Selama ini, Gen Z sering dipandang sebagai generasi yang tumbuh bersama genre musik modern. Tak heran, mereka biasanya cenderung akrab dengan dentuman musik EDM ataupun K-Pop.
Nah, cerita berbeda justru datang dari Celine Allen. Di balik tarian energiknya bersama tim dance SMA Swasta Maitreyawira Deli Serdang di Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 North Sumatra, siapa sangka kalau dirinya menyimpan kecintaan yang besar terhadap guzheng.
Bagi yang belum tahu, guzheng adalah alat musik petik tradisional asal Tiongkok yang sudah berusia lebih dari 2000 tahun, lho!
Celine, begitu ia disapa, mengaku kalau sebetulnya ia tak langsung menaruh ketertarikan pada alat musik satu ini.
“Awalnya, guzheng tidak terasa spesial bagi saya. Jujur, saya merasa terpaksa di awal. Mungkin karena lihat papa yang sangat suka alat musik tradisional Tiongkok, saya akhirnya mulai tertarik,” ungkap Celine.
Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2026 Shio Kuda Api, Kalian Sudah Tahu Belum?
Tidak perlu waktu lama baginya untuk memantapkan diri menekuni guzheng secara serius. Seolah semesta berpihak, sebuah tempat kursus guzheng baru saja dibuka di Medan kala itu.
Sejak saat itu, Celine resmi menjadi bagian dari kelas tersebut dan semakin giat mengasah kemampuannya dari hari ke hari.
“Semakin sering berlatih, saya mulai menikmati prosesnya. Ternyata, memainkan alat musik tradisional yang jarang dimainkan di Indonesia memberikan pengalaman yang unik dan berbeda,” ujar Celine.
Waktu berjalan begitu cepat. Kini, genap satu dekade sudah dirinya menghabiskan waktu bersama alunan guzheng.
Sepak terjang pun telah dilalui gadis dengan tinggi 167 sentimeter itu. Penampilan Celine yang tidak pernah gagal memanjakan telinga penonton pun telah mengantarkannya pada sederet prestasi membanggakan.
Mulai dari menjuarai Guzheng Festival Seni Budaya Buddhis Sumatra Utara 2023, Chinese Bridge Tingkat Provinsi 2024, SMW Got Talent 2024, dan masih banyak lainnya.
“Saya bisa bilang alat musik ini punya daya tarik tersendiri. Setiap teknik dan petikan membutuhkan presisi, kontrol emosi, dan keyakinan dalam setiap nada yang dibandingkan,” tutur Celine.
“Dibandingkan piano, gitar, atau bass yang juga pernah saya pelajari, guzheng justru termasuk yang paling nyaman untuk dimainkan. Mungkin, tantangannya lebih ke konsistensi teknik dan kekuatan jari. Tapi karena sudah lama mendalaminya, saya merasa sangat menyatu dengan alat musik ini,” sambungnya.
Baca Juga: Cerita Imlek: Barongsai dalam Jejak Prestasi Anak Muda
Seiring datangnya perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, Celine kerap didatangi oleh berbagai undangan untuk menampilkan alunan guzheng. Momen ini bukan sekadar panggung baginya, melainkan sebuah kebanggaan karena bisa melestarikan warisan budaya Tiongkok.
Lebih lanjut, sosok kelahiran 2008 itu turut menyimpan harapan agar kisahnya bisa menjadi inspirasi sekaligus pesan bagi generasi muda agar tidak melupakan kesenian tradisional.
“Guzheng mengajarkan saya tentang kesabaran, ketekunan, dan pengendalian emosi. Selama masih diberi kesempatan, saya ingin terus berkembang di bidang ini dan membawanya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya untuk ke depannya,” tutup Celine.
Perjalanan Celine menjadi bukti bahwa menekuni alat musik tradisional seperti guzheng sama sekali tidak membatasi langkahnya. Sebaliknya, justru dari sanalah ia menemukan identitas baru untuk terus bereksistensi.
Profil dancer ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)