DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 kembali kedatangan student athlete dari Bengkulu Selatan. 

Dialah Putra Surya Pratama, salah satu penggawa asal SMAN 2 Bengkulu Selatan. Keputusan Putra, begitu ia disapa, untuk ambil bagian dalam program ini tak lepas dari keberhasilan Muhammad Haikal Malik. 

Sebagaimana diketahui, Haikal berhasil mencatat sejarah sebagai pemain asal Bengkulu Selatan pertama yang terbang ke Amerika Serikat berkat DBL Play Road to DBL Camp.

“Sejak abang Haikal ikut seleksi tahun kemarin, memang sudah ada niatan untuk menjadi penerus bang Haikal. Apalagi, didukung penuh oleh bang Haikal dan seluruh atlet basket di Bengkulu Selatan,” ujar Putra. 

“Itu membuktikan bahwa kita yang berada di kota kecil, bahkan provinsi yang belum ada DBL-nya bisa mengikuti kompetisi besar asal diiringi dengan usaha dan kerja keras yang baik,” imbuhnya. 

Baca Juga: Ada Peran Papa di Balik Partisipasi Harfelim Gio di DBL Play Road to DBL Camp

Kalau berbicara soal perjalanannya di dunia basket, cowok kelahiran 2008 itu mengungkapkan kalau dirinya sudah akrab dengan olahraga ini sejak masih di bangku SMP. 

“Awalnya, saya cuma mau coba-coba karena lihat orang main basket itu keren. Ternyata, saya ada skill di basket dan langsung dilatih salah satu coach di Bengkulu Selatan. Jadi, saya dilatih khusus gitu sampai ikut klub pas SMA,” cerita Putra. 

Dari situ, ia semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai turnamen bergengsi. “Di sana, saya ikut seleksi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) 2024, terus terpilih saat masih kelas satu SMA. Saya dan tim mendapatkan juara dua di POPDA 2024.”

Namanya juga masuk dalam daftar atlet binaan Perbasi Bengkulu Selatan KU-18. Di suatu kesempatan, dirinya bahkan sempat membela tim yang sama dengan sosok Haikal.

Karena itulah, Putra tak ingin kepiawaiannya dalam mengolah di lapangan berhenti berkembang. 

“Lewat DBL Camp, saya ingin belajar lebih jauh lagi bagaimana menjadi atlet basket baik dalam segi fisik maupun strategi bermain. Keberhasilan bang Haikal itulah yang juga membangkitkan semangat dalam diri saya untuk belajar dan berusaha lebih keras lagi agar mencapai titik lebih jauh,” terangnya. 

Tak hanya berbekal ambisi besar. Tanpa dukungan dari orang-orang sekitar, sosok berperawakan 180 sentimeter itu mungkin belum tentu berani mengusir keraguan untuk mendaftarkan diri di DBL Play Road to DBL Camp 2026. 

Baca Juga: Antusiasme DBL Play Road to DBL Camp Melejit, Diikuti Hampir 3000 Peserta!

“Saya belum percaya diri dan sempat malu takut enggak ada yang bantu vote. Tapi, ternyata semua support saya untuk meneruskan jejak abang Haikal. Di situ, saya sangat merasa percaya diri dan mulai mengurus berkas buat daftar DBL Play Road to DBL Camp 2026. Orang tua dan teman-teman juga mendukung,” tutur Putra. 

Berdasarkan update per 3 Maret 2026, pukul 10.30 WIB, Putra berada di posisi ke-28 dengan perolehan 80 votes

Peluang untuk bisa melejit ke posisi lima teratas masih terbuka lebar. Ia pun sudah memiliki berbagai rencana untuk mengumpulkan pundi-pundi vote miliknya. 

“Nanti bakal share ke media sosial, mendatangi kelas-kelas untuk meminta bantuan vote, dan meminta tolong kepada saudara dan teman yang berbeda sekolah untuk membantu mengumpulkan vote. Besar harapannya bisa lolos dan mengikuti DBL Camp,” tutupnya. 

Kalian juga bisa ikut memberikan vote bagi Putra melalui aplikasi DBL Play. Sesi voting telah dibuka mulai Senin, 2 Maret 2026 dan ditutup Senin, 9 Maret 2026

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
11 Varian Rasa Kopi Good Day, Kopi Anak Muda yang Wajib Banget Kamu Coba
Pembukaan DBL Academy Jakarta di Asya Hadirkan Open House dan Free Trial Class
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Putri Recis Bajawa Raih Gelar Juara DBL Kupang 2025-2026!