Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses, mimpi besar tetap bisa tumbuh. Itulah yang tercermin dari perjalanan I Komang Tri Hita Karana Putra, atau yang akrab disapa Mangtri, siswa dari SMAN 1 Busungbiu yang sukses menjuarai AZA 3X3 Competition 2025 Bali. Kompetisi tiga lawan tiga yang menjadi bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali.

Keberhasilan Mangtri merebut juara di kompetisi 3x3 bukan sekadar soal gelar. Ia adalah cerita tentang memilih jalan yang mungkin tidak ideal, tapi realistis. Sebab sejatinya, Mangtri memiliki kemampuan untuk bersaing di ajang 5on5. Namun kondisi berbicara lain. Keterbatasan dana akomodasi serta sulitnya membentuk tim membuatnya harus meninggalkan peluang tampil di kompetisi regular. Dan beralih ke kompetisi tiga lawan tiga. Sebuah format yang lebih efisien dari sisi jumlah pemain maupun biaya.

Baca Juga: I Komang Tri Hita Karana Putra dan Usahanya Menembus DBL Camp 2026

Basket sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Mangtri. AZA 3X3 Competition 2025 Bali merupakan sebagian kecil dari prestasi Mangtri di cabang olahraga tersebut. Mangtri juga pernah berkompetisi di level internasional. Ia mewakili Indonesia di ajang seperti Asian School 3X3 Basketball Championship di Tiongkok. 

Sang kakak, Putu Pujastawa Putra, menjadi sosok pertama yang mengenalkan Mangtri pada bola basket. Dari sekadar bermain bersama, tumbuh kedisiplinan, semangat belajar, dan mental kompetitif dalam diri Mangtri. Pujas -panggilannya- dulu juga serius menekuni basket. 

“Dia anak yang punya semangat belajar tinggi dan cukup kompetitif,” ungkap Pujas. “Terutama setelah mengikuti kompetisi 3x3 kemarin, keinginannya untuk berkembang semakin terlihat.”

Di Busungbiu sendiri, minat terhadap basket sebenarnya ada. Orang-orang seperti Mangtri dan Pujas lah yang menghidupkannya. Namun keterbatasan fasilitas menjadi tantangan nyata. Lapangan yang minim dan kondisi sederhana membuat para pemain muda harus berjuang ekstra hanya untuk berlatih. 

Untuk mengikuti kompetisi yang lebih besar, mereka bahkan harus keluar daerah seperti ke Singaraja atau Denpasar, sesuatu yang tidak selalu mudah dilalui karena jarak yang jauh.

Baca Juga: Setelah Tempuh 244 Km Demi AZA 3X3, Kini Eqi Incar DBL Play Road to DBL Camp!

Dalam situasi seperti itulah mental Mangtri terbentuk. Ia terbiasa berlatih dengan fasilitas seadanya. Bahkan soal sepatu basket pun punya cerita perjuangan tersendiri. Pujas mengisahkan bagaimana mereka pernah harus berbagi sepatu karena keterbatasan ekonomi. Kedekatan mereka bukan hanya sebagai saudara, tetapi juga partner dalam proses tumbuh.

“Harga sepatu basket kan lumayan ya,” candanya. “Kami pernah saling berbagi sepatu saat Mangtri masih SMP, waktu itu pas di saya, tapi terlalu besar di Mangtri. Namu, ia bisa menerima di kondisi tersebut.”

Menariknya, Mangtri pernah bermain 5on5. Bahkan mewakili Kabupaten Buleleng di ajang Porjar Provinsi Bali saat SMP. Namun realitas biaya kompetisi di luar daerah membuatnya harus beradaptasi. Nomor 3x3 menjadi pilihan ideal.

Pilihan itu ternyata membuka jalan lain. Mangtri bahkan pernah terpilih sebagai pemain untuk Popnas Bali di nomor basket 3x3. Dan terbaru, ia berhasil membawa pulang AZA 3X3 Competition 2025 Bali. 

Sayangnya, jenjang lanjutan dari kompetisi tersebut masih terbatas. Berbeda dengan kompetisi regular 5on5 untuk Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali yang bisa membawa pemain ke DBL Camp.

Namun sejak tahun lalu, DBL Indonesia menghadirkan harapan baru melalui program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Program ini membuka peluang bagi pemain basket yang belum pernah ikut kompetisi 5on5 DBL, untuk tetap memiliki jalan menuju DBL Camp melalui sistem voting. Lima pemain dengan suara terbanyak akan otomatis melangkah ke DBL Camp 2026, sebuah kesempatan yang sebelumnya nyaris mustahil bagi pemain dari daerah dengan keterbatasan seperti Mangtri.

Sementara itu, bagi Pujas, peluang ini bukan sekadar kompetisi. “Dengan kondisi yang cukup sulit, mentalnya justru lebih terbentuk. Dia belajar menghargai setiap kesempatan yang datang,” ujarnya.

Awalnya, Pujas memang menjadi pendorong utama Mangtri untuk berani mencoba kompetisi. Namun seiring waktu, dorongan itu berubah arah. Kini, keinginan terbesar justru datang dari Mangtri sendiri. Ia aktif mencari informasi turnamen, bertanya tentang klub, dan berusaha membuka jalan yang sebelumnya tidak terlihat.

Buat kamu yang ingin memberikan suara untuk Mangtri melalui DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, kamu bisa memberikan voting melalui aplikasi DBL Play. 

DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 merupakan bagian dari liga basket pelajar DBL. Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day, digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.

Populer

Update Klasemen DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, 4 Maret 2026
DBL Camp Pertama dan Terakhir, Renata Richelle Bidik Kursi DBL All-Star
Dari Berbagi Sepatu dengan Sang Kakak, Mangtri Kini Berebut Kursi DBL Camp
Hasil AZA 3X3 Competition 2025-2026 North Sumatra, Kamis, 12 Februari 2026
33 Poin Abyan Fachri Jadi Modal Smansix Tantang Juara Musim Lalu