Sebelumnya, tim DBL Play berkesempatan untuk berbincang dengan Harfelim Gio Pande Sinaga, salah satu pemain SMA Santo Yosef Pangkalpinang.
Gio (sapaan karibnya) menjadi salah satu nonpartisipan DBL yang ikut ambil bagian dalam DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. Saat obrolan itu berlangsung, Gio sempat menyinggung kalau partisipasinya di program ini tak lepas dari dukungan sang ayah.
Karena penasaran, tim DBL Play akhirnya mencoba untuk menjalin obrolan dengan sosok tersebut. Pria itu bernama Tien Hock Sinaga.
Tien Hock, begitu ia disapa, dengan tangan terbuka membagikan kisah tentang perannya sebagai seorang ayah yang setia mendukung perjalanan sang buah hati.
“Saya tahu program ini awalnya dari pesan masuk di TikTok. Ada pengumuman tentang DBL Camp dan terbuka untuk umum. Mengingat hobinya Gio di basket, saya langsung inisiatif untuk menyuruh dia ikut DBL Play Road to DBL Camp. Kalau terpilih, nanti ikut kamp di Jakarta,” ujar Tien Hock.
Baca Juga: Ada Peran Papa di Balik Partisipasi Harfelim Gio di DBL Play Road to DBL Camp
Tak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru, ia juga mengajak pelatih basket Gio untuk turut berdiskusi soal pertimbangan bergabung dalam DBL Play Road to DBL Camp 2026.
“Akhirnya, kami sepakat juga sama pelatih untuk mengutus Gio ikut program ini. Pelatihnya bilang sayang kalau tidak ikut karena Gio punya bakat luar biasa, sangat rajin, dan disiplin. Kami siapkan semua berkas yang dibutuhkan, lalu mendaftar,” sambungnya.
Bagi Tien Hock, memberikan dukungan penuh tampaknya sudah menjadi komitmen yang ia pegang sedari awal Gio memutuskan menekuni dunia basket.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan putranya yang tak pernah padam untuk terus mempertajam kemampuannya di lapangan.
Kerja keras Gio pun mulai berbuah manis ketka namanya berhasil masuk dalam roster tim basket Pangkalpinang di POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) saat masih duduk di bangku SMP.
“Kami selaku orang tua mendukung apa pun yang Gio inginkan, tapi dengan catatan harus benar-benar berlatih agar bisa jadi pemain basket profesional. Kalau hanya main-main, mending cukup belajar di sekolah,” tutur Tien Hock.
Di balik kesibukan Gio di lapangan, Tien Hock pastinya juga tak ingin putranya mengesampingkan kehidupan akademik.
Beruntung, Gio sendiri termasuk salah satu siswa pintar yang konsisten menjaga nilainya di sekolah.
”Kebetulan, Gio ini terbilang anak jenius. Umur tiga tahun, dia sudah bisa baca dan masuk TK. Pas umur lima tahun, Gio sudah lancar baca dan masuk SD. Kami tetap ingatkan belajar jangan sampai ketinggalan,” cerita Tien Hock.
”Puji Tuhan, dia mampu mengikuti pelajaran, bahkan nilai-nilainya bagus. Padahal, SMA Santo Yosef Pangkalpinang punya standar yang lumayan tinggi,” imbuhnya.
Baca Juga: Sosok Haikal Jadi Inspirasi Putra Surya Ikut DBL Play Road to DBL Camp 2026
Berdasarkan update voting per 3 Maret 202, pukul 14.00 WIB, Gio menempati posisi kelima dengan mengantongi 915 votes. Angka tersebut menjadi bukti atas tekad besar Gio demi mewujudkan mimpinya menjadi campers.
Menariknya, Gio tak bekerja sendiri. Tien Hock ikut turun tangan meminta dukungan melalui akun media sosialnya.
“Cara kami tentu hanya bisa mengharapkan dukungan dari para pecinta basket. Semoga mereka mendukung Gio dengan melihat potensi dari anak ini,” terangnya.
Baginya, tak ada yang lebih membanggakan selain menyaksikan Gio tumbuh menjadi student athlete berprestasi. Dari basket inilah, Tien Hock berharap agar peluang terbuka luas bagi putranya.
“Harapan saya Gio bisa bermain di level yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional. Semoga Gio bisa keterima beasiswa di kampus yang basketnya bagus sebagai jalan dia menuju atlet profesional,” tutupnya.
Nah, kalian juga bisa mendukung Gio agar semakin dekat dengan mimpinya dengan memberikan vote di aplikasi DBL Play. Periode voting DBL Play Road to DBL Camp 2026 telah berlangsung mulai Senin, 2 Maret 2025 sampai Senin, 9 Maret 2025.
Sebagai Informasi, DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2025 menjadi salah satu rangkaian dari Kompetisi DBL yang merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.
Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day, digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)