah, khususnya di Jakarta. 

“Aku pengen-nya kuliah di Jakarta, yang ada basketnya juga. Makanya pengen ada yang notice dari sini. Namanya rezeki ya, gak tahu datangnya dari mana, jadi ya dicoba aja,” ucapnya. 


Sebastian Hugo coba melakoni instruksi dari pelatih

Dan kini, Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 dianggap sebagai panggung yang tepat untuk memperlihatkan kemampuannya.

Menghadapi persaingan, rasa minder sempat muncul. Namun dukungan keluarga, terutama sang mama, membuatnya berani melangkah. 

“Pasti minder, tapi banyak yang support. Bahkan mama sampai bantuin daftar, bantu bayar untuk pendaftaran juga, jadi ya dijalanin aja, kasih yang terbaik,” katanya.

Kini, Hugo memilih fokus menikmati proses. Ia sadar bahwa peluang tidak datang dua kali. Dan Road to DBL Camp bukan sekadar seleksi, melainkan pintu yang selama ini ia tunggu, untuk menunjukkan bahwa meski tak lahir dari sekolah basket besar, mimpinya tetap layak diperjuangkan.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026. 

Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Populer

Tujuh Tahun Menunggu, Kini Misi Penebusan Tuntas, Sepuluh Sukses Kawin Gelar!
Hasil Drawing DBL Samarinda: Debutan di Posisi Strategis, Tapi Wajib Waspada!
Road to DBL Camp 2026 Penuh Persaingan, Ada Pesan dari Coach Abrizalt Hasiholan
Sejarah Tercipta! Smansa Kupang Juara Tiga Tahun Beruntun DBL Kupang
Fixed! Ini Nominasi Kopi Good Day First Team Putri DBL Kupang 2025-2026